Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Berdamai dengan Diri Sendiri: Belajarlah Menerima Apadanya Dirimu

Oleh Monica Desiana
2 Maret 2022
di Resensi
A A
Berdamai dengan Diri Sendiri: Belajarlah Menerima Apadanya Dirimu

Berdamai dengan Diri Sendiri: Belajarlah Menerima Apadanya Dirimu

Resensi Buku ‘Berdamai dengan Diri Sendiri’ karya Muthia Sayekti Psikologi Corner

Jangan pernah merasa gagal atau terlambat dalam meraih keberhasilan, karena semua yang hidup sudah mendapat jatah untuk menjadi berhasil. Semua tergantung seberapa keras kita mengupayakan dan memintanya kepada sang pemilik semesta.

Buku ‘Berdamai dengan Diri Sendiri’ karya Muthia Sayekti ini mengajak pembacanya untuk bisa berdamai dengan dirinya sendiri, berdamai dengan ketidaksempurnaan, bersahabat dengan kekurangan, dan mulai melihat potensi diri sendiri.
Daripada sibuk memimpikan apa yang dimiliki orang, lebih baik mensyukuri apa yang telah dimiliki. Karena jika hal itu terus dibiarkan maka akan mengakibatkan banyak hal buruk, salah satunya adalah rasa minder yang berlebihan.

Ingat ini ya, orang-orang hebat itu tidak tercipta dari segala kenyamanan dan kemudahan hidup, tapi justru mereka yang sudah biasa terbentur. Mereka yang biasa dihantam kesulitan dan kegagalan, sehingga tidak akan mudah terpuruk ketika mendapat kenyataan pahit.

Perjalanan hidup ini memang tidak selalu mulus, pasti akan banyak tikungan dan lubang yang mengancam keselamatan. Tak perlu takut jatuh, karena perjalanan kehidupan sudah diberikan Tuhan ke tangan kita, tinggal bagaimana diri sendiri yang mengelolanya. Maka dari itu jangan sedih apabila bagian hidup yang membersamaimu adalah bagian yang pahit, penuh luka dan air mata, dari kisah itulah yang nantinya akan membuatmu terlahir kembali dengan jiwa yang lebih bijaksana, tangguh, dan besar hati.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Perkara kekurangan yang kau miliki, itu bukanlah suatu perkara yang harus selalu diratapi secara dramatis. Tenanglah, setiap orang di dunia ini pasti punya ketidaksempurnaan. Tinggal bagaimana orang tersebut memaknai dan mengambil hikmahnya, sehingga hidupnya kedepan bisa terus berlanjut.

Hidup ini tidaklah untuk membuktikan apapun kepada siapapun, namun kamu tetap harus berjuang semaksimal mungkin untuk meraih apapun yang menjadi mimpimu. Jangan mempedulikan pandangan orang lain terhadapmu, dan tak perlu menjadi orang lain untuk meraih keberhasilan, pencapaiaan ataupun pengakuan. Kamu boleh meneladani kebaikan orang lain, atau belajar dari pengalaman pahitnya. Namun, akan menjadi tidak bijak jika semua yang ada dalam diri orang lain diambil mentah mentah untuk diterapkan dalam kehidupanmu.

Untuk mendapatkan buku ini dengan harga terbaik, klik disini

Judul: Berdamai dengan diri sendiri
Penulis: Muthia Sayekti
Penerbit: Psikologi Corner
Genre: Self Improvment
Tebal: 216 halaman
Edisi: Cet 1, 2018
ISBN: 9786026595973

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Nikah Tanpa Pacaran

Selanjutnya

Potret Amerika Latin dalam Kumpulan Cerpen

Monica Desiana

Monica Desiana

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Potret Amerika Latin dalam Kumpulan Cerpen

Potret Amerika Latin dalam Kumpulan Cerpen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In