Jakarta – Tanggal 3 Januari merupakan hari kelahiran seorang penulis, penyair, ahli bahasa, dan profesor asal Britania Raya, John Ronald Reuel Tolkien atau biasa dikenal JRR Tolkien. Penulis klasik high fantasy ini terkenal dengan karyanya yang berjudul The Lord Of The Rings, The Hobbit, dan The Silmarillion.
Saat muda, ia sempat mengabdi bagi angkatan bersenjata Kerajaan Inggris saat Perang Dunia I pecah dengan pangkat Letnan.
dirangkum dari berbagai sumber, berikut merupakan biografi dari novelis yang masuk dalam daftar 50 Penulis Inggris sejak 1945 versi The Times.
Masa Kecil
JRR Tolkien lahir pada 3 Januari 2891 di Bloemfontein, Afrika Selatan dari pasangan Arthur Reuel Tolkien dan Mabel Suffield. Ayahnya meninggal saat ia berumur tiga tahun.
Sepeninggal Ayahnya, ia beserta ibu dan adiknya, Hillary, memutuskan untuk tinggal di rumah kakek dan neneknya di Kings Heath Birmingham, Inggris. Setelah itu di 1896, mereka berpindah ke Sarehole, kemudian ke desa Worcestershire, sebelum kembali lagi ke Birmingham.
Semasa kecil Tolkien dan Hillary mendapat pendidikan langsung dari ibunya. Mereka diajari tentangt botani serta bahasa latin. Hal ini tidak sia-sia, di usia empat tahun, Tolkien kecil sudah bisa membaca dan kemudian menulis, yang membuat ibunya mengizinkannya membaca banyak buku. Ia sangat menyukai Red Indians serta novel fantasi karya George MacDonald, dan Fairy Books Andrew Lang yang kemudian memengaruhi karyanya.
Namun sayang, pada 1904, ibunya meninggal di usia 34 tahun akibat diabetes akut. Sepeninggal ibunya, Tolkien masuk ke Sekolah King Edward Birmingham, dan Sekolah St Phillip. Dia sempat masuk ke Resimen Mahasiswa, dan membantu mengamankan penobatan Raja George V di 1910.
Perang Dunia l
Pada 1915 Inggris terlibat perang. JRR Tolkien pun mengajukan diri ke militer setelah menyelesaikan pendidikannya. Ia ditempatkan di resimen infantri Lancashire Fusiliers dengan pangkat Letnan Dua. Disana ia, berlatih bersama Batalion 13 Cannock Chase, Staffordshire, selama 11 bulan.
Pada 2 Juni 1916, ia ditempatkan di Perancis. Tolkien masuk ke Somme awal Juli 1916, dan terlibat Pertempuan Somme.
27 Oktober 1916, dia terkena demam Trench ketika batalionnya bersiap menyerang Parit Regina. Deman Trench atau Trench Fever adalah kondisi langka yang ditularkan oleh kutu tubuh dan banyak menimpa tentara pada Perang Dunia I. Sepanjang pertempuran, dia harus bolak-balik antara rumah sakit dan garnisun, hingga akhirnya ia dinyatakan tidak fit untuk ikut perang.
Karir Menulis
Secara resmi Tolkien dibebastugaskan dari militer pada 3 November 1920 dengan pangkat Letnan. Pekerjaan pertamanya sebagai rakyat sipil adalah Kamus Inggris Oxford. Di sana, dia bekerja di bagian sejarah dan etimologi kata dengan asal usul Jerman, dimulai dari huruf W.
Di tahun yang sama, ia bergabung dengan jurusan Bahasa Inggris Universitas Leeds dengan jabatan Reader atau akademisi senior. Beberapa tahun kemudian, dia menjadi profesor di Universitas Oxford.
Selama bekerja di sana, ia membentuk grup menulis bernama The Inklings. Dalam anggota kelompok tersebut, terdapat CS Lewis, novelis yang bakal terkenal karena karyanya Chronicles of Narnia, dan Owen Barfield.
Ketika di Oxford mengerjakan sebuah makalah, secara spontan Tolkien menulis sebuah cerita pendek berjudul The Hobbit.
Lahirnya Mahakarya
Karyanya pertamanya yang bertajuk The Hobbit pertama kali rilis pada 1937. Awalnya karyanya ini dikategorikan buku anak-anak. Namun ia sempat mengutarakan bahwa ia tidak bermaksud menjadikan karyanya ini sebagai buku anak-anak. Oleh karena itu, ia pun membuat 100 gambar untuk memperkuat narasinya.
Hingga akhirnya pada tahun 1954 karya terbaiknya pun rilis, yaitu The Lord Of The Rings. Seri pertama dari trilogi ini berjudul The Fellowship of the Rings. Disusul seri kedua dan ketiga yang berjudul The Two Towers dan The Return of the Kings yang dipublikasikan pada 1955.
Ia mengaku triloginya ini terinspirasi dari mitos Eropa kuno yang menampilkan peta, pengetahuan, hingga bahasa baru. Buku ini pun menampilkan sebuah dunia yang kaya akan peri (Elf), goblin, pohon berjalan (Ent), makhluk raksasa (Trol), hingga penyihir seperti Gandalf.
Masa Pensiun
Setelah mengeluarkan maha karyanya tersebut, Tolkien memutuskan untuk pensiun pada 1959. Di masa tuanya ini ia justru mulai mendapatkan perhatian publik dan ketenaran. Bahkan di 1961, Lewis menominasikannya untuk Penghargaan Nobel Sastra.
Penjualan bukunya begitu deras bak air terjun membuat Tolkien menyesal mengapa dia tidak memilih untuk pensiun lebih awal. Awalnya, dia merasa senang untuk menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan penggemarnya. Namun, lama kelamaan dia menjadi jenuh dengan popularitasnya.
Ia pun mengganti nomor teleponnya dan pindah ke ke Bournemouth pada 1972.
Pada 2 September 1973, Tolkien meninggal dunia di usia 81 tahun akibat pendarahan lambung dan infeksi di dada. Sebelumnya, sang istri, Edith, meninggal pada 29 November 1971.
Tolkien dimakamkan berserta istrinya di Pemakaman Wolvercote, Oxford. Di batu nisan mereka, tertulis Luthien untuk Edith, dan Beren untuk Tolkien. Dua nama tersebut diambil dari karakter novel The Silmarillion.
Dapatkan update review buku dan berita buku setiap hari di https://jbr.id/. Untuk koleksi buku original dan berkualitas bisa kunjungi https://jbr.id/store/ atau bisa langsung chat Costumer Service Jakarta Book Review (JBR) melalui WhatsApp di nomor 082127346744 (chat only). (ST/JBR)









