Sabtu, 20 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Selamat, Kota Strasbourg Terpilih Menjadi Kota Buku Dunia 2024

Oleh Siti Khotijah
22 Juli 2022
di Berita Buku
A A
Selamat, Kota Strasbourg Terpilih Menjadi Kota Buku Dunia 2024

Kota Strasbourg, Prancis terpilih sebagai kota buku dunia 2024. (Foto: m.kaskus.co.id/Jakarta Book Review)

Jakarta – The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization(UNESCO) menetapkan Kota Strasbourg, Prancis sebagai Kota Buku Dunia 2024 atau World Book Capital 2024. Penetapan ini berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat PBB. Untuk perayaannya akan berlangsung pada 23 April 2024 bertepatan dengan Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia.

Direktur Jenderal UNESCO, Audrey Azoulay mengatakan buku itu memiliki keunikan ganda, yaitu sebagai hiburan maupun sebagai petunjuk. “Jika seseorang mengalami kesulitan, tak sedikit dari mereka yang beralih ke buku. Buku juga memiliki kemampuan untuk menghibur dan mengajarkan sesuatu,” ucapnya, Rabu (20/7/2022) dikutip dari Kantor Berita Qatar (QNA).

Pemilihan Strasbourg sebagai ibu kota buku dunia 2024 datang setelah kota Guadalajara di Meksiko yang menjadi ibu kota buku dunia 2022 dan ibu kota Ghana Accra untuk 2023.

Terpilihnya Strasbourg sebagai ibu kota buku dunia merupakan buah hasil dari upaya pemerintah kota Strasbourg yang menjadikan buku sebagai sarana untuk mengatasi tantangan sosial dan perubahan iklim, melalui program seperti “Baca untuk Planet” serta minatnya pada warisan sastra. Terlebih lagi proyek-proyeknya yang berusaha menggabungkan sastra dengan bentuk artistik lainnya. Hal ini pun menarik perhatian UNESCO dan Komite Penasihat Ibu kota Buku Dunia.

Kota-kota yang terpilih sebagai ibu kota buku dunia oleh UNESCO, memiliki komitmen untuk mempromosikan buku dan kegiatan membaca untuk semua kalangan baik dari segi usia, kelompok, baik di dalam negeri maupun di perbatasan negara. Ditambah lagi kota-kota yang telah ditunjuk sebagai ibu kota dunia juga berjanji untuk menyelenggarakan berbagai program dan kegiatan untuk meningkatkan budaya literasi serta minat baca di kalangan masayarakat umum serta berbagi nilai-nilai UNESCO.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Sebagai informasi ibu kota buku sedunia merupakan inisiatif UNESCO sebagai bentuk apresiasi terhadap kota-kota di dunia yang mempromosikan buku dan mendorong kegiatan membaca baik melalui program ataupun kegiatan yang berkaitan. Predikat ini melekat selama satu tahun di mulai pada tanggal 23 April setiap tahunnya. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

5 Rekomendasi Buku yang Siap Mengantarkanmu Menjadi Dewasa dan Bahagia

Selanjutnya

5 Etika yang Sering Diremehkan Saat Berkunjung ke Perpustakaan

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
5 Etika yang Sering Diremehkan Saat Berkunjung ke Perpustakaan

5 Etika yang Sering Diremehkan Saat Berkunjung ke Perpustakaan

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In