Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Kenang Penemu Konstruksi Sosrobahu Lewat Buku

Oleh Siti Khotijah
10 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Acara peluncuran buku "Melangkah Tanpa Lelah". (Foto: antaranews.com/Jakarta Book Review)

Acara peluncuran buku "Melangkah Tanpa Lelah". (Foto: antaranews.com/Jakarta Book Review)

Sosok yang tegas, berpikir terbuka, dan teguh dalam mempertahankan gagasannya.

Jakarta – Yayasan Puri Kauhan Ubud yang dipimpin oleh Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana merilis buku biografi almarhum Tjokorda Raka Sukawati, Kamis (9/11/2021) di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Acara peluncuran buku bertajuk “Melangkah Tanpa Lelah” ini dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana, Staf Khusus Presiden, Sukardi Rinakit, pimpinan organisasi keagamaan Hindu, dan tokoh-tokoh Bali di Jakarta.

“Saya berharap rekan-rekan di Kementerian PUPR dapat meneladani sekaligus meniru sosok Tjokorda Raka Sukawati dalam menciptakan ide-ide inovatif. Ide-ide kreatif anak bangsa diharapkan ada ke depan apa pun bentuknya, baik untuk pembangunan jalan, bendungan, dan yang lainnya. Saya harap akan lahir kembali 1.000 Tjokorda Raka Sukawati,” ujar Basuki dalam sambutannya.

Untuk diketahui, Tjokorda Raka Sukawati adalah seorang insinyur Indonesia sekaligus penemu konstruksi jalan layang “Sosrobahu”. Konstruksi ini berfungsi untuk mempermudah pembangunan jalan layang tanpa mengganggu arus lalu lintas pada saat pembangunannya. Dengan teknik ini proses pengerjaan proyek menjadi lebih cepat tanpa menimbulkan kemacetan.

Sosok Tjokorda Raka Sukawati dikenal sebagai sosok yang tegas, berpikir terbuka, dan teguh dalam mempertahankan gagasannya, bahkan saat ia sudah berusia senja sekalipun. Kepribadiannya inilah yang sering dijadikan inspirasi oleh generasi muda.

BACA JUGA:

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

Teknik konstruksi Sosrobahu ini tidak hanya digunakan di Indonesia, tapi juga beberapa negara di Luar negeri, salah satunya Manila, Filipina.  

Dulu kontruksi Sosrobahu dimulai pada 1976. Saat itu Kementerian Pekerjaan Umum berencana membangun Jalan Tol Jagorawi-Tanjung Priok. Tjokorda Raka Sukawati diberi tugas dan tanggung jawab untuk menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

Dengan teknik ini, ia berhasil menyelesaikan tugas itu dengan hasil yang memuaskan dan dalam kurun waktu lebih singkat dari waktu yang  ditentukan.

“Teknik Sosrobahu ini menghindari pekerja di lapangan dimaki orang, karena kita bisa membangun tanpa membuat jalanan macet,” lanjut Basuki.

Secara teori teknik konstruksi Sosrobahu adalah teknik di mana lengan jalan layang diletakkan sejajar dengan jalan di bawahnya. Kemudian diputar 90 derajat di atas tiang sehingga pembangunannya tidak mengganggu arus lalu-lintas dan tidak perlu menutup jalan tol.

Beberapa ruas jalan layang tol di Indonesia yang menggunakan teknik tersebut dalam pengerjaannya, antara lain sebagian Jalan Tol Bandara Soetta, Jakarta dan yang terpanjang Jalan Layang Tol Jakarta-Cikampek (Japek). (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Pemprov Papua Buktikan Keberhasilan Otsus Lewat Buku

Selanjutnya

Kelebihan Menulis dengan Tangan

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Trik Sederhana Menulis Bagi Pemula

Kelebihan Menulis dengan Tangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In