Rabu, 17 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

43 Rute Perjalanan Hidup ala Imam al-Ghazali

Resensi Buku "Hidup di Dunia Apa yang Kau Cari?" Karya Imam al-Ghazali, Penerbit Turos Pustaka

Oleh Rizal Siddiq
17 Juli 2023
di Resensi
A A
43 Rute Perjalanan Hidup ala Imam al-Ghazali

43 Rute Perjalanan Hidup ala Imam al-Ghazali – “Hidup itu singkat.” Ungkapan yang sering kita dengar, namun sering kali tidak begitu kita rasakan hingga kita kehilangan orang terdekat atau saudara. Terlalu sering kita terjebak dalam kesibukan dunia dan rutinitas sehari-hari yang membuat kita lupa akan esensi sebenarnya dari hidup ini.

Di dalam buku “Hidup Di Dunia Apa yang Kau Cari?: 43 Tahapan untuk Mengenali Hakikat Diri dan Tuhan,” Imam al-Ghazali berusaha memberikan panduan untuk menemukan tujuan hakiki hidup dan mendapatkan cinta dan kasih Allah swt.

Buku ini terjemahan dari salah satu risalah Imam Ghazali yang berjudul “Raudhah at-Thâlibîn wa ‘Umdah as-Sâlikîn” (Taman Para Pencari Kebenaran dan Pedoman Para Pencari Tuhan). Dalam buku ini, al-Ghazali merinci 43 tahapan yang menjadi kunci dalam mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan esensial tentang hidup dan tujuan hakiki yang ingin kita capai di dunia ini. Dengan penjelasan yang rinci dan berlandaskan ilmu tasawuf, buku ini menjadi bekal berharga untuk mengarungi kehidupan di dunia menuju ridha Allah swt.

Perjalanan Mengenali Diri Sendiri

Buku ini membawa pembaca dalam perjalanan mendalam untuk mengenali diri sendiri dan mendapatkan cinta serta kasih Allah swt. Melalui panduan yang dituangkan dalam 43 tahapan, al-Ghazali membimbing pembaca untuk menemukan tujuan hidup yang sejati dan berpegang teguh pada akidah yang benar. Dalam setiap tahapan, dia mengajarkan cara menjaga diri dari perbuatan dan perkataan tercela, serta mendalami urgensi menjalankan kebaikan dan perangai mulia.

Salah satu keunggulan buku ini adalah penulisnya. Imam al-Ghazali memiliki keilmuan dan pengalaman yang mendalam dalam bidang tasawuf. Teks bahasa Arab Kitab “Raudhatu ath-Thalibin wa ‘Umdatus Salikin” disajikan juga bersama terjemahan. Pembaca dapat memahami makna tersirat yang ingin disampaikan oleh Imam al-Ghazali dengan lebih mudah.

Buku ini juga dilengkapi dengan glosarium istilah-istilah ilmu tasawuf. Sehingga, pembaca yang belum begitu familiar dengan konsep-konsep dalam tasawuf terbantu untuk lebih memahami setiap tahapannya. Glosarium ini menjadi suatu tambahan nilai yang memperkaya pengalaman membaca buku ini, sehingga tidak hanya memberikan panduan hidup, tetapi juga meningkatkan pemahaman akan ajaran tasawuf itu sendiri.

Kunci Perjalanan Hidup ala Imam al-Ghazali

Imam al-Ghazali lahir di kota Tus, Khurasan, pada tahun 450 H dan wafat di Tus pada tahun 505 H. Dia adalah seorang ulama dan pemikir Muslim yang sangat dihormati dan diakui kontribusinya dalam keilmuan Islam. Kitab “Ihya ‘Ulumiddin” merupakan salah satu karyanya yang paling terkenal dan masih banyak dipelajari hingga saat ini. Selain sebagai seorang ulama, al-Ghazali juga mengajarkan ajaran sufistik yang menginspirasi banyak tokoh dan penikmat ilmu pengetahuan di dunia.

Karya Imam al-Ghazali ini relevan dengan tantangan zaman modern yang cenderung menjauhkan manusia dari nilai-nilai spiritual. Masa kini menarik perhatian kita untuk fokus pada materi dan kesenangan dunia semata. Buku ini menjadi penawar dalam suasana yang cenderung kering dari nilai-nilai spiritual. Imam al-Ghazali mengingatkan kita untuk tidak lupa akan tujuan hakiki kita, yaitu mendapatkan ridha Allah swt. dan menjalani hidup dengan maksud yang mulia.

Buku ini cocok untuk kalangan akademis, khususnya para peneliti atau akademisi dalam bidang agama Islam dan tasawuf. Namun, bukan berarti buku ini hanya cocok untuk kalangan tertentu. Buku ini juga sangat relevan untuk masyarakat umum. Apalagi, bagi mereka yang tengah mencari arti hidup yang lebih dalam dan ingin mendalami ajaran Islam dalam mengarungi kehidupan sehari-hari.

Selain itu, buku ini menghadirkan jawaban-jawaban yang memuaskan bagi pembaca yang tengah mencari makna hidup yang lebih bermakna. Bagi mereka yang merasa kebingungan dan kehilangan arah dalam hidup, buku ini bisa menjadi panduan yang berharga dalam merenungi dan merumuskan tujuan hidup yang lebih jelas dan bermakna.

Hidup di Dunia Apa yang Kau Cari?

Secara keseluruhan, “Hidup Di Dunia Apa yang Kau Cari?: 43 Tahapan untuk Mengenali Hakikat Diri dan Tuhan” adalah karya yang sangat berharga dari Imam al-Ghazali. Buku ini bukan sekadar panduan kehidupan biasa, melainkan merupakan penawar bagi hati yang gelisah dan mencari arti hidup yang lebih dalam.

Dengan bahasa yang lugas dan penjelasan yang mendalam, Imam al-Ghazali mengantarkan pembaca pada perjalanan menuju hakikat diri dan Tuhan yang penuh hikmah. Buku ini layak menjadi sahabat setia dalam merenungi hidup dan menggapai ridha Allah swt. di tengah-tengah kesibukan dan hiruk-pikuk dunia yang kadang menyilaukan.

Identitas Buku

Judul Buku Hidup di Dunia Apa yang Kau Cari?
Penulis Imam al-Ghazali
Dimensi 14 x 21 cm
Cetakan Januari 2022
Halaman 368
Cover Hard Cover
Penerbit Turos Pustaka
ISBN 978-623-7327-61-5

BACA JUGA:

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Topik: al-ghazalihidup di dunia apa yang kau cariraudhatu ath-thalibinresensi bukutaman kebenarantasawuf
SendShareTweetShare
Sebelumnya

8 Buku Terlaris Sepanjang Masa, Adakah Buku Favoritmu?

Selanjutnya

A Little Star Still Shines Brightly: Eksplorasi Puitis tentang Penerimaan Diri

Rizal Siddiq

Rizal Siddiq

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
A Little Star Still Shines Brightly: Eksplorasi Puitis tentang Penerimaan Diri

A Little Star Still Shines Brightly: Eksplorasi Puitis tentang Penerimaan Diri

Ulasan Pembaca 3

  1. Ping-balik: Hijrah Muharam: Dari Radikalisasi ke Jihad Literasi - JBR
  2. Ping-balik: Jangan Ajari Berenang Seorang yang Tenggelam - Jakarta Book Review (JBR)
  3. Ping-balik: Jangan Ajari Berenang Seorang yang Tengah Tenggelam - Jakarta Book Review (JBR)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In