Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Menciptakan Sekolah Kreatif

Robinson mengusulkan pergeseran dari model pendidikan yang industrial dan terstandarisasi menuju pendekatan yang lebih personal dan kreatif.

Oleh Hamid Basyaib
5 November 2024
di Resensi
A A

“Creative Schools: The Grassroots Revolution That’s Transforming Education” oleh Sir Ken Robinson, PhD, menekankan perlunya pemikiran-ulang yang radikal terhadap sistem pendidikan saat ini. Robinson mengusulkan pergeseran dari model pendidikan yang industrial dan terstandarisasi menuju pendekatan yang lebih personal dan kreatif, yang menghargai bakat individu dan menumbuhkan kecintaan pada kegiatan belajar.

Berikut adalah 10 pelajaran utama dari buku ini:

1. Pendidikan Harus Dipersonalisasi
Setiap anak memiliki bakat, minat, dan gaya belajar yang unik. Sekolah sebaiknya menciptakan lingkungan belajar yang dipersonalisasi untuk mengakomodasi perbedaan ini, membantu siswa mencapai potensi penuh mereka.

2. Kreativitas Sama Pentingnya dengan Literasi
Kreativitas seharusnya menjadi inti pendidikan. Robinson berargumen bahwa menumbuhkan kreativitas penting bagi siswa agar mampu beradaptasi dengan dunia yang selalu berubah. Sayangnya sekolah tradisional sering menekan kreativitas ini demi menjalankan kurikulum yang kaku.

3. Tes Standar Bukanlah Solusi
Penekanan berlebihan pada tes standar menekan kreativitas dan membatasi pembelajaran yang sesungguhnya. Pendidikan seharusnya berfokus pada pengembangan pemikiran kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas, daripada hanya mengajarkan untuk lulus ujian.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

4. Guru adalah Kunci Transformasi Pendidikan
Guru berperan penting dalam membentuk pengalaman belajar. Robinson menekankan pentingnya memberdayakan guru untuk berinovasi di kelas, memberi mereka kebebasan untuk merancang pengalaman belajar yang menarik dan bermakna.

5. Pembelajaran Harus Menarik dan Relevan
Pendidikan harus terhubung dengan dunia nyata dan merangsang rasa ingin tahu alami siswa. Ketika pembelajaran relevan dengan kehidupan siswa, mereka lebih termotivasi dan antusias terhadap apa yang mereka pelajari.

6. Sekolah Harus Fokus pada Perkembangan Keseluruhan
Pendidikan yang baik mendukung perkembangan intelektual, sosial, emosional, dan fisik. Sekolah harus fokus tidak hanya pada pencapaian akademik tetapi juga membantu siswa menjadi individu yang seimbang.

7. Kolaborasi Lebih Penting daripada Kompetisi
Dalam dunia yang saling terhubung, kolaborasi adalah kunci kesuksesan. Robinson mendukung pergeseran dari sistem yang kompetitif dan berbasis tes menuju lingkungan belajar kolaboratif di mana siswa bekerja sama untuk memecahkan masalah.

8. Keragaman Kecerdasan Harus Dirayakan
Orang belajar dengan cara yang berbeda, dan ada banyak jenis kecerdasan (linguistik, matematis, musikal, interpersonal, dll.). Sekolah harus mengakui dan merayakan keragaman ini, menawarkan berbagai cara bagi siswa untuk meraih sukses.

9. Pendidikan Harus Mempersiapkan Siswa untuk Hidup, Bukan Hanya untuk Bekerja
Sekolah sering terlalu fokus pada persiapan karier tertentu daripada mengajarkan siswa bagaimana menjalani hidup yang bermakna. Pendidikan harus membekali siswa dengan keterampilan dan pola pikir untuk berkembang dalam dunia yang terus berubah.

10. Diperlukan Revolusi dari Akar Rumput
Reformasi pendidikan yang sesungguhnya tidak akan datang dari atas ke bawah, tetapi dari upaya akar rumput. Orangtua, guru, dan komunitas harus bekerja sama menciptakan sekolah yang responsif terhadap kebutuhan siswa dan yang menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, serta semangat belajar sepanjang hayat.

Buku “Creative Schools” karya Sir Ken Robinson mendorong visi baru dalam pendidikan yang merayakan kreativitas, menghargai individualitas, dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan kompleks di masa depan. Buku ini menyerukan pergeseran dari model satu-ukuran-untuk-semua menuju sistem yang menghargai pembelajaran personal dan perkembangan holistik setiap siswa.

Bacaan terkait

Mempersiapkan Masa Depan melalui Buku METAVERSE

Ringkasan Buku “Rework”: Cara Baru untuk Sukses Berbisnis

Culture Code: Rahasia di Balik Tim Terhebat

Transisi, Memahami Proses Perubahan dalam Hidup

Topik: Ken Robinsonkolaborasikreativitaspendidikann karakter
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Tom Lembong Dulu, 2016

Selanjutnya

Di Balik Makna Noviansyah Manap

Hamid Basyaib

Hamid Basyaib

Wartawan senior, penulis puluhan buku, dan penerjemah buku-buku keislaman, agama dan demokrasi.

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Dari Depok Menaklukkan Istanbul

Di Balik Makna Noviansyah Manap

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: Terima Kasih, Mas Nadiem. Selamat Bekerja, Mas Mu'ti [Surat Terbuka dari Haidar Bagir] - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In