Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Yudi Latif: Mimpi tanpa Strategi adalah Omon-omon

Dari bedah buku "Strategi Indonesia 2040" karya pakar strategi, Dr. Rahmat Mulyana.

Oleh Redaksi JBR
19 Oktober 2024
di Berita Buku
A A

Menjelang pelantikan presiden terpilih, ReneTuros pada Jumat (18/10) menggelar acara bedah buku “Strategi Indonesia 2040” karya pakar strategi, Dr. Rahmat Mulyana, di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Buku ini menyajikan strategi pembangunan jangka panjang Indonesia.

“Tanpa tata kelola yang efisien dan strategi yang jelas,” kata Yudi Latif membuka, “Indonesia bisa kehilangan momentum emas yang penting dalam 25 tahun ke depan. Momentum ini ada di tangan pemerintahan baru. Namun, tantangan terbesar adalah kabinet baru yang gemuk, hal ini berpotensi memperlambat proses akselerasi di dua tahun pertama pemerintahan,” jelas mantan kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Yudi Latif menyoroti bahwa pembangunan bangsa harus mencakup tiga aspek penting: mental kultural, tata kelola kelembagaan sosial-politik, dan tata sejahtera (ekonomi). Menurut Yudi, ketiga aspek ini harus berjalan secara inklusif dan bersinergi jika Indonesia ingin mencapai pembangunan yang utuh.

Penulis buku “Negara Paripurna” ini menyayangkan bahwa masih banyak pemimpin di negeri ini, bahkan sekelas presiden, yang tidak klir dalam mendefinisikan pembangunan. Pada akhirnya yang dilakukan adalah bukan membangun tapi malah merusak. Baginya, pembangunan adalah gerak berkelanjutan untuk meningkatkan mutu manusia dan peradaban, baik aspek lahir maupun batin.

“Pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik seperti Ibu Kota Negara (IKN), tetapi juga harus membangun mentalitas dan jiwa bangsa,” pungkas doktor sosiologi politik jebolan Australian National University (ANU).

BACA JUGA:

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

Yudi juga menggarisbawahi pentingnya buku ini dalam menghubungkan visi kebangsaan dengan strategi yang realistis. “Para pemimpin sering berhenti pada mimpi. Namun, mimpi tanpa strategi hanya menjadi angan-angan alias omon-omon. Buku ini mengajak kita membangun strategi yang terukur, menghubungkan antara mimpi dan eksekusi nyata,” jelasnya.

Baca juga

Menuju Indonesia 2040 yang Bukan Kaleng-kaleng

Topik: strategistrategi indonesia 2040
SendShareTweetShare
Sebelumnya

“Pesan” Ta-Nehisi Coates tentang Tragedi Palestina

Selanjutnya

Kanjeng Doktor Bahlil

Redaksi JBR

Redaksi JBR

You are what you read, you read what we review.

TULISAN TERKAIT

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Kanjeng Doktor Bahlil

Kanjeng Doktor Bahlil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In