Sabtu, 20 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Di Balik Makna Noviansyah Manap

Secara leksikon nama “Noviansyah Manap” dapat diterjemahkan “Sultan yang sedang menempati singgasana tinggi”.

Oleh Taufik Rahman
6 November 2024
di Kolom
A A
Novi, Jalal, dan Endro di Istanbu,l setelah dua dekade tak baku dapa.

Novi, Jalal, dan Endro di Istanbu,l setelah dua dekade tak baku dapa.

Usai membaca WA Mbak Sari Siregar tadi pagi tentang ucapan selamat ulang tahun buat Mas Novi, saya kembali membuka kamus/mukjam Al-Ma’ani. Tujuannya, mencari akar kata dari “laqob” Noviansyah Manap. Berikut adalah hasil telaah mukjam tersebut, yang dibantu oleh ringkasan ilmu sharaf dari kamus Al-Munjid fi -al-lughah wa al-a’lam—dikenal dengan sebutan Al-Munjid, karya Louis Ma’luf, orientalis asal Belanda. Ada yang bilang, Louis Ma’luf adalah seorang biarawan atau pendeta Katolik Lebanon.

Untuk kata “Noviansyah”, ada dua asal kata: Novi dan Syah. Agak sulit menemukan akar kata “Syah” dalam bahasa Arab. Namun, banyak dijumpai dalam bahasa Persia. Ia merujuk pada sinonim sebutan untuk Sulthan, Khalifah, Malik. Agaknya berdekatan dengan sejarah hidup Mas Novi yang nyaris selalu jadi ketua, direktur, dan seluruh laqob lainnya untuk jenis kepemimpinan dengan menjadi pemimpin.

Untuk nama Novi dan Manap, saya teringat pada ungkapan Mas Novi, bahwa almarhum Abdul Manap (ayahanda Mas Novi) juga kesulitan mengurai nama Manap; lalu ditutup dengan pernyataan: bagaimanapun nama Manap adalah nama dari buhul Kanjeng Nabi Muhammad Saw. bin Abdullah bin Abdul Muththallib bin Hasyim bin Abdul Manap.

Kamus Al-Ma’ani menyamakan akar kata “Novi” dan “Manap”; dua-duanya lebih dekat akar n-f-w dan dapat berubah, dengan memperhatikan huruf nun di awal secara ilmu sharaf dapat diposisikan sebagai huruf yang sederajat dengan alif, waw, dan ta—sebagai huruf ziyadah (tambahan) dan kadang-kadang berposisi sebagai pengganti karena alasan tsiqal penyebutan, hingga kadang-kadang tidak dituliskan.

Dengan kata lain, kata: n-f-w; a-n-f; w-n-f; n-a-f; ketika dicoba dibedah dengan ilmu leksikon sering menemukan terjemahan yang sama. Kamus  Al-Ma’ani memberi isyarat sinonim dengan “lebih”; “tinggi”; dan seterusnya. Sedangkan kata “Manaf” merujuk pada makna “tempat”; “maqam” dst.

BACA JUGA:

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

Dari sini dapat diambil hipotesis bahwa secara leksikon nama “Noviansyah Manap” dapat diterjemahkan “Sultan yang sedang menempati singgasana tinggi”. Dengan catatan, jika kata Syah-nya berada di depan: Syah Novian Manap. Dan boleh jadi, jika yang ditunjukkan adalah kebenaran, kebaikan, dan keindahan; nama Noviansyah Manap dapat bermakna perolehan kebenaran, kebaikan, dan keindahan yang melebihi ketinggian derajat sultan.

Sekitar 14 tahun lalu, pertama kali saya diperkenalkan dengan Mas Novi oleh Mas Jalal. Mas Jalal menyatakan bahwa beliau adalah orang yang memiliki jaringan sangat luas. Pernyataan ini saya saksikan hingga kini. Saya bersyukur diberikan kesempatan berkenalan, bekerja sama, dan bahkan sering merasa sebagai bagian dari keluarga Mas Noviansyah Manap.

Selamat Ulang Tahun Mas.
Mudah-mudahan apa pun yang dialami kini adalah outcome-outcome dari strategic goals yang Mas canangkan. Salam, penuh rahmat, dan berkah selalu… Amiiin…

Bacaan terkait

Obituari: Selamat Jalan, Mang Deddy

Dari Depok Menaklukkan Istanbul

Mahfuzhat: Kata-Kata Indah, Ringan, dan Penuh Makna

Topik: kamus Al-Ma'animakna nama
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Menciptakan Sekolah Kreatif

Selanjutnya

Merawat Kemerdekaan Kampus

Taufik Rahman

Taufik Rahman

Sarjana Syariah IAIN Jakarta [Mazhab Ciputat], kini peneliti dan konsultan CSR di A+ CSR Indonesia, Bogor.

TULISAN TERKAIT

al-qanun

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

17 Juni 2026
wakaf literasi

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

10 Juni 2026
kifayatul atqiya

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

5 Juni 2026
kala mesin ai menjawab

Kala Mesin AI Menjawab, Manusia (Harus) Bertanya

3 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Merawat Kemerdekaan Kampus

Merawat Kemerdekaan Kampus

Ulasan Pembaca 2

  1. Ping-balik: Donald Trump dan Ancaman Krisis Iklim - Jakarta Book Review (JBR)
  2. Ping-balik: Religi, Reklamasi, dan Korupsi - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In