Minggu, 14 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Informasi Situs Liyangan Kini Hadir dalam Bentuk Buku

Oleh Siti Khotijah
9 Desember 2021
di Berita Buku
A A
Buku Gunung Meletus, Belajar dari Situs Liyangan. (Foto: antaranews.com/Jakarta Book Review)

Buku Gunung Meletus, Belajar dari Situs Liyangan. (Foto: antaranews.com/Jakarta Book Review)

Memasyarakatkan hasil penelitian arkeologi Situs Liyangan.

Yogyakarta – Balai Arkeologi (Balar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merilis buku bertajuk ‘Gunung Meletus Belajar dari Situs Liyangan’, Rabu (8/12/2021). Buku ini bertujuan memasyarakatkan hasil penelitian arkeologi Situs Liyangan.

Kepala Balai Arkeologi DIY, Sugeng Riyanto mengatakan, Rumah Peradaban Situs Liyangan itu sudah berjalan sejak awal tahun 2021, dan inilah waktu yang tepat untuk merilis  buku dan alat peraganya.

Rumah Peradaban sendiri adalah salah satu program prioritas nasional di lingkungan Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan berbagai Balai Arkeologi yang ada di seluruh Indonesia.

Tujuan utama dari Rumah Peradaban, yakni membumikan hasil penelitian arkeologi kepada masyarakat tak terkecuali dunia pendidikan. Hal itu membuat Rumah Peradaban memiliki tiga pilar utama yaitu destinasi pendidikan, buku pengayaan pendidikan dan alat peraga pendidikan.

Dalam acara peluncuran buku ini Kepala Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslit Arkenas), I Made Geria, menyampaikan apresiasinya atas usaha Balai Arkeologi D.I. Yogayarkata dalam rangka berimprovisasi mendayagunakan hasil penelitian arkeologi yang menyentuh kepentingan masyarakat.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

“Hal ini perlu terus dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat untuk dikenal ditingkat nasional. Selain itu perlu ditambah ragam topik utama untuk mendukung rumah peradaban menjadi sarana edukasi dan permasyarakatan hasil penelitian arkeologi,” ujarnya.

Untuk diketahui, Situs Liyangan merupakan kawasan pemukiman purbakala yang mencakup sisa bangunan, jalan, ladang dan berbagai artefak yang ditemukan di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah dan terletak di lereng timur Gunung Sindoro.

Situs ini sendiri telah ditemukan pada 2008 tertutup debu vulkanik sangat lama. Berdasarkan penelitian dari Balai Arkeologi Yogyakarta, disimpulkan bahwa situs ini merupakan perdusunan dari masa Mataram Kuno dengan karakter yang kompleks. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Unboss: Buku Panduan Biar Atasan Nggak Ngebosi

Selanjutnya

Komite II DPD Laporkan Kinerja 2 Tahun Lewat Buku

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Komite II DPD Laporkan Kinerja 2 Tahun Lewat Buku

Komite II DPD Laporkan Kinerja 2 Tahun Lewat Buku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In