Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Mein Kampf Buku Paling Berbahaya di Dunia, Rilis Sejak 97 Tahun Lalu

Oleh Siti Khotijah
10 Agustus 2022
di Berita Buku
A A
Mein Kampf Buku Paling Berbahaya di Dunia, Rilis Sejak 97 Tahun Lalu

Jakarta – Di dunia ini ada satu buku yang dicap paling berbahaya, yaitu Mein Kampf, karya Adolf Hitler. Buku ini rilis pada 97 tahun lalu tepatnya 18 Juli 1925.

Awal Mula

Mein Kampf atau My Struggle atau Perjuanganku, berisi tentang sebuah manifesto karangan diktator ternama asal Jerman, Adolf Hitler. Dilansir dari Britannica, buku ini Hitler tulis sewaktu ia dijebloskan ke penjara di Landsberg, Jerman kurang lebih selama 13 bulan.

Buku ini terbit dalam dua volume yang rilis pada tahun 1925 dan 1927. Selanjutnya pada tahun 1930 muncul edisi singkat dari Mein Kampf. Lebih lanjut, ragam versi Mein Kampf pada tahun 1939 telah terjual hingga 5,2 juta eksemplar dan telah diterjemahkan dalam 11 bahasa.

Namun, pada tahun 1946 buku ini ditarik dari peredaran dan dibekukan hak ciptanya selama tujuh dekade. Penarikan ini berdasar ketakutan akan kemungkinan buku ini mampu menumbuhkan bibit-bibit pemikiran Nazism terutama bagi pembacanya. Dan selama pembekua, hak cipta penerbitan diserahkan pada Negara Bagian Bavaria di Jerman.

Sampai pada 1 Januari 2016, pembekuan hak cipta tersebut dicabut. Buku ini diterbitkan ulang dengan ragam anotasi, tafsiran, dan keterangan yang diberikan oleh sejarawan dari Institut Sejarah Kontemporer Munich.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Edisi cetak ulang yang diberi judul Mein Kampf: A Critical Edition berhasil menarik perhatian dan minat para pembaca. Terbukti di Jerman saja buku ini dicetak ulang hingga lebih dari 80.000 eksemplar. Bahkan majalah Der Spiegel, Jerman, mencatat bahwa buku ini menjadi buku nonfiksi terlaris selama 35 minggu.

Dari segi isi, buku ini memuat empat tesis utama. Pertama, antisemitism, yaitu dasar pemikiran dalam gerakan Partai Nazi yang menganggap bangsa Yahudi sekadar parasit dan ras Arya sebagai ras yang murni serta agung. Kedua, anti-communism. Hitler memandang komunisme hanya menantang kebangkitannya untuk berkuasa dan menghambat pewujudan cita-cita fasisme.    Ketiga, nasionalisme ekstrem Jerman atau sering disebut ultranasionalism. Pemikiran ini menjadi dasar penganiayaan Nazi terhadap orang-orang Yahudi. Keempat, yaitu lebrensaum. Pemikiran ini merujuk pada ide Hitler untuk mencari ruang hidup ekspansi bagi ras Arya agar memiliki tempat hidup yang layak sehingga dapat menggandakan populasi dengan cepat. Pemikiran terakhir inilah yang menjadikan buku ini dicap paling berbahaya karena dianggap sebagai pencetus terjadinya tragedi Holocaust di beberapa wilayah Eropa. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Kisah Tara Westover, Membongkar Tirani Menggapai Pendidikan

Selanjutnya

Konsepsi Jiwa Ibnu Sina

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Konsepsi Jiwa Ibnu Sina

Konsepsi Jiwa Ibnu Sina

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In