Jumat, 19 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

“Pesan” Ta-Nehisi Coates tentang Tragedi Palestina

Ini buku nonfiksi terbarunya, "The Message", tentang perjalanannya menyaksikan tiga tempat, termasuk ke Israel dan tragedi Palestina.

Oleh Redaksi JBR
17 Oktober 2024
di Berita Buku
A A

Ta-Nehisi Coates adalah salah satu penulis dan intelektual berpengaruh di Amerika Serikat. Sejumlah buku dan esai yang ditulisnya, khususnya tentang keadilan, menjadi rujukan banyak orang. Lalu dia menyeberang ke wilayah yang banyak kritikus memandangnya aneh. Dia menulis novel grafis tentang pahlawan super dan selama 7 tahun terakhir dia hanya menulis karya fiksi.

Penantian lama berakhir. Buku nonfiksi terbarunya, The Message, baru saja terbit. Ini soal perjalanannya menyaksikan tiga tempat, termasuk ke Israel. The Message diterbitkan pada 1 Oktober 2024 oleh Random House di bawah naungan One World. Associated Press menggambarkannya sebagai “sebagian memoar, sebagian catatan perjalanan, dan sebagian penulisan primer”. Pekan lalu, dengan rasa keadilan yang terang, Coates bilang Israel adalah negeri apartheid dan pelaku genosida.

Apa yang kemudian terjadi mudah ditebak. Coates diserang banyak pihak pro-Israel di AS. Wawancaranya di CBS menunjukkan betapa biasnya pewawancara yang bilang bahwa buku Coates sepantasnya ada di ransel para ekstremis. Tapi Coates bergeming dengan pendiriannya, dan CBS kemudian mengeluarkan pernyataan bahwa si pewawancara itu tidak mengikuti kaidah editorial yang dimiliki CBS.

Beberapa puluh menit kemudian, Mehdi Hasan mewawancarainya di Zeteo.  Wawancaranya, lantaran perspektifnya adalah keadilan, jelas bakal dipandang sebagai pro-Palestina. Di sini Coates makin menegaskan pendiriannya, menyatakan siap terus “berperang”,  dan berharap dunia makin mendengarkan para penutur dari Palestina. 

Dalam The Message, penulis buku terlaris #1 New York Times Between the World and Me ini melakukan perjalanan ke tiga lokasi konflik yang beresonansi untuk mengeksplorasi bagaimana kisah yang kita ceritakan—dan kisah yang tidak kita ceritakan—membentuk realitas kita.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Semula Ta-Nehisi Coates bermaksud menulis buku tentang menulis, mengikuti tradisi buku klasik Orwell, Politics and the English Language, tetapi ia mendapati dirinya bergulat dengan pertanyaan mendalam tentang bagaimana cerita kita—laporan, narasi imajinatif, dan pembuatan mitos—mengungkap dan mendistorsi realitas kita.

Dalam esai pertama dari tiga esai yang saling terkait dalam The Message, Coates, dalam perjalanan pertamanya ke Afrika, menemukan dirinya berada di dua tempat sekaligus: di Dakar, kota modern di Senegal, dan di kerajaan mistis dalam benaknya. Kemudian, ia mengajak para pembacanya ke Columbia, South Carolina, tempat ia melaporkan pelarangan bukunya sendiri, tetapi juga mengeksplorasi reaksi yang lebih besar terhadap perhitungan terkini bangsa itu dengan sejarah dan mitologi Amerika yang mengakar kuat yang begitu terlihat di kota itu—ibu kota Konfederasi dengan patung-patung penganut segregasi yang menjulang tinggi di alun-alun publiknya.

Akhirnya, di bagian terpanjang buku ini, Coates melakukan perjalanan ke Palestina, tempat ia melihat dengan sangat jelas betapa mudahnya kita disesatkan oleh narasi nasionalis, dan tragedi yang terletak pada bentrokan antara cerita yang kita sampaikan dan kenyataan hidup di lapangan.

Ditulis pada momen dramatis dalam kehidupan Amerika dan global, karya dari salah satu penulis terpenting AS ini adalah tentang kebutuhan mendesak untuk melepaskan diri dari mitos-mitos merusak yang membentuk dunia kita—dan jiwa kita sendiri—dan merangkul kekuatan pembebasan bahkan dari kebenaran yang paling sulit sekalipun.

Pujian tentang The Message

“[Coates] tidak takut secara intelektual . . . tidak terkekang oleh ideologi politik atau ras, manusiawi dalam penilaiannya, menghargai fakta, sangat menyadari perbedaan antara apa yang dapat diketahui dan apa yang tidak.” — The New Yorker

Bacaan terkait

Jerusalem: Saksi Sejarah Segala Zaman

Lebanon antara Israel dan Iran

Peringati Ulang Tahun ke-13, Penerbit Rene Turos Group Bagikan Buku “Anak-Anak Ajaib Gaza”

Sempat Hancur Akibat Serangan Israel, Toko Buku Ikonik di Gaza Kembali Dibuka

Topik: PalestinaTa-Nehisi Coates
SendShareTweetShare
Sebelumnya

10 Tahun Jokowi: Siapa Puas, Siapa Tak Puas, Mengapa?

Selanjutnya

Yudi Latif: Mimpi tanpa Strategi adalah Omon-omon

Redaksi JBR

Redaksi JBR

You are what you read, you read what we review.

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Yudi Latif: Mimpi tanpa Strategi adalah Omon-omon

Yudi Latif: Mimpi tanpa Strategi adalah Omon-omon

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: Karena Detoks Digital Itu Tidaklah Cukup - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In