Minggu, 14 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

5 Perpustakaan Kampus Terbaik di Dunia, Ada yang Didedikasikan Bagi Korban Titanic

Oleh Siti Khotijah
18 April 2022
di Berita Buku
A A
5 Perpustakaan Kampus Terbaik di Dunia, Ada yang Didedikasikan Bagi Korban Titanic

Perpustakaan Bodleian. (Foto: casambi.com/Jakarta Book Review)

Jakarta – Sudah sangat wajar jika sebuah kampus memiliki perpustakaan. Perpustakaan sebagai tempat bagi mahasiswa mencari bahan bacaan hingga referensi untuk tugas kuliah, penelitian, laporan, atau karya tulis.

Berikut ini lima perpustakaan kampus terbaik di dunia,

1. Perpustakaan Bodleian, Universitas Oxford

Perpustakaan Bodleian di Universitas Oxford didirikan pada tahun 1602. Perpustakaan ini memiliki 13 juta koleksi baik dalam bentuk buku atau e-book. Yang membuat perpustakaan ini istimewa karena menyimpan dokumen penting seperti salinan Magna Carta, Alkitab Gutenberg, dan Folio Pertama Shakespeare. Bahkan Bodleian merupakan perpustakaajn terbesar di Inggris.

2. Perpustakaan Yale, Universitas Yale

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Perpustakaan Yale didirikan pada 1701 dan memiliki 14,9 juta koleksi. Perpustakaan ini menjadi salah satu perpustakaan universitas terbesar di Amerika Utara. Selain buku, Perpustakaan Yale juga memiliki koleksi berupa arsip universitas. Di dalam ruang pamerannya, terdapat karya-karya langka perpustakaan, salah satunya 48 eksemplar Alkitab Gutenberg.

3. Perpustakaan The Joe dan Rika Mansueto, Universitas Chicago

Perpustakaan The Joe dan Rika Mansueto termasuk dalam perpustakaan modern. Di perpustakaan ini mempekerjakan robot yang akan membantu pengunjung mengambilkan buku dan membawanya ke pustakawan. Di perpustakaan ini terdapat berbagai macam koleksi, mulai dari jurnal, buku, surat kabar, manuskrip, dan lain sebagainya.

Perpustakaan ini diresmikan pada tahun 2011 dengan desain yang megah. Ruang bacanya pun dibangun berkubah kaca. Tak heran jika pada 2011 perpustakaan ini menerima penghargaan arsitektur dalam ajang Distinguished Building Award.

4. Perpustakaan Widener, Universitas Harvard

Universitas Harvard memiliki perpustakaan unggulan yang bernama Perpustakaan Widener. Perpustakaan ini merupakan hadiah dari Eleanor Elkins Widener untuk mengenang anaknya, Harry Elkins Widener, penumpang Titanic yang tewas.

Awal berdiri pada tahun 1915, perpustakaan ini memiliki 3.300 koleksi. Seiring waktu koleksinya terusbertambah hingga 3,5 juta buku. Koleksi buku di perpustakaan ini antara lain sastra klasik, salinan Alkitab Gutenberg, serta penelitian-penelitian bidang humaniora dan ilmu sosial.

5. Perpustakaan Giesel, Universitas California

Perpustakaan Giesel beridiri pada tahun 1970 oleh William Preira. Perpustakaan dengan delapan lantai ini memiliki koleksi hingga tujuh juta buku cetak dan digital. Beberapa koleksi di perpustakaan ini, yaitu buku, draf naskah, buku catatan, foto, video, dan memorabilia. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

The Power of Azan: Jangan Minta Allah Penuhi Panggilamnu, Kalau Kau Tak Penuhi Panggilannya

Selanjutnya

Ponpes Darul Hikam Gaet IPNU-IPPNU Jember Gelar Bedah Buku Tentang Sedekah

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Ponpes Darul Hikam Gaet IPNU-IPPNU Jember Gelar Bedah Buku Tentang Sedekah

Ponpes Darul Hikam Gaet IPNU-IPPNU Jember Gelar Bedah Buku Tentang Sedekah

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In