Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Novel Rantau, Kado Spesial Ulang Tahun Zulkifli Hasan

Oleh Siti Khotijah
22 April 2022
di Berita Buku
A A
Novel Rantau, Kado Spesial Ulang Tahun Zulkifli Hasan

Acara launching novel Rantau. (Foto: Jakarta Book Review)

Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.

Jakarta – Bertepatan dengan Hari Kartini, Novel “Rantau” karya Futri Zulya dan Zita Anjani telah resmi rilis, Kamis (21/4/2022) di DJournal House. Kedua putri dari Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2014-2019, Zulkifli Hasan ini mempersembahkan novel tersebut sebagai kado ulang tahun yang sedianya diberikan pada tahun 2021, namun tertunda akibat pandemi Covid-19.

Dalam acara launching ini, Futri Zulya, putri sulung Zulkifli Hasan dengan antusias menceritakan secara singkat isi dari novel tersebut.

“Rantau, merupakan novel kisah nyata seorang anak bernama Zun alias Zulkifli Hasan kecil yang nekat merantau dari Lampung ke Jakarta. Berbekal beberapa emas dan karpet dari emaknya (Ibu Zun), ia yang saat itu baru lulus SMP dengan berani memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan bersekolah di SMA Negeri 53 Cipinang, Jakarta Timur,” ucapnya.

Tak kalah antusias, Zita Anjani, putri kedua Zulkifli Hasan menambahkan, novel ini bercerita tentang Zun dari masa kecil hingga menemukan tambatan hati dan menjadi pengusaha,” katanya.

Mereka pun juga bercerita tentang awal mula tercetusnya ide untuk menuangkan kisah hidup sang ayah (Zulkifli Hasan) ke dalam sebuah novel. Futri mengatakan, sejak kecil ia dan adik-adiknya sering mendengar cerita tentang perjuangan keras sang ayah dalam menjalani kehidupannya. Mulai dari masa kecil yang sulit di sebuah desa di Lampung Selatan, hingga ia merantau ke ibu kota berteman tas ransel satunya-satunya yang ia miliki.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Zita menambahkan, salah satu alasan disusunnya novel ini, karena adiknya yang paling kecil juga ingin merantau ke New York, Amerika Serikat (AS).

“Awalnya kita sering diceritakan kisah papih (Zulkifli Hasan) tentang perjuangannya saat masih kecil. Lalu pas adik kami yang paling kecil akan melanjutkan sekolah ke New York, tercetuslah ide untuk menuangkan kisah rantau Papih ke dalam buku, sekaligus sebagai kado ulang tahunnya,” ujar Zita yang bertugas menuliskan kisah Zun kecil di kampung halamannya.

Zita berharap kisah perantauan ayahnya ini dapat menjadi inspirasi banyak orang. Tak lupa Futri juga berharap kisah ayahnya ini dapat menjadi penyemangat bagi para generasi muda yang membacanya. Karena ia percaya kegiggihan dan kerja keras akan mambuahkan hasil yang luar biasa.

“Dari novel ini kita bisa tahu, jika anak yang masa kecilnya tinggal di desa terpencil tanpa ada aliran listrik bahkan untuk berangkat sekolah pun harus menempuh jarak lima kilometer jalan kaki yang kadang bertemu hewan buas di jalan bisa menjadi sukses dengan kegigihan dan kerja keras. Karena papih percaya “usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil”, jelas Futri yang mengaku menghabiskan lebih dari lima tahun menyusun novel tersebut bersama adiknya.

Mereka mengaku, untuk menyajikan cerita seotentik mungkin, mereka tak segan terjun langsung ke lapangan (kampung halaman Zun) untuk memastikan detail situasi dan kondisi dari kampung halaman Zun.

Sebagai informasi dalam acara ini turut hadir tamu undangan Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddi Soeparno, anggota DPR RI periode 2009-2014 Ahmad Rizki Sadig, anggota DPR RI Dr. H. Saleh Partaonan Daulay, Eko Patrio, Viva Yoga Mauladi, Elma Teana, Intan Fauzi, Wakil Wali Kota Palu, Sulawesi Tengah periode 2016–2021 Sigit Purnomo Syamsuddin Said beserta istri, Eli Sugigi, Cut Keke, dan lain sebagainya. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

21 April, Perpustakaan Digital Dunia Diresmikan

Selanjutnya

Rantau: Kisah Nyata Zulkifli Hasan Menaklukkan Jakarta

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Buku Rantau: Kisah Anak Lampung Menaklukkan Jakarta penerbit Ai Publishing

Rantau: Kisah Nyata Zulkifli Hasan Menaklukkan Jakarta

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In