Sabtu, 12 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Jangan Tertipu! Ini 5 Ciri Buku Bajakan

Oleh Siti Khotijah
18 November 2021
di Berita Buku
A A
Jangan Tertipu! Ini 5 Ciri Buku Bajakan
(Foto: blog.cabaca.id/Jakarta Book Review)

Jangan Tertipu! Ini 5 Ciri Buku Bajakan (Foto: blog.cabaca.id/Jakarta Book Review)

Jakarta – Saat ini peredaran buku bajakan sudah menjamur di masyarakat, tak terkecuali Indonesia. Buku bajakan adalah buku yang dicetak, diperbanyak, dan diedarkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab secara illegal untuk keuntungan pribadi.

Biasanya buku-buku yang dibajak adalah buku best seller karya penulis ternama. Buku-buku tersebut dicetak dan diedarkan tanpa seijin dari penulis dan penerbit resminya. Jelas ini adalah tindak criminal.

Agar Anda tidak salah membeli buku, perlu diketahui ciri-ciri buku bajakan, antara lain,

1. Harga lebih murah

Dari segi harga, buku bajakan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan buku resminya. Hal ini dikarenakan, ia hanya menggandakan buku yang sudah jadi tanpa perlu mengeluarkan dana dan tenaga untuk proses panjang penerbitan sebuah buku resmi .

2. Sampul buku tidak professional

Ciri-ciri buku bajakan yang paling gampang dilihat adalah dari sampulnya. Sampul buku asli biasanya lebih berkualitas, kadang disertai gambar timbul maupun laminasi yang membuatnya lebih berkilau. Sementara buku bajakan biasanya tampak pudar dan lusuh. Lapisannya pun mudah luntur dan terkelupas.

BACA JUGA:

Bedah “Panduan Melawan Tirani”, Media Wahyudi Askar Bongkar Struktur yang Membuat Tirani Bertahan

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

3. Kualitas kertas dan cetakan yang buruk

Kebanyakan buku bajakan menggunakan kertas buram atau kertas koran. Warna tulisannya kadang juga pudar dan membayang. Tak heran jika kualitas buku bajakan lebih mirip dengan hasil fotokopi.

4. Tidak ada hologram dan tidak disegel

Buku resmi biasanya terdapat hologram dan barcode yang berisi informasi harga da nisi buku. Meskipun kedua hal ini tidak selalu menjadi faktor penentu keaslian buku, tetapi buku bajakan seringnya tidak mencantumkan hologram, bahkan kadang tidak bersegel.

5. Isi buku kacau balau

Buku resmi biasanya dicek secara teliti hingga dipastikan tidak ada buku cacat yang beredar. Lain halnya dengan buku bajakan, biasaya isi buku kacau balau, seperti salah halaman, bahkan tulisan yang terbalik.

Ada banyak kelemahan dari buku bajakan. Oleh karena itu telitilah secara detail sebelum Anda membeli buku, agar tidak kecewa setelahnya. (Zak/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

4 Alasan Stop Beli Buku Bajakan

Selanjutnya

Parenting Ala Prancis, Menggunakan Otoritas Secara Otoritatif tapi Tidak Otoriter

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

IMG_0105-scaled

Bedah “Panduan Melawan Tirani”, Media Wahyudi Askar Bongkar Struktur yang Membuat Tirani Bertahan

24 Agustus 2026
Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Buku Parenting Bringing Up BEBE, Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis, penulis Pamela Druckerman, penerbit Bentang, diresensi Oleh Jakarta Book Review

Parenting Ala Prancis, Menggunakan Otoritas Secara Otoritatif tapi Tidak Otoriter

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
IMG_0105-scaled

Bedah “Panduan Melawan Tirani”, Media Wahyudi Askar Bongkar Struktur yang Membuat Tirani Bertahan

24 Agustus 2026
Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In