Kamis, 16 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Jurus Dewa Mabok Trump di Perubahan Iklim

Mirip jurus Jacky Chan dalam film "Drunken Master", berputar-putar, mengejek lawan, bergaya orang mabok, tapi tujuannya sama, menang dan memperkaya diri.

Oleh Dicky Edwin Hindarto
21 Januari 2025
di Kolom
A A

Trump adalah satu pengecualian. Trump selalu berbeda. Dan Trump punya dukungan kuat dari oligarkinya untuk membuat kebijakan kontroversial yang bahkan bertentangan dengan pendapat umum dan ilmu pengetahuan. Yang penting, dia dan para pengusaha teman-temannya tetap lancar cuan!

Jurus Donald Trump ini mirip jurus Jacky Chan di dalam film Drunken Master, berputar-putar, mengejek lawan, bergaya seperti orang mabok, tapi tujuannya tetap sama, menang dan memperkaya diri pribadi beserta teman-temannya. Konon, jurus yang sama ini banyak mengilhami para kepala negara lain di dunia.

Dan hari ini, sekali lagi Trump menyatakan Amerika Serikat (USA) keluar dari kesepakatan global yang sebelumnya sudah disetujui oleh para presiden pendahulunya. US quits from Paris Agreement!

Percobaan pertama keluar dari Perjanjian Paris ini sebenarnya sudah dilakukan pada periode pertama kepresidenan Trump, US sudah menarik diri dari Perjanjian Paris. Dengan masa tunggu setelah pernyataan resmi pembatalan perjanjian selama 1 tahun, maka efektivitas dari penarikan diri ini sebenarnya berlaku di bulan-bulan terakhir masa pemerintahannya.

US kemudian masuk lagi ke Perjanjian Paris setelah pada hari pertama setelah dilantik, Presiden Joe Biden menandatangani ulang Perjanjian Paris. Maka, hari ini, sekali lagi pengemisi terbesar nomor dua terbesar di dunia keluar dari Perjanjian Paris. Pengemisi terbesar kedua terbesar setelah China, tapi juga secara sejarah emisi atau historical emission, adalah pengemisi yang paling besar sumbangsihnya dalam mempercepat terjadinya Perubahan Iklim.

BACA JUGA:

Lampu Petunjuk

Membijakkan Sabar dan Ikhlas di Kota Suci

1 Muharram: Momen Kebangkitan Spiritual Kita

Ugly, Bad and Okay Mining: Pertambangan Indonesia di Persimpangan Jalan

US adalah salah satu pendosa terbesar terjadinya Perubahan Iklim, yang seharusnya juga bertanggung jawab terhadap pengurangannya

Secara umum memang presiden yang berasal dari Partai Republik selalu berusaha keluar dari setiap perjanjian dan tidak mau berkomitmen di dalam pencegahan Perubahan Iklim. Bahkan banyak tokoh dari Partai Republik yang menyatakan tidak percaya fenomena Perubahan Iklim atau Climate Deniers.

Latar belakang posisi mereka ini adalah karena para penyokong utama Partai Republik berasal dari kalangan pengusaha migas dan para taipan industri yang semuanya adalah pengemisi besar. Merekalah golongan para penyumbang emisi terbesar di dunia. Keharusan dan kewajiban US untuk menurunkan emisi akan membuat bisnis mereka berantakan.

Penemuan teknologi shale gas di awal tahun 2000-an juga menyebabkan Partai Republik sangat menentang segala perjanjian iklim. Shale gas menyebabkan para konglomerat migas di US mendapat pemasukan yang luar biasa karena biaya eksploitasi gas dan minyak menjadi sangat kecil biayanya. Kebiasaan para warga US yang selalu menggunakan kendaraan ber-cc besar dan bangunan AC juga membutuhkan pasokan energi yang besar dan murah. Dan ini juga menjadi keengganan mereka untuk berubah karena tidak mau keluar dari zona nyaman.

US secara sengaja tidak mau ikut di dalam Kesepakatan Kyoto (Kyoto Protocol) yang akhirnya hanya diikuti oleh negara maju Rusia, Uni Eropa, Jepang, Australia, dan Selandia Baru. Membutuhkan waktu yang lama untuk Presiden Obama guna meyakinkan para koleganya untuk mendorong perundingan di Copenhagen yang kurang berhasil, dan akhirnya menyepakati Perjanjian Paris.

Walau begitu, selalu ada anomali. Gubernur California dari Partai Republik untuk 2 periode masa jabatan, Arnold Schwarzenegger, yang sekaligus aktor terkenal, sangat dikenal juga sebagai gubernur pro-lingkungan. Pada masanya, negara bagian California adalah negara bagian pertama yang mempunyai peraturan pembatasan emisi, bahkan sampai membangun platform perdagangan karbon yang dikenal sebagai CCX (California Carbon Exchange). Ada beberapa negara bagian yang kemudian mengikuti jejak Gubernur Arnold, sampai sekarang.

