Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

IIBF Harus Menginternasionalisasikan Buku Indonesia

Oleh Erdy Nasrul
4 November 2022
di Berita Buku
A A
Peluncuran Indonesia Islamic Book Fair

IKAPI


Pameran buku internasional Indonesia (Indonesia International Book Fair/IIBF) harus dimanfaatkan untuk mengglobalkan buku-buku karya penulis Indonesia. “Karya penulis kita alhamdulillah bagus – bagus. Harus kita bawa ke IIBF kemudian kerja samakan dengan penerbit luar negeri untuk diterjemahkan ke Bahasa Inggris, Arab, Cina, dan Bahasa-bahasa Eropa, kemudian diperbanyak menjadi asupan intelektual bergizi tinggi masyarakat di sana,” ujar Founder Rene Turos Indonesia Luqman Hakim Arifin dalam keterangannya pada Jumat (4/11).

Hal ini dilakukan dengan memperbanyak dan mengintensifkan forum lobi dalam kegiatan tersebut. Pemerintah dan asosiasi bekerja sama memfasilitasi penerbit Indonesia dengan penerbit luar negeri. Forum tersebut menjadi strategis untuk mempromosikan karya penulis Indonesia kepada penerbit luar negeri dan pemangku kepentingannya.

Sangat mungkin lobi tersebut juga menjadi ajang tukar menukar karya untuk diterjemahkan. Misalkan, penerbit luar negeri mempromosikan buku andalan mereka yang menarik untuk diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Kemudian penerbit Indonesia menawarkan karya terbaiknya untuk diterjemahkan ke Bahasa mereka.

“Tukar menukar buku ini strategis sekali untuk mengambil hal baru atau inovasi yang ada di kawasan lain untuk memperkaya peradaban dan sumber daya bangsa kita.”

LUQMAN HAKIM ARIFIN

Bukan hal baru

Luqman menjelaskan, internasionalisasi naskah Indonesia bukan hal baru. Beberapa abad silam, saat orang-orang di Nusantara terbiasa menggunakan Bahasa Arab, termasuk di dalamnya adalah Arab Jawi, sejumlah karya ulama terdistribusi ke Kawasan Timur Tengah. Ada yang sampai ke Hijaz, Mesir, dan lainnya. Namun tradisi ini meredup karena kolonialisme bangsa Eropa.

“IIBF, program dan kegiatan lainnya, harus digunakan untuk menghidupkan tradisi yang sudah lama itu agar kita tercerahkan dengan buku-buku dari luar negeri, juga orang-orang di luar sana terinspirasi dari buku penulis Indonesia,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Selama ini ada sejumlah buku karangan penulis Indonesia yang hak ciptanya dikerjasamakan dengan penerbit luar negeri. Kemudian buku tersebut diterjemahkan dan disebarluaskan di luar negeri. Namun hal ini harus dimaksimalkan lagi. Luqman menjelaskan, hal itu akan semakin menguatkan sumber daya manusia bangsa jika lebih diintensifkan.

Pernyataan Ikapi pusat

Kantor Berita Republika memberitakan pengurus pusat Ikatan Penerbit Indonesia akan menyelenggarakan IIBF. Pameran buku ini digelar secara luring sekaligus daring. Ketua Umum Ikapi, Arys Hilman Nugraha, menyebutkan, IIBF adalah pusat kegiatan promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi internasional para pegiat buku.

“IIBF adalah pusat kegiatan promosi, transaksi, diskusi, dan interaksi internasional bagi kalangan penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, dan pendidikan, serta pelaku industri kreatif lainnya,” ujar Arys dalam sambutannya pada peluncuran IIBF 2022 di Jakarta, beberapa waktu lalu.

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Hidup Menderita atau Kita yang Kurang Bersyukur

Selanjutnya

Ulama Jomblo: Antara Warisi Ideologi dan Biologi

Erdy Nasrul

Erdy Nasrul

Pegiat literasi

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Ulama Jomblo: Antara Warisi Ideologi dan Biologi

Ulama Jomblo: Antara Warisi Ideologi dan Biologi

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In