Rabu, 28 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Saat Kesalehan Tak Bisa Lagi Dipoles

Dalam puasa, semua topeng jatuh. Yang tersisa hanyalah kejujuran: antara dirimu dan Tuhan. Di sinilah Ramadan menjadi cermin yang tajam.

Oleh Nadirsyah Hosen
3 Maret 2025
di Kolom
A A

Manusia ingin dikenang sebagai orang baik, bahkan yang menindas pun tak ingin dicap buruk. Namun, di zaman ini, kebaikan bukan lagi soal hati—ia bisa dikemas, dijual, dan dipoles hingga berkilau. Amal bisa diatur pencahayaannya, kesalehan bisa direkayasa, bahkan dosa pun, dengan narasi yang tepat, bisa tampak seperti kebajikan.

Di era digital, pencitraan kesalehan semakin canggih. Amal dijadikan konten, kebaikan dipasarkan, dan ketulusan dikapitalisasi. Tak perlu benar-benar baik, cukup terlihat baik. Namun, di tengah gemuruh kepalsuan ini, ada satu ibadah yang tak bisa dipermainkan: puasa.

Puasa adalah ibadah yang sunyi dan tersembunyi. Tak ada yang bisa melihat isi perutmu, tak ada yang tahu apakah kau benar-benar menahan dahaga atau diam-diam meneguk air. Kau tak bisa berpura-pura lebih lapar dari orang lain, karena semua berbuka di waktu yang sama.

Berbeda dengan salat yang bisa dibuat berlama-lama di hadapan orang, tetapi disingkat saat sendirian. Berbeda pula dengan zakat yang bisa diumumkan jumlahnya agar tampak dermawan. Atau haji dan umrah, yang bisa dijadikan simbol status sosial dengan keberangkatan berkali-kali.

Tapi puasa? Tak ada panggung untuk kepura-puraan. Tak ada sudut pencahayaan yang bisa membuatnya tampak lebih mulia. Dalam puasa, semua topeng jatuh. Yang tersisa hanyalah kejujuran: antara dirimu dan Tuhan. Dan di sinilah Ramadan menjadi cermin yang tajam.

BACA JUGA:

16 Tahun Rene Turos: Berkah, Keringat, dan Cita-Cita

MBG: Membaca Buku Gratis

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

Saat perutmu kosong, kau baru menyadari bahwa ada jutaan manusia yang menjalani “puasa” sepanjang tahun, bukan karena takwa, tetapi karena hidup tak memberi mereka pilihan.

Maka, di bulan suci ini, berpuasalah bersama rakyat. Rasakan perihnya bertahan hidup saat harga bahan pokok melambung, ribuan pekerja kena PHK, dan meja makan tak lagi penuh seperti dulu. Sebab puasa bukan sekadar menahan lapar, ia adalah pelajaran bahwa kesalehan tak bisa direkayasa, dan kepedulian tak bisa sekadar dikontenkan. Ibadah puasa Allah hadirkan untuk menghapus berbagai topeng kesalehan kita.

Bacaan terkait

Ramadan, Bulan Pengendalian Diri (Kecuali Saat Berbelanja)

Keistimewaan Nabi Muhammad

Topik: kesalehanpuasaRamadan
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Mabuk Miras dan Mabuk Korupsi

Selanjutnya

Efisiensi Anggaran dan Biaya Kelakuan Pejabat

Nadirsyah Hosen

Nadirsyah Hosen

Cendekiawan Indonesia, Associate Professor di Melbourne Law School (sejak Juli 2024), Australia, sebelumnya di Monash University (2015-2024). Penulis produktif, buku-bukunya antara lain "Islam Yes, Khilafah No 1 & 2", "Ngaji Fikih", "Saring Sebelum Sharing", "Modern Perspectives on Islamic Law", "Tafsir Al-Quran di Medsos".

TULISAN TERKAIT

16 Tahun Renebook: Berkah, Keringat, dan Cita-Cita

16 Tahun Rene Turos: Berkah, Keringat, dan Cita-Cita

23 Oktober 2026
MBG: Membaca Buku Gratis

MBG: Membaca Buku Gratis

12 Oktober 2026
al-qanun

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

17 Juni 2026
wakaf literasi

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

10 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Efisiensi Anggaran dan Biaya Kelakuan Pejabat

Efisiensi Anggaran dan Biaya Kelakuan Pejabat

Ulasan Pembaca 2

  1. Ping-balik: Teknofeodalisme (Berujung) Maut - Jakarta Book Review (JBR)
  2. Ping-balik: Ramadan dan Nalar Islam-Jawa - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

bsi international expo

IKAPI Jakarta dan Rene Turos Group Meriahkan BSI International Expo 2026 Menembus Pasar Global

24 Oktober 2026
penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In