Minggu, 7 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Kelebihan Menulis dengan Tangan

Oleh Siti Khotijah
10 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Trik Sederhana Menulis Bagi Pemula

Ilustrasi menulis tangan. (Foto: majalahpendidikan.com/Jakarta Book Review)

Jakarta – Era digital saat ini membuat perangkat teknologi canggih semakin menjamur, tak terkecuali teknologi yang mempermudah dalam membuat tulisan. Ketika hendak mencatat sesuatu, tak sedikit yang memilih menggunakan ponsel atau alat elektronik lainnya. Selain bisa langsung tersimpan di arsip ponsel, menggunakan cara ini juga dinilai lebih praktis.

Namun siapa sangka ternyata hal ini dapat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Menurut pakar analisis tulisan tangan, Deborah dewi, rajin menulis dengan tangan dapat mengasah kemampuan kognitif seseorang.

“Ada perbedaan yang sangat signifikan antara memproses informasi dengan diketik dan ditulis. Tentu semakin sering seseorang menulis, bukan mengetik, maka area kognitif di otaknya semakin terasah,” ungkap satu-satunya ahli grafolog Indonesia yang bernaung di bawah American Association of Handwriting Analyst (AAHA) dan American Handwriting Analyst Foundation (AHAF).

Selain itu, seseorang yang terbiasa menulis dengan tangan, akan memiliki memori otak yang lebih baik. Hal ini dikarenakan ketika mengetik sesuatu, misalanya menggunakan ponsel, bagian tubuh yang terlibat cenderung lebih sedikit dan gerakan yang dilakukan lebih sederhana.

Lain halnya dengan menulis tangan yang lebih kompleks. Bagian tubuh yang bergerak tak hanya tangan, namun hingga ke bagian lengan. Gerakan ini membuat area otak yang terstimulasi lebih banyak.

BACA JUGA:

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

Kelebihan lain dari menulis tangan, yaitu pikiran tidak lagi terasa penuh. Ketika banyak hal yang kita tuangkan dalam tulisan tangan, maka kejenuhan pikiran akan hilang. Selain itu segala hal yang kita tulis akan mudah diingat.

Membiasakan diri untuk menulis mampu mengasah proses kognitif, dan pada akhirnya pikiran seseorang akan semakin tajam dan mampu berfikir kritis.

“Maka bawa kembali budaya menulis. Bisa mengetik kan bukan berarti mengeliminasi menulis. Bahkan bisa sekadar menulis buku harian atau menulis pokok pikiran penting,” pungkasnya Deborah. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Kenang Penemu Konstruksi Sosrobahu Lewat Buku

Selanjutnya

LAGOM, Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026
Try Sutrisno

Peluncuran Buku “Filosofi Parenting Try Sutrisno” Sajikan Formula Pola Asuh Keluarga Indonesia

15 November 2025
Selanjutnya
Selanjutnya
LAGOM, Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia

LAGOM, Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026
kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

Di Persimpangan Jalan: Minyak, Memori, dan Misi Mustahil Indonesia

17 November 2025

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In