Senin, 22 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Oleh Anis Maftukhin
5 Juni 2026
di Berita Buku
A A
future history

Sumber: fhistory.ru

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

JBR- Ajang penghargaan sastra fiksi ilmiah internasional “Future History” resmi memulai musim keduanya dengan skala yang lebih masif dan visi yang lebih tajam. Seperti dilaporkan oleh Ahram Online pada Minggu (24/5/2026), kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Yayasan ATOM di bawah naungan ROSATOM ini meningkatkan total dana hadiah hingga melampaui enam juta rubel (sekitar 83.600 dolar AS).

Pengumuman peluncuran musim kedua ini disiarkan langsung melalui konferensi pers di kantor berita milik negara Rusia, TASS. Melanjutkan kesuksesan musim perdananya yang berhasil menjaring lebih dari 2.500 karya dari 30 negara, “Future History” semakin mengukuhkan posisinya sebagai penghargaan internasional terbesar di Rusia yang secara khusus didedikasikan untuk fiksi ilmiah.

Sebuah terobosan besar dihadirkan pada penyelenggaraan tahun ini melalui penambahan kategori Best Screenplay Pitch (Proposal Skenario Terbaik). Mengutip rilis resmi panitia, penulis skenario sekaligus produser Andrey Zolotaryov menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir untuk merespons masih terbatasnya naskah fiksi ilmiah yang “cerdas dan memiliki kekuatan visual yang menarik.” Ia berharap kategori ini mampu menjadi jembatan strategis yang menghubungkan dunia sastra langsung dengan industri perfilman.

Mengembalikan Optimisme Lewat Manifesto 2.0

Tidak hanya berfokus pada perluasan kategori, kompetisi ini juga membawa pesan filosofis melalui peluncuran Manifesto 2.0. “Masa depan adalah milik mereka yang terus bermimpi,” tegas panitia dalam rilis resminya, mendorong lahirnya visi masa depan yang konstruktif dan berorientasi ke depan.

BACA JUGA:

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Sikap optimisme teknologi ini tercermin dalam tema besar yang diusung: “The 22nd Century World and The Challenges for Humanity”. Mengacu pada dokumen rilis resmi kompetisi, para peserta ditantang untuk merancang dunia abad ke-22 di mana kemiskinan dan krisis ekologi telah berhasil diatasi melalui otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI). Umat manusia dikisahkan telah memiliki pangkalan di Bulan dan membangun koloni di Mars, namun dunia tersebut tetaplah bukan sebuah utopia karena memiliki tantangan dan persoalannya sendiri.

Terkait dengan tema tersebut, Direktur Museum ATOM, Elena Mironenko, dalam rilis resminya menuturkan bahwa karya fiksi ilmiah memiliki peran krusial. Literatur ini dinilai mampu “membentuk pandangan yang positif terhadap realitas”, sekaligus memotivasi generasi muda untuk merintis karier di bidang sains dan teknologi.

Tren Global yang Kembali Menguat

Momentum penghargaan ini bertepatan dengan tren industri perbukuan global yang tengah bergeser. Seperti diberitakan oleh Ahram Online, Ketua Dewan Juri sekaligus penulis fiksi ilmiah ternama Rusia, Sergei Lukyanenko, menyoroti bahwa genre fiksi ilmiah saat ini sedang mengalami “kebangkitan kembali di seluruh dunia.”

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya minat penerbit dan lembaga sastra internasional terhadap narasi yang mengeksplorasi kecerdasan buatan, perubahan iklim, hingga masa depan peradaban—menggantikan dominasi buku-buku bertema self-help dan psikologi yang marak dalam beberapa tahun terakhir. “Penghargaan ini adalah ruang di mana imajinasi dan kemajuan ilmiah bertemu,” jelas Sergey Shikarev, Sekretaris Eksekutif penghargaan, dalam rilis resminya.

Jadwal dan Syarat Pendaftaran

Sesuai informasi yang tercantum dalam rilis resmi, pendaftaran karya untuk tiga kategori utama—Cerita Pendek Terbaik, Cerita Pendek Terbaik untuk Anak dan Remaja (tanpa unsur kekerasan atau bahasa eksplisit), serta Cerita Pendek Berbahasa Asing Terbaik—telah dibuka mulai 20 Mei hingga 1 September 2026.

Syarat utama kompetisi ini mewajibkan penulis berusia minimal 18 tahun, mengirimkan karya orisinal yang belum pernah dipublikasikan (termasuk di internet), dengan panjang cerita antara 20.000 hingga 80.000 karakter. Sementara itu, pendaftaran untuk kategori penulisan skenario baru akan mulai dibuka pada 10 Juni 2026.

Malam puncak penganugerahan bagi para pemenang dijadwalkan akan digelar pada 4 Desember 2026 bertempat di Museum ATOM, Moskow.

Topik: fiksi ilmiahfuture historyNovelpenghargaan sastra
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Selanjutnya

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

Anis Maftukhin

Anis Maftukhin

Pengasuh Ponpes Wali, jurnalis, penceramah, motivator, penerjemah, dan praktisi komunikasi politik. Telah menerjemahkan dan mengedit 160+ buku. Tokoh Inspiratif Jateng 2023 dan ASEAN Award 2024.

TULISAN TERKAIT

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
kifayatul atqiya

Kifayatul Atqiya': Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In