Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

2 April Hari Buku Anak Sedunia, Ini Dia Sejarahnya

Oleh Siti Khotijah
1 April 2022
di Berita Buku
A A
2 April Hari Buku Anak Sedunia, Ini Dia Sejarahnya

Hans Christian Andersen. (Foto: mainmain.id/Jakarta Book Review)

Jakarta – Tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Buku Anak Sedunia. Hari itu juga diperingati bersamaan dengan hari kelahiran Bapak Dongeng Sedunia, Hans Christian Andersen, seorang penulis asal Denmark.

Penasaran dengan sejarahnya beserta fakta-fakta dibaliknya? Yuk, simak sejarah Hari Buku Anak Sedunia berikut ini,

1. Latar belakang

International Board of Books for Young People (IBBY) merupakan organisasi internasional yang pertama kali mencetuskan Hari Buku Anak Sedunia yang jatuh pada tanggal 2 April. Ditetapkannya Hari Anak Sedunia selain bertujuan meningkatkan minat baca pada anak-anak, juga sebagai sarana untuk mengenang sosok Bapak Dongeng Sedunia, Hans Christian Andersen.

Andersen terkenal akan karya-karyanya yang mendunia, seperti Si Bebek Buruk Rupa, Gadis Korek Api, Thumbelina, hingga Little Mermaid. Berkat karya-karyanya khazanah buku anak-anak di dunia semakin berkembang. Atas dasar itu, IBBY menetapkan tanggal lahir Hans Christian Andersen sebagai penanda Hari Buku Anak Sedunia.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

2. Mengenal sosok Bapak Dongeng Sedunia

Berbicara tentang Hari Anak Sedunia tidak bisa lepas dari sosok Hans Christian Andersen. Hans berperan besar dalam dunia literasi anak-anak. Karya-karya Andersen masuk dalam jajaran karya sastra anak terbaik di dunia.

Andersen sendiri lahir pada 2 April 1805 di Denmark. Sejak kecil ia mempunyai minat terhadap cerita anak-anak dan dongeng. Beranjak remaja, ia mendapat beasiswa untuk melanjutkan kuliah dan memulai karirnya sebagai penulis naskah drama dan puisi.

Selanjutnya, ia pun mulai mengembangkan sayap dengan menulis buku dongeng untuk anak-anak. Namun, karya-karyanya tidak dihargai, bahkan dijual dengan harga yang sangat murah. Meskipun begitu, karya-karya sangatlah otentik. Hal ini justru membuat karyanya tetap abadi hingga sekarang.

3. Bagaimana merayakan Hari Buku Anak Sedunia?

Tanggal 2 April memang diperingati sebagai Hari Buku Anak Sedunia, meskipun perayaannya tidak seramai perayaan hari-hari besar lainnya. Namun, untuk untuk memeriahkan perayaan tersebut, kita bisa mengajak anak atau adik atau saudara untuk mengunjungi perpustakaan dan membacakan dongeng favorit mereka atau bisa dengan mengajak mereka berkarya dengan menulis dongeng bersama.

Hal ini selain bisa menumbuhkan minat baca pada anak sedari dini serta dapat memperluas budaya literasi. Dengan cara ini pula anak-anak dapat meningkatkan wawasan serta ilmu pengetahuan mereka. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Populerkan Literasi untuk Generasi Milenial, Turos Pustaka dan Bincang Syariah Jalin Kolaborasi

Selanjutnya

Rakornas Perpustakaan 2022 Resmi Ditutup Hasilkan 9 Rekomendasi

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Rakornas Perpustakaan 2022 Resmi Ditutup Hasilkan 9 Rekomendasi

Rakornas Perpustakaan 2022 Resmi Ditutup Hasilkan 9 Rekomendasi

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In