Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Apindo dan JJC Luncurkan Buku Manual Program Magang

Oleh Siti Khotijah
30 Maret 2022
di Berita Buku
A A
Apindo dan JJC Luncurkan Buku Manual Program Magang

Ilustrasi program magang mahasiswa. (Foto: sipild3.itp.ac.id/Jakarta Book Review)

Jakarta – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) berkolaborasi dengan  kamar dagang Jepang di Indonesia, The Jakarta Japan Club (JJC) meluncurkan buku manual program magang di dalam negri. Hal ini sebagai upaya mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.

Adanya buku ini bertujuan menyosialisasikan secara luas program pemagangan dalam negeri dan disusun berdasarkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2020.

Ketua Komite Pelatihan dan Pemagangan SDM Apindo, Bob Azam mengatakan harapannya melalui buku ini kualitas SDM pemagang jadi meningkat. “Kami tidak ingin orang yang ikut magang cuma bisa bikin kopi dan fotokopi, maka kami susun pemagangan yang baik, agar peserta dapat manfaat, skill, knowledge, dan yang utama, karakter,” ujarnya dalam jumpa pers secara daring, Selasa (29/3/2022) di Jakarta.

Ia menambahkan pemagangan punya peran strategis lantaran masalah SDM merupakan salah satu hal yang mempengaruhi investasi dan berkembangnya UMKM, mengingat tidak tersedianya tenaga kerja yang siap dan terkualifikasi di Indonesia.

“Setiap tahun, ada lebih dari 2,8 juta pencari kerja yang masuk pasar kerja dan perlu mendapatkan pelatihan. Kalau 20 persennya saja benar mendapatkan pelatihan, itu sekitar 560 ribu-600 ribu, maka pasar kerja kita akan benar dan mampu support industri,” katanya.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Namun masalahnya, saat ini kurang dari 50 ribu pencari kerja yang baru mengikuti pelatihan pemagangan secara baik. Jumlah ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan total tenaga kerja yang masuk ke pasar kerja.

Ketua Umum Apindo, Hariyadi B. Sukamdani berharap program pemagangan dalam negeri bisa memberikan kontribusi dalam peningkatan sumber daya manusia industri dalam negeri saja.

Sementara itu, Ketua Komite Pengembangan Sumber Daya Manusia JJC, Masakazu Takahashi mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan JJC 2021 lalu, hanya sekitar 30 persen anggota kamar dagang itu yang menerima pemagang.

“Sangatlah penting untuk melanjutkan sosialisasi sistem magang untuk perusahaan-perusahaan di Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut, Anggota Komite JCC Kobi menjelaskan buku yang tersedia dalam dua bahasa itu akan fokus pada teknis pelaksanaan magang. Setidaknya ada tiga poin penting yang ditekankan dalam buku ini, salah satunya program magang ditekankan untuk memberikan pengalaman kerja bagi siswa SMK atau mahasiswa sebelum mereka masuk ke dunia kerja. Adanya buku manual juga mendorong sistem magang bisa dilakukan di berbagai industri termasuk industri jasa.

Sistem magang, lanjut Kobi, juga bisa diselipkan dalam proses perekrutan karyawan di mana pencari kerja bisa terlebih dahulu dilatih sebagai pemagang. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Kitab Mujarobat, Referensi Terlengkap Ilmu Pengobatan & Penyembuhan Islam

Selanjutnya

Kejar Standar UNESCO, Kepala Perpusnas Minta Tambahan Koleksi Buku dan Pustakawan

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Kejar Standar UNESCO, Kepala Perpusnas Minta Tambahan Koleksi Buku dan Pustakawan

Kejar Standar UNESCO, Kepala Perpusnas Minta Tambahan Koleksi Buku dan Pustakawan

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In