Selasa, 9 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Kenang Penemu Konstruksi Sosrobahu Lewat Buku

Oleh Siti Khotijah
10 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Acara peluncuran buku "Melangkah Tanpa Lelah". (Foto: antaranews.com/Jakarta Book Review)

Acara peluncuran buku "Melangkah Tanpa Lelah". (Foto: antaranews.com/Jakarta Book Review)

Sosok yang tegas, berpikir terbuka, dan teguh dalam mempertahankan gagasannya.

Jakarta – Yayasan Puri Kauhan Ubud yang dipimpin oleh Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana merilis buku biografi almarhum Tjokorda Raka Sukawati, Kamis (9/11/2021) di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Acara peluncuran buku bertajuk “Melangkah Tanpa Lelah” ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana, Staf Khusus Presiden, Sukardi Rinakit, pimpinan organisasi keagamaan Hindu, dan tokoh-tokoh Bali di Jakarta.

“Saya berharap rekan-rekan di Kementerian PUPR dapat meneladani sekaligus meniru sosok Tjokorda Raka Sukawati dalam menciptakan ide-ide inovatif. Ide-ide kreatif anak bangsa diharapkan ada ke depan apa pun bentuknya, baik untuk pembangunan jalan, bendungan, dan yang lainnya. Saya harap akan lahir kembali 1.000 Tjokorda Raka Sukawati,” ujar Basuki dalam sambutannya.

Untuk diketahui, Tjokorda Raka Sukawati adalah seorang insinyur Indonesia sekaligus penemu konstruksi jalan layang “Sosrobahu”. Konstruksi ini berfungsi untuk mempermudah pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas pada saat pembangunannya. Dengan teknik ini proses pengerjaan proyek menjadi lebih cepat tanpa menimbulkan kemacetan.

Sosok Tjokorda Raka Sukawati dikenal sebagai sosok yang tegas, berpikir terbuka, dan teguh dalam mempertahankan gagasannya, bahkan saat ia sudah berusia senja sekalipun. Kepribadiannya inilah yang sering dijadikan inspirasi oleh generasi muda.

BACA JUGA:

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

Teknik konstruksi Sosrobahu ini tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga beberapa negara di Luar negeri, salah satunya Manila, Filipina.  

Dulu kontruksi Sosrobahu dimulai pada 1976. Saat itu Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun Jalan Tol Jagorawi-Tanjung Priok. Tjokorda Raka Sukawati diberi tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

Dengan teknik ini, ia berhasil menyelesaikan tugas itu dengan hasil yang memuaskan dan dalam kurun waktu lebih singkat dari waktu yang  ditentukan.

“Teknik Sosrobahu ini menghindari pekerja di lapangan dimaki orang, karena kita bisa membangun tanpa membuat jalanan macet,” lanjut Basuki.

Secara teori teknik konstruksi Sosrobahu adalah teknik di mana lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya. Kemudian diputar 90 derajat di atas tiang sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu-lintas dan tidak perlu menutup jalan tol.

Beberapa ruas jalan layang tol di Indonesia yang menggunakan teknik tersebut dalam pengerjaannya, antara lain sebagian Jalan Tol Bandara Soetta, Jakarta dan yang terpanjang Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek (Japek). (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Pemprov Papua Buktikan Keberhasilan Otsus Lewat Buku

Selanjutnya

Kelebihan Menulis dengan Tangan

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Trik Sederhana Menulis Bagi Pemula

Kelebihan Menulis dengan Tangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026
kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In