Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Al-Balkhi Menghadirkan Solusi Problem Kesehatan Mental Masa Depan

Oleh Ariel Achmad Pramudya
27 Februari 2023
di Resensi
A A
Al-Balkhi Menjawab Problem: Kesehatan Mental Masa Depan

Al-Balkhi Menjawab Problem: Kesehatan Mental Masa Depan. (Foto: Jakarta Book Review)

Isu kesehatan mental kini menjadi sorotan para remaja. Coba simak kejadian berikut ini, seorang mahasiswa rantau ditemukan tergeletak tak bernyawa di pelataran sebuah hotel di bilangan Sleman, Yogyakarta. Orang-orang di sekitar tempat kejadian langsung berhamburan mencari tahu apa gerangan penyebab mahasiswa nahas ini menghembuskan nafas terakhirnya. Tak selang lama, pihak berwenang mengklarifikasi bahwa mahasiswa berlumur darah ini lompat dari rooftop hotel tempat dia dan teman-temannya mengikuti sebuah acara.

Iya, yang baru saja terjadi pada hari Sabtu, 8 Oktober 2022 ini adalah sebuah peristiwa bunuh diri. Sebuah puncak gunung es dari akumulasi ragam gangguan mental pada seseorang. Persis seperti yang terjadi pada kasus ini, pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa lelaki muda malang ini menyimpan surat keterangan dari psikolog perihal gangguan kesehatan mental yang dideritanya.

Tidak hanya orang dewasa, banyak sekali remaja hari ini yang mengidap beragam gangguan mental. Sebab stigma yang selalu membayangi pengidap sebagai orang yang tak normal atau karena tidak mendapat penanganan yang tepat, banyak penyintas gangguan mental yang lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya. Lantas, apakah Islam mempunyai solusi terhadap isu darurat ini?

Kesehatan Mental Dalam Sejarah Islam

Dalam lintasan sejarah, sebenarnya ada seorang pelopor kajian kesehatan mental dalam Islam yang lebih dari 1000 tahun lalu menulis isu gangguan mental serta terapi penyembuhannya dan masih relevan lintas zaman. Seorang ulama-ilmuwan muslim yang sangat futuristik menawarkan solusi untuk masalah yang terjadi pada generasi masa depan. Buku ini adalah terjemahannya. Melalui buku ini kita bisa menyatakan bahwa Islam menjawab isu kesehatan mental secara saintifik.

Buku ini merupakan terjemahan dari bahasa Arab berjudul asli Mashâlih al-Abdân wa al-Anfus (Kesehatan Fisik dan Mental), oleh penulis murid al-Kindi bernama Abu Zaid al-Balkhi (850—934 M), hidup lebih dulu dari Ibnu Sina (980—1037 M). Al-Balkhi juga salah seorang pionir ilmuwan muslim yang menyatakan dengan tegas bahwa penyakit mental dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang, dan sebaliknya. Hal inilah yang dalam psikologi modern dikenal dengan istilah psikosomatik.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Buku ini menjawab ragam persoalan mental di atas. Sebagaimana judul buku yang ada sejak abad ke-9 ini, al-Balkhi menjelaskan urgensi kesehatan mental dan kesehatan fisik. Dalam buku ini, ia juga mendeskripsikan beragam gangguan mental dan terapi untuk menyembuhkannya.

Namun, berbeda dengan Ibnu Miskawaih dan Imam al-Ghazali yang melihat emosi dari sudut pandang akhlak murni dan menyarankan teguran secara norma yang mungkin ideal dalam beberapa kasus, al-Balkhi mengajukan terapi dari dua sisi, perilaku dan kognitif. Sehingga, buku ini menyatukan terapi yang berbasis agama dan medis dengan sangat indah.

Beberapa gagasan yang al-Balkhi dalam buku ini adalah (1) tidak membedakan fisik dan mental karena keduanya sama-sama bisa sakit dan butuh perawatan. (2) Mereka yang mengidap gangguan mental tidak boleh dipandang aneh karena memang normal bagi seorang manusia mengalami gangguan mental. (3) Dalam menentukan terapi untuk pengidap mental illnessi atau bahkan tindakan medis untuk penderita penyakit fisik, kita tidak boleh menghiraukan sisi psikologis pasien.

Dari karya monumental al-Balkhi ini, kita akan memahami betapa pentingnya kesehatan mental kita, sebagaimana kesehatan fisik.

Beli di sini




Identitas Buku:
Judul: Kitab Kesehatan Mental
Penulis: Abu Zaid al-Balkhi
Penerbit: Turos Pustaka
Tebal: 276 halaman
Cetakan: Februari 2023
ISBN: 978-623-7327-80-


Topik: al-Balkhigangguan mentalHeadlinekesehatan fisikKesehatan mentalmental illnesspsikologpsikologi Islampsikosomatikpsikoterapiterapi mental
SendShareTweetShare
Sebelumnya

The Talent Code: Bakat dan Pintar bukan dari Keturunan

Selanjutnya

Imam al-Ghazali Menjawab Polemik Islam dan Evolusi

Ariel Achmad Pramudya

Ariel Achmad Pramudya

Editor penerbit Turos Pustaka

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Imam al-Ghazali Menjawab Polemik Islam dan Evolusi

Imam al-Ghazali Menjawab Polemik Islam dan Evolusi

Ulasan Pembaca 2

  1. Ping-balik: Ada Luka di Balik Senyum - Jakarta Book Review (JBR)
  2. Ping-balik: Benarkah Alkohol Membawa Kebahagiaan? Begini Pandangan Ibnu Sina - Blog Rene Turos

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In