Rabu, 17 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Bung Faisal, Ekonom Pendengar dan Pembelajar

Faisal telaten mendatangi kerumunan intelektual dan aktivis, diundang maupun tidak, wujud seorang "intelektual organik" yang jarang di Republik ini.

Oleh Farhan Helmy
6 September 2024
di Kolom
A A
Foto: Kompas

Foto: Kompas

Siapa pun yang berdialog dengan Almarhum Faisal Basri akan merasa nyaman. Faisal seorang yang tidak basa-basi, seorang pendengar, pembelajar yang keinginan tahunya tinggi. Tidak hanya itu, beliau telaten untuk mendatangi kerumunan intelektual dan aktivis, diundang maupun tidak diundang. Barangkali ini wujud seorang “intelektual organik” yang jarang di Republik ini.

Saat Rachmat Gobel menjadi salah satu Ketua KADIN bersama Bang Jusman SD dan Faisal merumuskan Visi 2030 dan Road Map Industri 2010. Sejak saat itu, kesan saya KADIN sebagai sekadar alat kepentingan anggotanya mulai sedikit berubah.  Telaahan ini kaya akan data dan fakta otentik. Ketiganya mau mengatakan bahwa Indonesia sedang mengalami “de-industrialisasi” sangat serius.

Setelahnya, dengan antusiasme yang tinggi dari Bang Jusman dan Rachmat Gobel, saya mengajak keduanya menggulirkan agenda dalam kerangka keberlanjutan dan krisis iklim. Gayung bersambut. Kang Rachmat Witoelar dan Mas Pungki Agus Purnomo mendukung saat saya berkiprah di Dewan Nasional Perubahan Iklim DNPI (2010-2014).

Rangkaian dialog telah melahirkan gagasan soal green investment, innovation dan productivity. Dua edisi majalah telah terbit yang juga lahir dari proses terus menerus ini.

Dua tahun terakhir saya berinteraksi intens dengan almarhum setelah saya menjadi bagian dari Neraca Ruang yang digagas Bung Jilal Mardhani. Antusiasme Faisal soal marjinalisasi diskriminasi kepentingan warga difabel dan lansia (DILANS) yang jumlahnya sekitar 50 juta orang. Ekonomi rente, teknologi (assistive technology) dan jaminan sosial di antaranya yang kami perbincangan dengan serius.

BACA JUGA:

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

Dalam resepsi “ASEAN Philanthropy Forum” dua hari lalu, seorang kawan saya mengajak dialog krisis iklim yang berorientasi pada aksi. Faisal dan saya masuk dalam daftar yang akan dimintai pandangan dari sisi keberlanjutan dan inklusi sosial. Rupanya semesta berkehendak lain.

Bung Faisal, jejak keberpihakanmu takkan hilang ditelan zaman. Kita bersepakat tak ada kata pensiun bagi seorang aktivis,  “aktivis never dies” selama di dunia. Insya Allah, Bung berada di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin YRA.

Bacaan terkait

Selamat Jalan, Bang Faisal

Qiraah Tenor Bang Faisal

Kala Para Pemimpin Keberlanjutan Berkumpul di Negeri Singa

Ulil, Tambang Batubara, dan Krisis Iklim

Topik: Faisal Basrikrisis iklim
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Qiraah Tenor Bang Faisal

Selanjutnya

Suatu Petang bersama Faisal Basri

Farhan Helmy

Farhan Helmy

Presiden Pergerakan Disabilitas dan Lanjut Usia (DILANS) Indonesia, Founder Thamrin School of Sustainability, Jakarta.

TULISAN TERKAIT

al-qanun

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

17 Juni 2026
wakaf literasi

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

10 Juni 2026
kifayatul atqiya

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

5 Juni 2026
kala mesin ai menjawab

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

3 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Suatu Petang bersama Faisal Basri

Suatu Petang bersama Faisal Basri

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: Gua Al Jufri, bukan Al Capone! - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In