Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Singapura Larang Penerbitan Buku ‘Red Lines’

Oleh Siti Khotijah
3 November 2021
di Berita Buku
A A
Red Lines Political Cartoons and the Struggle Against Censorship (Foto: amazon.com)

Red Lines Political Cartoons and the Struggle Against Censorship (Foto: amazon.com)

Singapura – Buku berjudul Red Lines: Political Cartoons and the Struggle Against Censorship gagal terbit di Singapura. Karena, buku ini dinilai memuat konten rasisme yang diatur dalam Undang-Undang Publikasi yang tak Diinginkan (UPA).

Secara spesifik, Otiritas Pengembangan Media Infokom (IMDA), Singapura, melarang penerbitan buku tersebut karena memuat kartun Nabi Muhammad. Kartun tersebut dibuat oleh Charlie Hebdo. Tak hanya itu, buku ini juga memuat referensi yang merendahkan agama lain, seperti Hindu dan Kristen.

Sejauh ini pihak IMDA bekerjasama dengan Kementerian Kebudayaan, Komunitas dan Remaja Singapura, serta Kementerian Urusan Rumah Tangga (MHA) telah mengidentifikasi 29 gambar yang tidak sesuai dengan UPA. IMDA pun juga telah menghubungi distributor buku, Alkem Company terkait masalah ini.

Sebagai informasi, kartun Nabi Muhammad yang dibuat oleh Charlie Hebdo ini pertama kali muncul pada 2006, dan telah mendapatkan kritik sebagai hasil karya yang tidak bertanggung jawab, serta rasis. Karena itu, banyak kantor publikasi yang menolak mempublikasikan kartun tersebut ditakutkan akan memicu protes dari masyarakat. Sejauh ini arus protes datang dari Indoneisa, Timur Tengah, dan Inggris.

Selain memicu protes, beberapa media internasional juga melaporkan bahwa kartun ini telah memicu pertengakaran dan pembunuhan. Sebanyak 12 orang terbunuh setelah kantor yang pertama kali menerbitkan buku ini diserang oleh sekelompok orang. Selain itu, seorang guru Perancis juga dibunuh oleh tiga remaja setelah ia menunjukan karikatur Nabi Muhammad di kelas yang diajarnya. (Zak/JBR)

BACA JUGA:

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Memaafkan Ketidaksempurnaan Menerima Diri Apa Adanya

Selanjutnya

Bahagia Bukan Dicari, Tetapi Diciptakan. Ini Resepnya

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Buku Resep Bahagia Imam Al-Ghazali Penulis Imam Al-Ghazali Penerbit Turos Pustaka Jakarta Book Revew

Bahagia Bukan Dicari, Tetapi Diciptakan. Ini Resepnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In