Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Jangan Berharap Hidupmu Mulus, Kalaupun terjadi Itu Anugerah

Resensi buku Tenangkan Pikiran dan Hatimu Setiap Saat dengan Petuah Bijak Jilid II terbitan Wali Pustaka Jakarta

Oleh Mujib Rahman
11 Maret 2022
di Resensi
A A
Buku Tenangkan Pikiran dan Hatimu Setiap Saat dengan Petuah Bijak terbitan Turos Pustaka Jakarta

Buku Tenangkan Pikiran dan Hatimu Setiap Saat dengan Petuah Bijak terbitan Turos Pustaka Jakarta

Hidup di dunia itu harus memiliki kesiapan menerima semua hal yang terjadi, termasuk hal-hal yang dibenci. Karena pada dasarnya dunia itu tempatnya kegelisahan, kegundahan, dan cobaan. Lagipula semua hal yang dibenci, termasuk kegagalan, kemiskinan, dan kemalangan itu baik dalam konteks menekan hawa nafsu dan mendidik keikhlasan serta kesabaran.

Imam Junaid al-Baghdadi adalah seorang guru yang alim lagi bijak, cucu murid Imam Syafi’i. Ia mengatakan, segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini tak pernah dianggapnya buruk.

Hal baik dan hal buruk niscaya akan datang silih berganti sesuai fitrah dunia. Bila hal buruk terjadi Imam Juniad selalu siap dengannya, dan apabila ditakdir baik, itu merupakan anugerah.

Buku “Tenangkan Pikiran dan Hatimu Setiap Saat dengan Petuah Bijak Jilid 2” ini merupakan kumpulan nasehat dari tiga ulama ternama sepanjang masa. Yang tertua adalah Imam Sufyan Ats-Tsauri (715-778 M), lalu Imam Syafi’i (767-820 M), dan Imam Junaid al-Baghdadi (830-910 M).

Ketiganya memiliki sanad keilmuan dan ideologis yang sangat erat. Imam Sufyan Ats-Tsauri adalah kakek guru Imam Syafi’i, karena Imam Syafi’i berguru kepada Imam Malik yang merupakan murid Sufyan Ats-Tsauri. Tetapi konon Imam Syafi’i juga pernah berguru langsung kepada Sufyan Ats-Tsauri. Sedangkan Junaid al-Baghdadi adalah cucu muridnya, karena guru Imam Junaid adalah Abu Tsur al-Kalbi, murid langsung Imam Syafi’i.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Reputasi ketiganya tak diragukan lagi. Imam Syafi’i dikenal sebagai imam utama pendiri mazhad Syafi’iyah yang kealimannya tak tertandingi sampai saat ini. Ia hafal al-Quran pada usia tujuh tahun dan hafal kitab al-Muwattha’ karangan gurunya, Imam Malik, pada usia 10 tahun. Adapun Imam Junaid dianggap sebagai ulama fiqih pembaharu yang dijuluki Syaikh ath-Tha’ifah yang artinya pemimpin kaum sufi.

Petuah-petuah mereka yang terserak dalam berbagai naskah dihimpun oleh Shalih Ahmad Asy-Syami dalam sebuah kitab, yang kemudian diadopsi oleh Wali Pustaka sebagai serial lanjutan dari buku yang diterbitkan sebelumnya dengan judul sama. Serial sebelumnya adalah untaian nasehat tiga ulama besar lain, yaitu Hasan Bashri, Imam Ghazali, dan Syekh Abdul Qadir al-Jailani.

Seperti buku sebelumnya, Tenangkan Pikiran & Hatimu jilid 2 ini memuat nasehat-nasehat pendek yang bila diuraikan akan sangat panjang karena setiap kata mengandung makna yang dalam. Misalnya tentang lima kunci kebaikan, orang paling mulia, gambaran dunia, khusnul khotimah, empat keutamaan dalam hidup, ridha dengan takdir Allah, dan tentang keselamatan.

Terdapat pula beberapa hal yang perlu diwaspadai, seperti mengejar jabatan, titik lemah manusia, menjilat, tiga perkara terlarang, dengki, dan ahli nafsu. Dalam petuah-petuah yang selalu relevan sepanjang masa ini, ketiga ulama sufi yang sudah mencapai tingkat ma’rifatullah ini secara umum mengingatkan tentang bahaya cinta dunia, jabatan, dan nafsu-nafsu yang tersembunyi di balik jiwa manusia.

Biang keladi hilangnya ketenangan hati dan pikiran adalah tidak adanya keyakinan akan jaminan rezeki Allah, ditandai sirnanya rasa syukur. Di sana selalu ada keinginan mendapatkan sesuatu yang lebih besar dari yang dimilikinya. Kehilangan harta, jabatan, dan keluarga, terkadang dianggap sebuah keterpurukan, padahal semua yang ada di dunia ini adalah milik Allah dan apa yang dikuasai manusia pada dasarnya hanyalah titipan.

Menurut Imam Sufyan Ats-Tsauri, dunia itu ibarat roti yang diolesi madu. Manusia ibarat lalat yang terbang di atasnya. Bila dia hinggap menjejakkan kaki di atasnya, niscaya ia terjebak dan tak pernah selamat. Sebaiknya lalat itu hinggap di atas roti yang kering, sehingga ia dapat memakan sedikit dan tidak terlalu manis, namun selamat hingga terbang kembali. (h 218)

Sifat-sifat yang berpangkal pada hubbuddun’ya dan hazzunnafs akan menjauhkan manusia dari rasa bahagia. Mereka memiliki sesuatu tetapi sibuk menginginkan sesuatu yang lainnya. Imam Syafi’i berkata, hidup di dunia itu wajib bahagia, bagaimanapun kondisinya. Hilangnya kebahagiaan dan lenyapnya pahala adalah musibah paling nestapa di dunia ini.

Abdur Rahman bin Mahdi pada suatu ketika tenggelam dalam kesedihan karena putra tercintanya meninggal dunia. Saking sedihnya ia tidak mau makan untuk beberapa lama. Kejadian ini terdengar oleh Imam Syafi’i dan beliau menulis surat untuknya. “Hiburlah dirimu, sebagaimana engkau menghibur orang lain ketika ditinggal pergi orang yang disayangi. Hina sekali perbuatan yang engkau lakukan, sebagaimana engkau mencela perbuatan itu ketika dilakukan orang lain”.

“Aku mengiburmu bukan karena kuyakin hidup selamanya, tetapi semata-mata karena perintah agama. Dia yang meninggal tidak hidup kekal, sama dengan mereka yang berbela sungkawa, mereka tidak kekal walau hidup lebih lama”. (h 47)

Judul: Tenangkan Pikiran & Hatimu Setiap Saat dengan Petuah Bijak

Penulis: Shalih Ahmad asy-Syami

Penerbit: Wali Pustaka

Genre: Agama Islam/Tasawuf

Tebal: 300 halaman

Edisi: Hard Cover Cet 1, Desember 2021

ISBN: 978-623-7325-27-7

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

5 Sastrawan Perempuan Indonesia yang Mendunia

Selanjutnya

The Industries of Future : Menyadari Implikasi Teknologi Ultra Moderen dan Merancang Intervensi Sejak Dini

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Resensi buku The Industries of Future karya Alec Ross penerbit Renebook

The Industries of Future : Menyadari Implikasi Teknologi Ultra Moderen dan Merancang Intervensi Sejak Dini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In