Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Kelebihan Menulis dengan Tangan

Oleh Siti Khotijah
10 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Trik Sederhana Menulis Bagi Pemula

Ilustrasi menulis tangan. (Foto: majalahpendidikan.com/Jakarta Book Review)

Jakarta – Era digital saat ini membuat perangkat teknologi canggih semakin menjamur, tak terkecuali teknologi yang mempermudah dalam membuat tulisan. Ketika hendak mencatat sesuatu, tak sedikit yang memilih menggunakan ponsel atau alat elektronik lainnya. Selain bisa langsung tersimpan di arsip ponsel, menggunakan cara ini juga dinilai lebih praktis.

Namun siapa sangka ternyata hal ini dapat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Menurut pakar analisis tulisan tangan, Deborah dewi, rajin menulis dengan tangan dapat mengasah kemampuan kognitif seseorang.

“Ada perbedaan yang sangat signifikan antara memproses informasi dengan diketik dan ditulis. Tentu semakin sering seseorang menulis, bukan mengetik, maka area kognitif di otaknya semakin terasah,” ungkap satu-satunya ahli grafolog Indonesia yang bernaung di bawah American Association of Handwriting Analyst (AAHA) dan American Handwriting Analyst Foundation (AHAF).

Selain itu, seseorang yang terbiasa menulis dengan tangan, akan memiliki memori otak yang lebih baik. Hal ini dikarenakan ketika mengetik sesuatu, misalanya menggunakan ponsel, bagian tubuh yang terlibat cenderung lebih sedikit dan gerakan yang dilakukan lebih sederhana.

Lain halnya dengan menulis tangan yang lebih kompleks. Bagian tubuh yang bergerak tak hanya tangan, namun hingga ke bagian lengan. Gerakan ini membuat area otak yang terstimulasi lebih banyak.

BACA JUGA:

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

Kelebihan lain dari menulis tangan, yaitu pikiran tidak lagi terasa penuh. Ketika banyak hal yang kita tuangkan dalam tulisan tangan, maka kejenuhan pikiran akan hilang. Selain itu segala hal yang kita tulis akan mudah diingat.

Membiasakan diri untuk menulis mampu mengasah proses kognitif, dan pada akhirnya pikiran seseorang akan semakin tajam dan mampu berfikir kritis.

“Maka bawa kembali budaya menulis. Bisa mengetik kan bukan berarti mengeliminasi menulis. Bahkan bisa sekadar menulis buku harian atau menulis pokok pikiran penting,” pungkasnya Deborah. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Kenang Penemu Konstruksi Sosrobahu Lewat Buku

Selanjutnya

LAGOM, Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
LAGOM, Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia

LAGOM, Rahasia Hidup Bahagia Orang Swedia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In