Rabu, 17 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Yudi Latif: Mimpi tanpa Strategi adalah Omon-omon

Dari bedah buku "Strategi Indonesia 2040" karya pakar strategi, Dr. Rahmat Mulyana.

Oleh Redaksi JBR
19 Oktober 2024
di Berita Buku
A A

Menjelang pelantikan presiden terpilih, ReneTuros pada Jumat (18/10) menggelar acara bedah buku “Strategi Indonesia 2040” karya pakar strategi, Dr. Rahmat Mulyana, di kawasan Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Buku ini menyajikan strategi pembangunan jangka panjang Indonesia.

“Tanpa tata kelola yang efisien dan strategi yang jelas,” kata Yudi Latif membuka, “Indonesia bisa kehilangan momentum emas yang penting dalam 25 tahun ke depan. Momentum ini ada di tangan pemerintahan baru. Namun, tantangan terbesar adalah kabinet baru yang gemuk, hal ini berpotensi memperlambat proses akselerasi di dua tahun pertama pemerintahan,” jelas mantan kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini.

Yudi Latif menyoroti bahwa pembangunan bangsa harus mencakup tiga aspek penting: mental kultural, tata kelola kelembagaan sosial-politik, dan tata sejahtera (ekonomi). Menurut Yudi, ketiga aspek ini harus berjalan secara inklusif dan bersinergi jika Indonesia ingin mencapai pembangunan yang utuh.

Penulis buku “Negara Paripurna” ini menyayangkan bahwa masih banyak pemimpin di negeri ini, bahkan sekelas presiden, yang tidak klir dalam mendefinisikan pembangunan. Pada akhirnya yang dilakukan adalah bukan membangun tapi malah merusak. Baginya, pembangunan adalah gerak berkelanjutan untuk meningkatkan mutu manusia dan peradaban, baik aspek lahir maupun batin.

“Pemerintah tidak boleh hanya fokus pada pembangunan fisik seperti Ibu Kota Negara (IKN), tetapi juga harus membangun mentalitas dan jiwa bangsa,” pungkas doktor sosiologi politik jebolan Australian National University (ANU).

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Yudi juga menggarisbawahi pentingnya buku ini dalam menghubungkan visi kebangsaan dengan strategi yang realistis. “Para pemimpin sering berhenti pada mimpi. Namun, mimpi tanpa strategi hanya menjadi angan-angan alias omon-omon. Buku ini mengajak kita membangun strategi yang terukur, menghubungkan antara mimpi dan eksekusi nyata,” jelasnya.

Baca juga

Menuju Indonesia 2040 yang Bukan Kaleng-kaleng

Topik: strategistrategi indonesia 2040
SendShareTweetShare
Sebelumnya

“Pesan” Ta-Nehisi Coates tentang Tragedi Palestina

Selanjutnya

Kanjeng Doktor Bahlil

Redaksi JBR

Redaksi JBR

You are what you read, you read what we review.

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Kanjeng Doktor Bahlil

Kanjeng Doktor Bahlil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In