Minggu, 21 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Akmal Nasery Basral Rilis Buku Riwayat Hidup Buya Hamka

Oleh Siti Khotijah
4 April 2022
di Berita Buku
A A

Jakarta – Sastrawan Indonesia, Akmal Nasery Basral merilis buku bertajuk “Serangkai Makna di Mihrab Ulama”, Jumat (1/4/2022). Buku ini berkisah tentang riwayat hidup Prof Dr H Abdul Malik Karim Amrullah (1908-1961) atau dikenal dengan Buya Hamka.

Acara soft launching buku yang diterbitkan oleh penerbit Republika ini ditandai dengan Bincang Buku “Serangkai Makna di Mihrab Ulama” sekaligus sebagai ajang literasi memasuki bulan suci Ramadan 1443 Hijriah.

Buku terbaru ini merupakan dwilogi kisah Buya Hamka setelah buku pertama “Setangkai Pena di Taman Pujangga” yang terbit sekitar Maret 2020. Jika Setangkai Pena di Taman Pujangga mengisahkan kehidupan Buya Hamka sejak masa kanak-kanak sampai usia 30 tahun (1938) yang melontarkan namanya sebagai pujangga setelah menghasilkan dua karya besar “Di Bawah Lindungan Ka’bah” dan “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck”, maka pada sekuel “Serangkai Makna di Mihrab Ulama” mengisahkan periode hidup Buya Hamka umur 31 tahun sampai wafat di usia 73 tahun (1981).

Ini beririsan sejarah Indonesia menjelang masuknya tentara Jepang ke Tanah Air, Proklamasi Kemerdekaan dan masa revolusi fisik (1945-1949), gejolak politik domestik tahun 1950-an ketika Hamka menjadi salah seorang anggota Konstituante, era 60-an yang panas membara dengan pemberontakan PKI (Hamka dipenjara selama hampir 2,5 tahun tanpa pengadilan), runtuhnya Orde Lama, munculnya Orde Baru dengan Buya Hamka sebagai salah seorang ulama terpenting, pembentukan Majelis Ulama Indonesia (1975) yang menempatkannya sebagai ketua umum pertama, sekaligus sampai akhir hayatnya di tahun 1981.

“Serangkai Makna di Mihrab Ulama” adalah karya ke-24 Akmal Nasery Basral, sastrawan berdarah Minangkabau yang tahun lalu mendapat Penghargaan National Writers Award 2021 dari Perkumpulan Penulis Nasional Satupena, bersama sejumlah penulis lainnya (fiksi dan nonfiksi).

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

“Seluruh royalti dari dwilogi Buya Hamka ini, baik “Setangkai Pena di Taman Pujangga” maupun “Serangkai Makna di Mihrab Ulama” akan saya donasikan untuk program pengembangan masyarakat di Kep. Mentawai melalui program yang dijalankan ACT (Aksi Cepat Tanggap) Pusat,” ujarnya.

Karya-karya ini menunjukan sosok besar keliber internasional seperti Buya Hamka meski sudah wafat, namun kisah hidupnya masih bisa memberikan manfaat kepada sesamanya.

Gneral Manager (GM) Penerbit Republika, syahruddin El Fikri sangat mendukung niatan Akmal Nasery atau akrab disapa Uda Akmal tersebut. “Pembaca kisah Buya Hamka karya Uda Akmal bukan hanya mendapatkan bacaan inspiratif dan edukatif yang dikemas dalam story telling menarik, melainkan sekaligus juga membantu saudara-saudara kita di Mentawai melalui Program ACT. Untuk itu beli buku yang asli, jangan beli buku bajakan,” jelasnya. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Scouting For Boys: Kitab Suci Pramuka Dunia

Selanjutnya

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Jambi Mendongeng di Hadapan 100 Anak di Danau Sipin

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Jambi Mendongeng di Hadapan 100 Anak di Danau Sipin

Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Jambi Mendongeng di Hadapan 100 Anak di Danau Sipin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In