Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

4 Alasan Stop Beli Buku Bajakan

Oleh Siti Khotijah
18 November 2021
di Berita Buku
A A
Ilustrasi buku bajakan (Foto: idntimes.com/Jakarta Book Review)

Ilustrasi buku bajakan (Foto: idntimes.com/Jakarta Book Review)

Jakarta – Mahalnya harga buku resmi dan dianggap sulit dijangkau, membuat praktek peredaran buku bajakan masih terus terjadi, tak terkecuali di Indonesia.

Mudahnya menemukan buku bajakan di toko offline maupun online membuat banyak orang berpikir peredaran buku ini tidak melanggar hukum.

Oleh karena itu, sebelum terlanjur perlu diketahui mengapa kita harus berhenti membeli dan membaca buku bajakan. Beberapa alasannya,

Melanggar hukum

Membeli dan membaca buku bajakan, artinya mendukung tindak kriminal. Pasalnya, pemerintah Indonesia memiliki payung hukum yang melindungi berbagai karya cipta, dan buku merupakan salah satu bentuk ciptaan yang dilindungi oleh undang-undang (Pasal 40 ayat (1) huruf a UU Hak Cipta).

Lebih lanjut, pada pasal 113 ayat (4) UU Hak Cipta mengatur bahwa setiap orang yang melakukan pembajakan akan dikenai hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp4 miliar.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Tidak menghargai karya sang penulis

Seorang penulis biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan satu buku, tak jarang hingga bertahun-tahun. Selain proses yang panjang, di setiap karya tentu terkandung ide, inspirasi, kreativitas, pesan, dan unsur-unsur lain yang tidak ternilai harganya.

Jika oknum tak bertanggung jawab terus-menerus melakukan pembajakan dan didukung pula oleh para pembeli, besar kemungkinan para penulis akan menjadi kurang termotivasi untuk menulis lagi.

Kualitas buku yang rendah

Buku bajakan biasanya memiliki harga lebih rendah bahkan bisa sampai setengah dari harga buku resminya. Sebanding dengan harganya, buku bajakan biasanya memiliki kualitas buku yang jelek.

Biasanya buku bajakan menggunakan kertas koran untuk lembaran halaman, cover buku pudar, lem yang mudah lepas bahkan desain sampul buku berbeda. Selain itu, buku bajakan ini banyak lembaran cacat yang tidak layak baca.

Merugikan banyak pihak

Proses pembuatan satu buku sangatlah panjang. Banyak orang yang terlibat, serta menghabiskan dana yang besar. Setelah  buku sampai ke tangan pembaca, penulis hanya mendapat sedikit keuntungan yang nantinya akan dibagi dengan penerbit dan untuk membayar pajak.

Jika Anda masih terus membeli dan membaca buku bajakan, maka Anda dapat merugikan banyak orang.

Meskipun dicap memiliki harga mahal, Anda tetap bisa mendapatkan buku resmi dengan harga terjangkau dengan cara mengikuti pre-order, mengunjungi bazar buku dari toko buku besar, atau membeli buku bekas. Jika Anda tidak ingin membelinya, Anda bisa meminjamnya di perpustakaan. (Zak/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

DKPUS Babel Terima Buku Kenang Hanandjoeddin

Selanjutnya

Jangan Tertipu! Ini 5 Ciri Buku Bajakan

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Jangan Tertipu! Ini 5 Ciri Buku Bajakan

Jangan Tertipu! Ini 5 Ciri Buku Bajakan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In