Minggu, 18 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Parenting Ala Prancis, Menggunakan Otoritas Secara Otoritatif tapi Tidak Otoriter

Oleh Mujib Rahman
18 November 2021
di Resensi
A A
Buku Parenting Bringing Up BEBE, Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis, penulis Pamela Druckerman, penerbit Bentang, diresensi Oleh Jakarta Book Review

Buku Parenting Bringing Up BEBE, Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis, penulis Pamela Druckerman, penerbit Bentang, diresensi Oleh Jakarta Book Review

Aspek terpenting dalam mendidik anak adalah otoritas. Menurut penulis buku ini, Pamela Druckerman, otoritas adalah hal kunci dalam mengontrol anak dalam pola pengasuhan sehari-hari, dan inilah hal yang paling mengesankan dari model pengasuhan ala Prancis. Dengan otoritas orang tua menjadi otoritatif, tetapi tidak otoriter. Dengan begitu posisinya menjadi jelas, orang tua yang menentukan tetapi tidak boleh sewenang-wenang.

Pamela baru pindah dari Amerika Serikat ke Prancis saat dewasa. Suatu ketika ia membawa Leo, anaknya yang berusia dua tahun, pergi ke taman. Sudah biasa dalam situasi seperti ini ia benar-benar kalang kabut. Leo adalah anak yang cepat. Ia bergerak kesana kemari bagai tornado.

Di taman, Leo diberi mainan pasir di sebuah kalangan yang dibatasi dengan pagar. Saat Pamela sibuk berbincang dengan Frederique, Leo tak berhenti bikin ulah dengan cara membuka pagar dan berlari keluar. Setiap kali Leo mulai membuka pagar, Pamela bangkit mengejar, memarahi, kemudian menyeretnya kembali ke dalam.

Frederique mengajarkan sesuatu yang lazim dilakukan orang tua Prancis. Pamela diminta lebih tegas menerapkan aturan. Perlu ada pesan yang jelas agar Leo tak meninggalkan kotak pasir. Lalu Frederique mengajarkan kata “tidak”, yang diucapkan dengan tegas.

Ketika Leo mulai keluar gerbang lagi. Pamela mencoba mengatakan “tidak” dengan suara lebih keras daripada biasanya. Namun Leo tetap pergi. Sepertinya teknik ini tidak berhasil.

BACA JUGA:

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

The Great Gatsby: Kemewahan, Cinta, dan Kehampaan

Namun Fred mengajarkan kembali pengucapan “tidak” dengan lebih berintonasi. Bukan berteriak, tetapi dengan nada dan mimik lebih meyakinkan. “Jangan khawatir, itu tak akan membuat Leo takut,” katanya.

Pada percobaan keempat, Pamela sudah bisa mengucapkan dengan keyakinan penuh. Ketika Leo mulai mendekati gerbang, Pam segera mengucapkan “tidak”, kali ini dengan sangat yakin. Leo mendekati pintu gerbang, tetapi anehnya tidak membukanya. Anak lucu itu menatap Pamela sebentar, lalu kembali ke permainan pasir. Sepuluh menit berlalu, Leo tak mencoba membuka pagar lagi.

Orang Prancis memiliki maksud berbeda dari orang Amerika ketika menyebut diri “keras”. Inilah model Cadre: bingkai tegas yang mengelilingi banyak kebebasan. Anak-anak Prancis umumnya dibiarkan sebebas mungkin tanpa memaksakan aturan tidak berguna, namun ada batas terluar yang harus ditaati.

Kenakalan kecil disebut betise, dan biasanya dibiarkan saja. Orang tua tentu memiliki batas, namun biasanya hanya terkait dengan bahaya dan rasa hormat pada orang lain. Alasannya, jika setiap perilaku buruk dibalas dengan level sama, anak-anak tak akan tahu mana yang penting.

Daniel Marcelli, kepala psikiatri anak di Rumah Sakit Poitiers adalah penulis buku, kebanyakan soal parenting. “Jika Anda selalu melarang, Anda otoriter,” katanya. Menurutnya, inti dari otoritas orang tua adalah mengizinkan anak-anak melakukan berbagai hal, bukan mencegahnya. Maka orang tua harus merespon hampir semua hal dengan kata “iya”, selain membebaskan, kata itu dapat menegakkan otoritas.

Pola yang dibangun ini adalah tentang dinamika dan tujuan jangka panjang. Tanda sebuah pendidikan berhasil adalah menancapkan kepatuhan pada anak sampai dia bebas mengizinkan dirinya sendiri.

Orang tua yang tidak tegas membuat anak-anak tidak memiliki batasan. Tanpa batasan, anak-anak akan dikalahkan oleh keinginan mereka sendiri yang makin lama makin kacau. Cadre membantu mewadahi kekacauan batin dan pada akhirnya membuat anak-anak tenang. Tantrum terjadi ketika anak-anak kewalahan menghadapi keinginan dan tak tahu cara menghentikan diri.

Buku Bringing Up Bébé: Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis ini ditulis oleh Pamela Druckerman seorang mantan reporter The Wall Street. Dari Amerika Serikat ia pindah ke Prancis bersama Simon, jurnalis Inggris.

Membesarkan tiga anak di Prancis memberinya banyak pengalaman baru sekaligus memahami gaya pengasuhan ala Prancis yang khas. Orang Prancis bahkan mampu melawan hal-hal alamiah demi mendapatkan hasil terbaik.

Misalnya melatih bayi tidur malam. Padahal sudah wajar di mana-mana bayi terbangun pada malam hari. Namun orang Prancis bisa melatih bayi tidur sepanjang malam, dan itu ternyata sangat baik. Mereka juga sukses melatih anak-anak respek pada orang lain, bersabar menunggu, makan dengan tenang, berperilaku sopan, dan disiplin belajar.

Judul: Bringing Up BEBE, Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis

Penulis: Pamela Druckerman

Penerbit: Bentang

Genre: Parenting

Edisi: Cetakan Ke-3 2020 (Soft Cover)

ISBN : 978-602-291-687-1

Diresensi Oleh Jakarta Book Review

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Jangan Tertipu! Ini 5 Ciri Buku Bajakan

Selanjutnya

Bringing Up Bebe, Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025
Cover buku "The Great Gatsby"

The Great Gatsby: Kemewahan, Cinta, dan Kehampaan

9 Oktober 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
Bringing Up Bebe, Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis

Bringing Up Bebe, Rahasia Kedamaian Pengasuhan ala Prancis

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: How to Talk so Kids will Listen & Listen so Kids will Talk: Teknik Membangun Hubungan Harmonis dengan Anak - Blog Rene Turos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

Tahap Akhir “AYO BACA!” Institut Prancis Indonesia: Soroti Dunia Literasi dan Sastra Kontemporer

14 November 2025
Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

Buku “The Girl with the Dragon Tattoo” Jadi Best Crime & Mystery versi Goodreads

29 Oktober 2025
Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

Mitos, Mitigasi, dan Krisis Iklim: Membaca Narasi Putri Karang Melenu dan Naga Sungai Mahakam

20 Oktober 2025

© 2025 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In