Senin, 22 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Buku Lejong ke Labuan Bajo Kisahkan Kearifan Lokal Masyarakat

Oleh Siti Khotijah
7 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Penulis buku Lejong Ke Labuan Bajo, Ketut Efrata (kedua kanan) dalam acara periisan buku. (Foto: anataranews.com/Jakarta Book Review)

Penulis buku Lejong Ke Labuan Bajo, Ketut Efrata (kedua kanan) dalam acara periisan buku. (Foto: anataranews.com/Jakarta Book Review)

Kupang – Buku yang berjudul “Lejong Ke Labuan Bajo’ karya Ketut Efrata resmi rilis pada Minggu (5/12/2021). Buku ini megisahkan kehidupan masyarakat di Labuan Bajo, Manggarai Barat, yang sederhana di saat daerah itu menjadi lokasi wisata super prioritas.

Acara peluncuran buku ini disertai peluncuran versi digital-nya (eBook). Disambung dengan acara bedah buku yang dipandu oleh moderator Muhammad Ridwan, Redaktur Pelaksana di Harian Radar Bali.

Dilansir dari anataranews.com, dalam memulai penggarapan buku ini, sang penulis banyak berkonsultasi dengan editor yang bernama Komar N Kilalawang. “Satu pesan beliau yang saya pegang, jikakamu ragu, ingatlah patokannya adalah bahwa tulisanmu harus memihak kepada kehidupan,” ujar Ketut.

Lebih lanjut, Ketut menceritakan bahwa Komar N Kilalawang merupakan sosok berpengaruh dibalik keberhasilannya dalam menulis buku tersebut. Ia bertemu dengan Komar di Makassar tahun 2010 silam.

“Jika tidak ada beliau, mungkin buku ini tidak akan ada. Beliau ini yang mendorong dan selalu mendengarkan keluh kesah saat saya merasa ragu,” ceritanya sambil mengingat kenangan bersama sang editor yang meninggal tepat saat buku ini hendak naik cetak.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Ia menceritakan dalam bukunya salah satu kisah kesederhanaan keluarga Suciati yang menempati rumah panggung. Juga anak-anak SD dengan cita-cita yang setinggi langit, meski fasilitas belajar minim dan berdampingan dengan sapi-sapi peliharaan. Keunikannya mirip dengan warga di Pulau Rinca yang berdampingan dengan Komodo.

Meskipun berfokus pada Labuan Bajo, namun buku ini tidak banyak membahas tentang keindahan alamnya, karena sudah banyak media-media yang mengekpos tentang hal itu. Dan belum banyak yang membahas tentang lokal yang ada di masyarakat. Padahal, menurutnya hal tersebut sama penting dan seharusnya mendapat porsi yang sama untuk sama-sama diperhatikan.

Lewat buku ini, Ketut berharap para pembacanya dapat belajar hidup damai meski memiliki kepercayaan yang berbeda. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Dosen UMM Latih Narapidana Perempuan Menulis

Selanjutnya

5 Tips Jitu Jadi Penulis Sukses

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Trik Sederhana Menulis Bagi Pemula

5 Tips Jitu Jadi Penulis Sukses

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In