Senin, 22 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

#MusyawarahBuku Ulas Tafsir al-Quran, Hadapi Problem Zaman Akhir

Oleh Rizal Siddiq
18 Agustus 2023
di Berita Buku
A A
Bedah Tafsir al-Quran Imam Qusyairi

Jakarta — Forum Pembaca Turos menggelar acara inspiratif #MusyawarahBuku pada Minggu (13/8). Diskusi kali ini bertema “Memahami al-Quran Lewat Tafsir, Menjawab Problem Zaman Akhir.” Dalam acara yang terlaksana melalui platform Zoom ini, peserta akan merenungi “Tafsir Juz ‘Amma” karya Imam Qusyairi sebagai respons terhadap dinamika zaman yang semakin kompleks.

Dengan kehadiran lebih dari 50 peserta dari Forum Pembaca Turos, acara #MusyawarahBuku kali ini menghadirkan pencerahan tentang pentingnya pemahaman tafsir al-Quran. Dua pemateri utama, yaitu Kuswandani Yahdin, Lc, seorang ahli tafsir, dan Prof. Dr. Abad Badruzaman, seorang akademisi terkemuka, akan berbagi wawasan tentang tafsir al-Quran. Diskusi dipandu oleh Ariel Achmad Pramudya sebagai moderator.

Pentingnya Memahami Tafsir al-Quran

Menurut Kuswandani Yahdin, Lc, pemahaman akan al-Quran tidak cukup hanya dengan terjemahan saja. Agar memahami setiap konteksnya, merujuk kepada tafsir adalah pilihan yang lebih baik.

“Tafsir sufistik memberikan dimensi lebih dalam dalam pemahaman ayat-ayat al-Quran. Ini bukan sekadar memahami teks, tetapi merasakan dan menghayati konteks serta maknanya”, ungkap Kuswandani.

Sementara itu, Prof. Dr. Abad Badruzaman menekankan peran penting kesadaran (consciousness) dalam menjalani proses tafsir al-Quran. Ia menegaskan bahwa kesadaran akan perbedaan waktu dan geografis antara masa turunnya kalam ilahi dengan zaman sekarang memiliki dampak signifikan terhadap interpretasi tafsir yang beragam.

BACA JUGA:

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

“Piranti pertama yang harus dimiliki seorang mufassir atau muthawwil untuk berinteraksi dengan al-Quran meskipun kita bukan penutur bahasa Arab asli adalah al-inshof (kesadaran)”, tutur Prof. Dr. Abad Badruzzaman.

Antusiasme Peserta Diskusi

Terlaksana mulai dari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, #MusyawarahBuku menghadirkan suasana diskusi yang interaktif dan penuh semangat. Moderator berhasil menjaga dinamika dan melibatkan partisipasi para peserta. Antusiasme peserta tercermin dalam sejumlah pertanyaan yang muncul, yang menunjukkan minat mereka untuk memahami konsep tafsir secara mendalam.

Respons Zaman Akhir dengan al-Quran

Melalui #MusyawarahBuku ini, para peserta diharapkan dapat merespons tantangan zaman akhir dengan memahami al-Quran secara lebih dalam dan kontekstual. Dengan menghadirkan berbagai sudut pandang tafsir, peserta dapat merenungkan dan mengaplikasikan pesan-pesan al-Quran dalam kerangka kehidupan yang semakin kompleks.

Bagi para pembaca yang belum sempat mengikuti #MusyawarahBuku kali ini, bisa menyaksikannya kembali di kanal Youtube Rene Turos Studio dengan klik link berikut ini.

Topik: abad badruzzamanimam qusyairikuswandani yahdintafsir al-qurantafsir juz amma
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Jalan Pulang, Peziarahan Batin Menemukan Diri

Selanjutnya

Hadirkan Cara Islami Mencintai Diri, Rene Islam Terbitkan Buku “Agar Letih Berangsur Pulih”

Rizal Siddiq

Rizal Siddiq

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Atasi Kelelahan Hidup, Rene Islam Terbitkan Buku "Agar Letih Berangsur Pulih"

Hadirkan Cara Islami Mencintai Diri, Rene Islam Terbitkan Buku "Agar Letih Berangsur Pulih"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In