Senin, 22 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Bedah “The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse”, Belajar Mencintai Diri Lewat Sketsa dan Kata

Oleh Rizal Siddiq
30 Agustus 2023
di Berita Buku
A A
bedah buku the boy the mole the fox and the horse

Jakarta – #RenebookClub bekerja sama dengan KALM (Kumpulan Asik Literasi Maghfirah) dan BBB Book Club menggelar sebuah acara bedah buku secara daring pada Selasa (29/8). Acara ini menyoroti buku terbaru dari Renebook, “The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse” karya Charlie Mackesy. Tema utama acara ini adalah “Belajar Mencintai Diri Lewat Sketsa dan Kata.”

Bedah buku ini menghadirkan dua orang pembicara, Cut Maghfirah Faisal, M.Psi., seorang psikolog dan kalmselor dari gerakan @get.kalm, serta Puty Puar, seorang ilustrator yang juga founder dari BBB Book Club. Dipandu oleh Izza Zhafira selaku moderator. Sebanyak lebih dari 280 peserta hadir dalam acara ini.

Bedah Buku The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse

Acara ini berlangsung selama dua jam, mulai pukul 19:00 hingga 21:00 WIB. Bermula dari pembukaan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, foto bersama, dan berakhir dengan pengumuman pemenang Giveaway sebagai penutup.

Dalam sesi pertama, Cut Maghfirah Faisal, seorang psikolog berpengalaman, memberikan materi yang kuat tentang pentingnya self-love. Ia membahas konsep mencintai dan mengapresiasi diri sendiri dengan penuh kesadaran akan kelebihan dan keterbatasan diri.

“Jangan mengukur sepatu kita dari kaki orang lain, tapi ukurlah sepatu kita dari kaki kita sendiri,” ujar Cut Maghfirah Faisal menginspirasi peserta.

Selain itu, ia juga menunjukkan bagaimana buku “The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse” dapat menjadi alat refleksi diri yang kuat untuk mendorong lebih banyak kasih sayang pada diri sendiri.

Pembicara kedua, Puty Puar, berbagi pandangannya tentang buku ini. Ia menyoroti keindahan dalam ketidaksempurnaan gambar dan sketsa Charlie Mackesy, yang justru mampu menyampaikan pesan-pesan yang dalam dan menyentuh hati pembaca. Ia juga mengapresiasi Penerbit Renebook atas terjemahan dan presentasi fisik buku ini dalam bahasa Indonesia.

“Terkadang aku takut kalau kalian tahu bahwa aku biasa-biasa saja”, “Cinta tidak mengharuskanmu jadi luar biasa,” ungkap Puty mengutip isi buku “The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse”.

Puty Puar juga menekankan bahwa dukungan dari keluarga dan sahabat dapat membantu kita merasa lebih percaya diri dan dicintai.

Acara berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme. Peserta terlibat aktif melalui kolom chat, mengajukan banyak pertanyaan menarik. Diskusi mendalam tentang self-love, penerimaan diri, dan kekuatan gambar sketsa dalam buku menjadikan acara ini sukses besar. Melalui bedah buku ini, komunitas pembaca mendapatkan wawasan berharga tentang pentingnya mencintai diri sendiri melalui sketsa dan kata-kata.

Bedah Buku The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse dapat disaksikan kembali di kanal Youtube Rene Turos Studio.

BACA JUGA:

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Topik: bedah bukucut maghfirah faisalget.kalmputy puarrenebookthe boy the mole
SendShareTweetShare
Sebelumnya

#RenebookClub Bersama KALM dan BBB Book Club Gelar Bedah Buku “The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse”

Selanjutnya

Atasi Problem Mental Generasi Muda, Turos Pustaka Bedah Kitab Kesehatan Mental Karya Klasik Al-Balkhi di IBF 2023

Rizal Siddiq

Rizal Siddiq

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
bedah kitab kesehatan mental ibf 2023

Atasi Problem Mental Generasi Muda, Turos Pustaka Bedah Kitab Kesehatan Mental Karya Klasik Al-Balkhi di IBF 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In