Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Pesan Cinta Mbah Moen: Untaian Nasihat dalam 128 Hikmah

Resensi buku “Pesan Cinta Mbah Moen” terbitan Rene Islam

Oleh Mujib Rahman
18 April 2022
di Resensi
A A
Buku “Pesan Cinta Mbah Moen” terbitan Rene Islam

Buku “Pesan Cinta Mbah Moen” terbitan Rene Islam

“Termasuk wong sing ora duwe adab karo pangeran kuwi Cung, wong angger ndungo langsung njaluk opo sing dikarepi tanpo basa-basi muji pangeran disik, tanpo wasilah nganggo salah siji asmaul husnane pangeran, tanpo wasilah karo kanjeng nabi”.

Artinya: Termasuk golongan orang yang tidak beradab kepada Allah, orang yang ketika berdo’a langsung meminta apa yang dimaui, tanpa memuji Tuhan dan tanpa berwasilah dengan salah satu asmaul husna serta tidak bersalawat Nabi.

Untaian kalimat di atas adalah petuah bijak dari KH. Maimun Zubair, ulama kharismatik asal Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Tokoh yang akrab dipanggil Mbah Moen ini lahir di Rembang 28 Oktober 1928 dan wafat di Mekah pada 06 Agustus 2019.

Mbah Moen adalah putra KH. Zubair Dahlan (Mbah Zubair) dan Nyai Mahmudah. Zubair Dahlan (1905-1969), adalah murid kesayangan Syekh Said al-Yamani dan Syekh Hasan al-Yamani al-Makky sedangkan Nyai Mahmudah adalah putri KH. Ahmad bin Syu’aib. 

Mbah Moen sendiri dididik langsung oleh Mbah Zubair dan kemudian belajar ke berbagai pesantren di Jawa, seperti Lirboyo, Kediri, Jawa Timur. Ia lalu belajar ke Mekah, Arab Saudi, mengaji kepada Sayyid Alawi al-Maliki, Syekh al-lmam Hasan al-Masysyath, Sayyid Amin al-Quthbi, Syekh Yasin Isa al-Fadani, dan Syekh Abdul Qodir al-Mandaly.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Mbah Moen adalah guru para ulama di Jawa abad 2i yang dikenal sangat kharismatik dan sangat alim (berilmu). Melalui pesantren Al-Anwar yang diasuhnya, Maimun Zubair menghasilkan banyak kiai yang memimpin banyak pesantren. Di antara murid Mbah Moen adalah KH. Baha’uddin Nursalim yang dikenal dengan panggilan Gus Baha’ yang qaul-qaulnya menjadi rujukan keilmuan banyak kalangan, terutama kaum nahdliyin.

Kembali ke tema di atas, menurut Mbah Moen, tawasul adalah sebuah teknik mengambil sarana agar komunikasi dengan Allah memiliki daya dukung, karena tawasul juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan ketaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya, mengikuti petunjuk rasulullah dan mengamalkan seluruh amalan yang dicintai dan diridhai-Nya.

Secara harfiyah tawasul atau wasilah dapat berarti segala hal yang dapat menyampaikan dan mendekatkan kepada sesuatu. Bertawasul dengan asmaul husna adalah bentuk sopan santun di hadapan Allah karena merupakan pengakuan eksplisit atas sifat-sifat Allah yang maha segalanya.

Dalam buku “Pesan Cinta Mbah Moen” yang diterbitkan Rene Islam ini, sebanyak 128 pesan diabadikan dalam catatan pendek, yang bentuknya hanya statement-statement tanpa diberi penjelasan. Petuah-petuah itu dikutip persis seperti aslinya, sebagian berbahasa Jawa dan sebagian lainnya berbahasa Indonesia.

Hampir semua perkataan Mbah Moen mengandung petuah yang berhikmah tinggi. Di rumah Mbah Moen di Sarang, Rembang, orang-orang selalu ramai sowan untuk mendengar nasihat-nasihat bijaknya, yang seringkali pas dengan konteks kehidupan orang yang mendapat nasihat itu.

Di antara nasihat-nasihat itu ada yang tentang kehidupan, pendidikan, keluarga, hingga hal-hal yang bersifat umum. Misalnya “Ora kabeh wong pinter kuwi bener, ora kabeh wong bener kuwi pinter. Akeh wong pinter ning ora bener lan akeh wong bener senajan ora pinter. Nanging tinimbang dadi wong pinter ning ora bener, luwih becik dadi wong bener senajan ora pinter”.

Artinya: Tidak semua orang pintar itu benar, tidak semua orang benar itu pintar. Banyak orang yang pintar tapi tidak benar dan banyak orang benar meskipun tidak pintar. Daripada jadi orang pintar tapi tidak benar, lebih baik jadi orang benar meskipun tidak pintar.

Kebanyakan statement Mbah Moen ini sudah pernah dipublikasikan di berbagai media massa maupun media sosial. Pesan-pesan dari berbagai sumber ini dihimpun oleh KH. Anis Maftuhin, pengasuh pesantren Wali, Salatiga, Jawa Tengah.

Soal keasliannya tidak diragukan lagi. Buku ini diberi pengantar oleh putra Mbah Moen, KH. Idror Maimoen atau Gus Idror. Menurutnya semua yang terekam dalam buku ini adalah sebagian kecil dari ajaran-ajaran Mbah Moen. Lebih banyak lagi adalah perkataan beliau yang belum terekam dan terdokumentasikan. “Kami sangat mengapresiasi hadirnya buku ini, semoga bisa menjadi salah satu dokumentasi sejarah yang diwariskan ke seluruh umat islam dan bangsa Indonesia tercinta,” tandas Gus Idror dalam pengantar.

“Abah bukan hanya milik keluarga tetapi masyarakat. Abah memiliki nasionalisme yang tinggi dan selalu optimis pada bangsa ini. Beliau ingin Indoensia menjadi negara nomor sartu dalam uswah (keteladanan-red). Semua pesan-pesan beliau adalah endaan seluruh gagasan, pemikiran, sikap dan komitmen beliau sebagai khadimul ummah atau pelayan masyaraat”.

Mbah Moen adalah sosok ulama intelek yang memilih jalan tradisional. Ia merupakan intelektual multitalenta dan multiperan sebagai ulama, politisi, dan pengayom umat. Semasa hidupnya Mbah Moen dikenal sebagai orang yang zuhud, sabar, penyayang, santun, rendah hati, dan bijak.

Mbah Moen tidak hanya disayang oleh bangsa Indonesia, tetapi juga para ulama di Arab Saudi yang menganggapnya sebagai panutan yang penuh kasih sayang. Ia tak ubahnya sosok ulama sempurna (insan kamil), baik secara ilmu pengetahuan, spiritualitas, maupun pengalaman.

Melalui buku ini, pembaca dapat merasakan tutur kata Mbah Moen yang mengandung nasihat-nasihat bijak. Beliau sudah tidak bersama dengan kita lagi, namun kata-kata nasihatnya akan abadi di setiap sanubari seluruh manusia Indonesia.

Judul: Pesan Cinta Mbah Moen

Penulis : KH. Anis Maftuhin, dkk

Penerbit : Rene Islam

Genre: Spiritual Islam

Tebal : 242 halaman

Edisi: Cet 4, Maret 2021

ISBN : 978-602-1201-73-2

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Ponpes Darul Hikam Gaet IPNU-IPPNU Jember Gelar Bedah Buku Tentang Sedekah

Selanjutnya

The Power Of Azan

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
The Power Of Azan

The Power Of Azan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In