Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Pemerintah Fasilitasi Industri Penerbitan Unjuk Gigi di London Book Fair

Oleh Siti Khotijah
29 Maret 2022
di Berita Buku
A A
Pemerintah Fasilitasi Industri Penerbitan Unjuk Gigi di London Book Fair

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat saat Weekly Press Briefing di Jakarta, Senin (28/3). (Foto: ANTARA/HO-Kemenparekraf/Jakarta Book Review)

Jakarta – Dalam rangka memulihkan subsektor penerbitan, Menteri Pariwisara dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, bakal memberikan fasilitas  kepada delapan penerbit dan dua literary agency untuk tampil di Paviliun Indonesia dalam ajang London Book Fair (LBF) 2022.

 “Upaya ini diharapkan menjadi titik balik kebangkitan subsektor tersebut pasca pandemi,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/3/2022).

Pada tahun 2019 Indonesia disebut pernah menjadi bagian penting di London Book Fair (LBF) dengan menjadi market focus country (negara fokus pasar).

Keikutsertaan Indonesia dalam ajang tersebut di tahun ini harapannya dapat mendorong kebangkitan industri kreatif, khususnya subsektor penerbitan.

“Langkah kita semua dengan para stakeholder, termasuk Disparekraf (Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Provinsi DKI Jakarta, mudah-mudahan menjadi awal kebangkitan kita. Minat baca ini juga akan menentukan bagaimana suatu negara bisa meningkatkan sumber daya manusia,” katanya.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Nia Niscaya mengungkapkan subsektor penerbitan memberikan kontribusi yang terbesar ke-4 setelah kuliner, fesyen, dan kriya.

Sejak tahun 2015 hingga 2022, lanjutnya, tema yang diusung dalam LBF ialah “17.000 island of imagination”.

Tema tersebut dinilai sesuai dengan payung tema Wonderful Indonesia yang mengajak warga dunia melihat lebih dekat keajaiban pelbagai budaya Indonesia, terutama melalui subsektor penerbitan.

Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), Arys Hilman menilai Indonesia harus dapat memaksimalkan kesempatan ini sebagaimana kesuksesan industri kreatif perbukuan di China dan Korea yang meningkat secara signifikan.

Dalam LBF 2022 Indonesia dikatakan akan membawa sekitar 260 judul buku, terutama buku kategori anak mengingat kecenderungan pasar dari luar negeri, khususnya Timur Tengah, terhadap buku kategori anak terbitan Indonesia.

“Mudah-mudahan ini adalah momentum kebangkitan dunia buku Indonesia, seperti halnya dalam hal yang lebih luas adalah kebangkitan ekonomi Indonesia,” harap Arys.

LBF 2022 sendiri akan berlangsung dari 5- 7 April 2022 dengan 10 co-exhibitor yang terpilih setelah melalui serangkaian proses seleksi. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Pemerintah Desa Subang Launching Buku Sejarah Desanya

Selanjutnya

Kitab Rahasia Tidur

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Kitab Rahasia Tidur

Kitab Rahasia Tidur

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In