Rabu, 17 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Buku Hasil Kolaborasi Tiga Penulis Seni Budaya Jatim Resmi Rilis

Oleh Siti Khotijah
27 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Buku Hasil Kolaborasi Tiga Penulis Seni Budaya Jatim Resmi Rilis

DKJT terbitkan buku kolaborasi tiga penulis seni budaya. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com/Jakarta Book Review)

Buku ini tidak membicarakan tentang estetika, makna dan media secara eksplisit.

Surabaya – Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT) merilis buku Antologi Seni Budaya DK-Jatim berjudul “Estetika, Makna dan Media”, Sabtu (25/12/2021) di kantor DKJT Jakarta Timur (Jatim). Buku ini ditulis oleh tiga seniman asal Jatim, yakni Ikhwan Setiawan, Mashuri, dan Syarifuddin.

Perwakilan Presidium DKJT, Eko Suwargono mengatakan buku ini diberi judul Estetika, Makna dan Media karena subtansi buku ini berbicara tentang tiga hal tersebut. “Buku ini tidak membicarakan tentang estetika, makna dan media secara eksplisit. Buku ini mengajak pembacanya untuk dapat menangkap pesan subtantif dan esensial dari beberapa tulisan kritis yang disuguhkan,” ujarnya.

Menurut Eko, bangunan karya seni sebagai pengejawantahan filosofi nilai dan keindahan akan melibatkan media untuk kebutuhan berekspresi dan apresiasi agar dapat terus berdaya, berkembang secara adaptif dan kontekstual berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Kualitas resepsi dan kreatifitas sang seniman yang terpantul dalam karyanya penting untuk dikaji secara komprehensif. Hasilnya, dapat digunakan sebagai refrensi pengembangan karya lebih lanjut,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Bidang Program, Nasar Albatati, mengatakan, buku antologi seni dan budaya merupakan tulisan kritik dari tiga penulis yang memiliki wawasan luas tentang bidangnya. “3 penulis ini memberikan dimensi berbeda pada fenomena budaya yang dituliskannya.,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Dalam buku ini, Ikhwan Setiawan mengkritik neo-eksostisisme yang dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dalam mengakomodasi dan mentransformasi kesenian sebagai salah satu penopang utama industri pariwisata. Ia ingin memperluas pembahasan terkait neo-eksotisme sebagai formula yang digunakan oleh Pemkab Banyuwangi.

“Saya ingin memperluas pembahasan terkait neo-eksotisisme sebagai formula yang digunakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam mengkomodifikasi dan mentransformasi kesenian etnis di Banyuwangi sebagai salah satu penopang utama industri pariwisata,” jelas Ikhwan.

Selanjutnya, Mashuri yang tulisannya berusaha menelusuri posisi budaya dalam prosa dan mengulik strategi para pengarang dalam prosa karangannya. Dalam tulisannya, Mashuri berusaha menjelaskan penelusuran yang dilakukan mulai dari beberapa pengarang dunia, terlebih kawasan Anglo-Saxon, dan pengarang dunia, dan secara khusus Jatim.

Dan terkahir, Syarifuddin mencoba menjelaskan bahwa seni rupa hari ini berbeda dengan seni rupa di masa lalu. Saat ini kedatangan platform digital memperkaya pandangan tentang seni rupa terutama terkait media dan teknis. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Mindful is Mind-Less

Selanjutnya

Seikatsu Kaizen: Evolusi Masyarakat Jepang Tradisional Menjadi Salah Satu Negara Industri Terkuat Dunia

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Buku Seikatsu Kaizen, Reformasi Pola Hidup Jepang. Panduan Menjadi Masyarakat Unggul dan Modern karya Susy Ong, penerbit Elex Media Komputindo

Seikatsu Kaizen: Evolusi Masyarakat Jepang Tradisional Menjadi Salah Satu Negara Industri Terkuat Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In