Bagaimana pengaruh penarikan diri US dari Perjanjian Paris?

Yang pertama jelas akan terjadi perubahan kepemimpinan di dalam pencapaian target penurunan emisi global tahun 2030: US tidak lagi ada di barisan paling depan, tapi segera digantikan oleh Uni Eropa dan China. Secara politik global ini adalah kemunduran besar bagi US yang selalu ingin memimpin setiap kegiatan di area Perubahan Iklim.

Yang kedua, yang sangat mengkhawatirkan para enviromentalist adalah target pengurangan emisi global tahun 2030 akan sangat berat tercapai, hampir mustahil. Segala jenis rencana US untuk menurunkan emisi di dalam negerinya dan bantuan ke negara lain, akan sangat mungkin ditunda atau malah dibatalkan.

Ketiga, keputusan Trump akan memengaruhi pasar energi fosil secara global. Kenaikan konsumsi migas akan terjadi karena tentu saja negara saingan dagang US juga akan berusaha menurunkan biaya produksi dengan memakai kembali bahan bakar fosil yang lebih murah dari energi terbarukan.

Dan yang keempat adalah penarikan diri US dari Perjanjian Paris juga akan bisa menjadi pembenaran bagi banyak orang dan negara untuk kembali tidak peduli pada Perubahan Iklim. Untuk apa repot-repot melakukan pengurangan emisi dan memenuhi target NDC (National Determined Contribution), toh US saja menarik diri dari Perjanjian Paris?

Program transisi energi berkeadilan, pensiun dini pembangkit batubara, pengurangan bahann bakar fosil, dan berbagai program adaptasi Perubahan Iklim akan ikut terkena imbasnya. Sementara masyarakat dunia semakin menderita karena Perubahan Iklim terus menggila. Sementara para korban banjir, kebakaran, angin topan, dan berbagai bencana iklim semakin banyak. Sementara yang paling menderita dan terdampak tetap saja adalah masyarakat miskin.

Jabal Golfie, 19 Januari 2025

Bacaan terkait

Donald Trump dan Ancaman Krisis Iklim

Umur Berapa Anda di Tahun 2050? Seperti Apa Indonesia di Tahun Itu?

Ulil, Tambang Batubara, dan Krisis Iklim

Generasi Muda dan Krisis Iklim: Kami yang Cemas dan Marah

“Neraka” di California dan Teori Konspirasi

Topik: Donald Trumpperjanjian parisperubahan iklim
SendShareTweetShare
Sebelumnya

“Neraka” di California dan Teori Konspirasi

Selanjutnya

Habis Gelap Terbitlah Megawati

Dicky Edwin Hindarto

Dicky Edwin Hindarto

Sultan Jabal Golfie, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau

TULISAN TERKAIT

Lampu Petunjuk

Lampu Petunjuk

11 Juli 2025
Membijakkan Sabar dan Ikhlas di Kota Suci

Membijakkan Sabar dan Ikhlas di Kota Suci

10 Juli 2025
1 Muharram: Momen Kebangkitan Spiritual Kita

1 Muharram: Momen Kebangkitan Spiritual Kita

27 Juni 2025
Ugly, Bad and Okay Mining: Pertambangan Indonesia di Persimpangan Jalan

Ugly, Bad and Okay Mining: Pertambangan Indonesia di Persimpangan Jalan

27 Juni 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Habis Gelap Terbitlah Megawati

Habis Gelap Terbitlah Megawati

Ulasan Pembaca 8

  1. Ping-balik: Bisakah Demokrasi Menyelamatkan Kita dari Krisis Iklim? - Jakarta Book Review (JBR)
  2. Ping-balik: Bahlol dan Persidangan Iklim di Negeri Andainusa - Jakarta Book Review (JBR)
  3. Ping-balik: Ketika Bahlol Disesatkan Raja Donal - Jakarta Book Review (JBR)
  4. Ping-balik: Trump dan "Teman Nyebur Sumur" - Jakarta Book Review (JBR)
  5. Ping-balik: Bank sebagai Penggerak Transisi Energi - Jakarta Book Review (JBR)
  6. Ping-balik: Agar Ketidakberlanjutan Perusahaan Tidak Berlanjut - Jakarta Book Review (JBR)
  7. Ping-balik: Indonesia (Bisa) Menggapai Keberlanjutan [Resensi atas Buku "Menuju Indonesia yang Berkelanjutan"] - Jakarta Book Review (JBR)
  8. Ping-balik: Indonesia (Bisa) Menggapai Keberlanjutan: Resensi atas Buku “Menuju Indonesia yang Berkelanjutan” – My Blog

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In