Jumat, 19 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Perpustakaan Ini Kecil, Tapi Penuh dengan Buku Terlarang

Oleh Siti Khotijah
22 Maret 2022
di Berita Buku
A A
adi Lebih Baik, Perpusnas Menata Kembali Layanan ISBN

Ilustrasi buku (Foto: republika.co.id/Jakarta Book Review)

Matinicus Island – Matinicus Island, 35 kilometer lepas pantai Maine, Amerika Serikat (AS) memiliki sebuah perpustakaan kecil. Yang membedakan perpustakaan ini dengan pepustakaan lainnya, yaitu rak-rak buku di dalamnya berisi buku-buku yang tidak disukai di tempat lain. Tempat ini akan menerima buku yang tersingkirkan karena pelarangan peredarannya.

Koleksi buku di perpustakaan ini mulai dari “And Tango Makes Three”, kisah dua penguin jantan yang membesarkan seekor anak ayam bersama, hingga karya klasik seperti To Kill a Mockingbird oleh Harper Lee, The Handmaid’s Tale oleh Margaret Atwood, dan The Grapes of Wrath oleh John Steinbeck, dan semua buku yang dilarang atau dibatalkan oleh negara bagian lain.  Semua buku itu bisa ditemukan dengan mudah di perpustakan pulau terpencil ini.

Hal ini bermula ketika sang pemilik, Eva Murray, kembali dari perjalanan ke daratan denga membawa banyak buku termasuk And Tango Makes Three. Menurut Asosiasi Perpustakaan Amerika, itu adalah salah satu buku yang paling dilarang di negara itu.

“Kami membeli buku-buku terlarang untuk mendorong kembali secara terbuka terhadap dorongan untuk melarang buku. Untuk mengatakan, “Jika Anda tidak menginginkannya di perpustakaan Anda, kami menginginkannya di perpustakaan kami,” kata Murray kepada Bangor Daily News.

Selama bertahun-tahun, penduduk Matinicus Island hanya bertukar buku di antara warga saja. Namun, mereka memutuskan untuk membuat perpustakaan warga dari  gudang penyimpanan sumbangan pada 2016. Tempat itu mendapatkan perluasan untuk menambahkan gudang kedua untuk perpustakaan anak-anak dengan bantuan hibah dari Stephen and Tabitha King Foundation pada 2020.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Pustakawan tidak ada untuk mengatur pengelolaan perpustakaan swadaya tersebut. Peminjam buku pun hanya menggunakan sistem sederhana dengan memeriksa melalui catatan nama di sebuah buku. Ketika perpustakaan tumbuh, pulau itu mulai mendatangkan kisah-kisah tidak biasa, tindakan ini pun tidak kontroversial di Matinicus, komunitas paling terpencil dan terisolasi di negara bagian Maine.

“Tempat kami hanya memiliki 100 penduduk sepanjang tahun. Hal ini membuat toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan sangat dijunjung tinggi. Oleh karena itu kami dalam posisi istimewa yang dapat mengatakan, kami tidak melarang buku, kami menyambut saran orang lain untuk merekomendasikan buku,” ujarnya. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Babinsa Budayakan Literasi Anak Bangsa di Perbatasan Melalui Perpustakaan Apung

Selanjutnya

Kitab Rahasia Tidur: Menggali Keajaban dan Hikmah dalam Kematian Kecil

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Kitab Rahasia Tidur karya Prof. Dr. Ahmad Syauqi Ibrahim, penerbit Turos Pustaka

Kitab Rahasia Tidur: Menggali Keajaban dan Hikmah dalam Kematian Kecil

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In