Minggu, 21 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Kenal Lebih Dekat dengan James R Shinn, Pencuri Spesialis Buku Langka

Oleh Siti Khotijah
21 Maret 2022
di Berita Buku
A A
Kenal Lebih Dekat dengan Pencuri Spesialis Buku Langka Paling Terkenal

James R Shinn (Foto: oberlincollegelibraries.tumblr.com/Jakarta Book review)

Jakarta – James R Shinn adalah seorang pencuri asal Amerika Serikat (AS). Yang membuatnya terkenal, ia adalah seorang pencuri spesialis buku-buku langka. Buku yang ia curi bahkan sampai bernilai 100 ribu dolar.

dIlansir dari The New York Times, pada 13 Oktober 1982 Shinn yang berasal dari St. Louis itu dijatuhi hukuman 20 tahun penjara Federasi. Ia dihukum karena mencuri buku-buku langka senilai 100 ribu dollar atau setara Rp80 juta (merujuk kurs rupiah pada tahun itu).

Ia melakukan aksinya dengan menjadikan berbagai perpustakaan di perguruan tinggi AS sebagai sasarannya. Terhitung sudah ratusan buku langka yang sudah ia curi.

Akibat perbuatannya itu, Hakim Distrik Federal Daniel, H Huyett memvonis James Shinn dengan dua hukuman 10 tahun berturut-turut, dengan sebelumnya ia mengaku bersalah pada 20 Juli 1982 karena juga menjual buku-buku curiannya itu ke negara bagian lain.

Otoritas Federal dan pustakawan telah menggambarkan Shinn sebagai pencuri buku langka profesional. Mereka mencurigai Shinn usai sejumlah buku-buku langka yang bernilai tinggi hilang dari perpustakaan California hingga Massachusetts.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Buku-buku Curian James R Shinn

Buku-buku curian itu Shinn kemudian ditemukan di sebuah rumah apartemen di Bethlehem oleh agen-agen Biro Investigasi Federal (FBI). Shinn sendiri ditangkap di dekat Allentown pada 16 Desember 1981.

Shinn saat itu ketahuan berada di Perpustakaan Haas di Allentown’s Muhlenberg College oleh seorang petugas perpustakaan. Si petugas tahu bahwa Shinn selama ini dicari-cari karena pencurian buku.

Menurut bukti yang dimasukkan dalam catatan pengadilan oleh Asisten Jaksa Amerika Serikat Samuel Forstein, agen FBI juga menemukan 20 loker kaki di gedung apartemen Betlehem yang berisi sekitar 400 buku langka dan berharga.

FBI mengatakan bukti menunjukkan bahwa Shinn, menggunakan nama palsu untuk mengirimkan buku-buku tersebut pada bulan September 1981 dari Urbana, Illinois, ke Allentown.

Buku-buku itu ternyata berasal dari berbagai macam kampus di AS. Dari University of Illinois di Urbana, Oberlin College di Ohio, Reed College di Oregon, University of California di Los Angeles, University of Michigan, Stanford University, Princeton University hingga University of Pennsylvania.

Selain itu, polisi yang menggeledah kamar motel Shinn di Oberlin juga menemukan buku-buku langka senilai sekitar $30.000 di sana, serta tanda terima sebesar $15.000 dari dealer Boston dalam buku-buku langka.

Polisi mengatakan bahwa Shinn tampaknya telah menjadikan dirinya ahli dalam buku-buku langka, dengan target favoritnya adalah karya-karya bergambar dengan tampilan mewah. Tema buku-bukunya biasanya tentang tema perjalanan, flora dan fauna yang dicetak pada era abad ke-18 dan ke-19. Dari itu, Shinn bisa mendapatkan keuntungan besar dari kenaikan harga buku-buku yang semakin langka tersebut. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Mahasiswa Universitas BSI Ciptakan Aplikasi Perpustakaan Digital

Selanjutnya

Kemenag Aceh Besar Adakan Kegiatan Bimtek Perpustakaan

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Kemenag Aceh Besar Adakan Kegiatan Bimtek Perpustakaan

Kemenag Aceh Besar Adakan Kegiatan Bimtek Perpustakaan

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In