Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Satupena Rilis 6 dari 100 Buku Pilihan

Oleh Siti Khotijah
17 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Satupena Rilis 6 dari 100 Buku Pilihan

Acara peluncuran enam dari 100 buku yang mewarnai Indonesia sejak era kolonial Belanda. (Foto: republika.co.id/Jakarta Book Review)

Jakarta – Perkumpulan penulis Indonesia Satupena merilis enam dari 100 buku yang mewanai Indonesia sejak era Kolonial, Kamis (16/12/2021). Keenam buku tersebut, yakni Habis Gelap Terbitlah Terang oleh RA Kartini, Salah Asuhan oleh Abdul Muis, Layar Terkembang oleh Sutan Takdir Alisjahbana, Sitti Nurbaya oleh Marah Rusli, Azab dan Sengsara oleh Merari Siregar, dan Atheis oleh Achdiyat K Mihardja.

Ketua umum Satupena, Denny JA, mengatakan sebelumnya pada Oktober 2021 daftar 100 buku yang berpengaruh sejak era kolonial telah dirilis. Ia menambahkan, perilisan ini terinspirasi dari Library of Congres di Amerika Serikat, yang menerbitkan kembali 88 buku yang membentuk Amerika Serikat. Dan juga terinspirasi dari daftar 100 western canon books: daftar 100 buku yang mewarnai sejarah dunia barat.

“Indonesia perlu memiliki versinya sendiri atas 100 buku yang mewarnai Indonesia sejak era kolonial,” ungkapnya.

Selain merilis enam dari 100 buku tersebut, Satupena juga meluncurkan buku perdana bertajuk “Perilaku Korupsi Elit Politik Indonesia” Print on Demand karya Dr. Satrio Arismunandar.

Berdasarkan hasil riset tim Satupena, buku paling tua yang dipilih terbit pada tahun 1920.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Ia berharap dengan perilisan buku-buku ini minat baca masyarakat semakin meningkat. Hal ini dikarenakan berdasarkan hasil riset menunjukan, buku semakin tidak dibaca. Dan keadaan ini tidak hanya terjadi di Indonesia.

Riset yanga dilakukan oleh National Endowment di Amerika Serikat (AS), menyebutkan, sejak tahun 2012, penduduk di AS dalam kurun waktu setahun hanya sempat membaca satu buku saja. Itupun terus menurun hingga di bawah 50 persen.

Meski demikian, menurut Denny, buku tetaplah harta karun budaya. Walau yang membaca buku bertambah sedikit, tapi buku yang bagus harus tetap diupayakan mudah diakses oleh siapapun yang mencarinya.

Dalam acara peluncuran buku ini, dilengkapi dengan diskusi buku dan live music. “Kita mentradisikan diskusi buku bahkan yang berat sekalipun dalam suasana santai. Dan tradisi ini akan terus dilestarikan oleh Satupena,” pungkasnya. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Hidup Dengan Indah Mati Dengan Damai, Tips Hebat Ala Kim Sang-hyun

Selanjutnya

Langkah Membuat Label Buku Layaknya di Perpustakaan

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Langkah Membuat Label Buku Layaknya di Perpustakaan

Langkah Membuat Label Buku Layaknya di Perpustakaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In