Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Mendaki Tangga yang Salah, Cara Terbaik untuk Gagal

Resensi buku Mendaki Tangga Yang Salah karya Eric Barker penerbit Gramedia

Oleh Mujib Rahman
16 Juni 2022
di Resensi
A A
Mendaki Tangga yang Salah adalah Cara Terbaik untuk Gagal: Resensi buku "Mendaki Tangga Yang Salah" karya Eric Barker penerbit Gramedia

Mendaki Tangga yang Salah adalah Cara Terbaik untuk Gagal: Resensi buku "Mendaki Tangga Yang Salah" karya Eric Barker penerbit Gramedia

Ada pertanyaan mendasar, mengapa murid yang paling pintar di sekolah tidak menjadi miliader? bahkan temannya yang lebih bodoh bisa lebih kaya darinya? Kebanyakan orang mengaitkan kesuksesan dengan pencapaian tertentu, dan untuk mencapainya butuh ketekunan, kerja keras, disiplin, bakat, sebagainya. Hal itu tidak sepenuhnya salah, tetapi Anda harus clear terlebih dahulu, siapa Anda? ingin menjadi apa, dan sukses dengan cara apa?

Buku Mendaki Tangga Yang Salah menyadarkan kita bahwa setiap orang memiliki impiannya sendiri-sendiri. Untuk itu setiap orang harus sadar sepenuhnya tentang potensi apa yang mereka miliki dan akan diarahkan ke mana.

Buku karya Eric Barker ini diterjemahkan dari bahasa Inggris “Barking Up The Wrong Tree“. Pada prinsipnya, setiap orang memiliki tipikal tertentu dan untuk mencapai suksesnya, ia perlu tahu “pohon” mana yang harus dipanjat. Seekor panda mungkin dapat memanjat pohon apokat, tetapi ia tidak akan menemukan apa yang dituju.

Hidup itu penuh kemungkinan. Banyak hal dalam kehidupan ini yang dapat diambil seseorang untuk mengoptimalkan berbagai hal dalam dirinya. Kemungkinan-kemungkinan itu banyak sekali dan ternyata tidak harus dipandu oleh sifat baik.

Contohnya Jure Robic, juara balap sepeda Race Across America (RAAM). Ini adalah balapan paling liar sedunia, di mana peserta diberi waktu 12 hari melintasi benua Amerika mulai San Diego ke Atlantic City. Beda dengan Tour de France yang on-off nya telah dijadwalkan, RAAM tidak memiliki aturan semacam itu. Seseorang boleh tetap mengayuh atau istirahat, terserah keputusan mereka sendiri.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Artinya, bila peserta istirahat atau melakukan aktifitas selain mengayuh sepeda selama beberapa jam, itu berarti ia berpeluang dilewati pesaingnya. Dalam tradisi RAAM, peserta semaksimal mungkin terus mengayuh sepeda untuk mencapai 3000 mil dalam waktu sesingkat mungkin, dengan rata-rata waktu istirahat 3 jam per hari.  

Pada 2009, Jure Robic telah lima kali menjadi juara. Ia sering kali mencapai finish di bawah 9 hari, lebih cepat setidaknya setengah hari dari kompetitor terdekatnya. Apa yang membuat Juri Robic demikian hebat? apakah ia memiliki gen unggul, punya pelatih terbaik, atau latihan ekstrim? Ternyata tidak, ia bukan itu semua, bahkan menurut pelatihnya ia jenis orang yang sulit dilatih.

Dalam artikel New York Times, Don Coyle mengatakan, yang membuat Robic tak terkalahkan adalah ketidakwarasannya. Ia pribadi yang paranoid, temperamental, dan gila. Dalam lomba ia berteriak, melompat dari sepeda, berkelahi dengan kotak surat, dan banyak kegilaan lainnya. “Perilaku Robic adalah canggung dan memalukan, tetapi ia mustahil hidup tanpanya,” tandas Coyle.

Buku “Mendaki Tangga yang Salah” ini menjelajahi lebih banyak kemungkinan sukses di dunia nyata, daripada yang dipikirkan orang selama ini. Sukses yang dimaksud di sini tentu saja sukses dalam hidup, tidak sekedar tentang menghasilkan uang.

Definisi Berbeda

Pada dasarnya definisi sukses bagi seseorang itu adalah definisi orang itu sendiri. Bila anda menggunakan definisi umum tentang sukses, itu pertanda anda akan memanjat pohon yang salah. Namun bukan berarti sukses adalah sesuatu yang tak pasti. Masalahnya ada jurang besar antara anda dan sukses itu. Jika anda sudah tahu tentang kualitas dan taktik yang membantu anda mencapai sukses, maka pakailah segala potensi itu untuk mencapainya. Itu saja.

Banyak orang memiliki keahlian unik tetapi menganggapnya sebagai sebuah skill anti mainstream yang tidak dapat membawanya menjadi hebat. Menurut pakar kepribadian, Gautam Mukunda, biasanya keahlian unik ini bisa bersifat negatif, namun dalam kondisi tertentu bisa menjadi positif. Mukunda menyebutnya dengan sebutan “Pemekat” yang bisa merubah kelemahan menjadi kekuatan.

Eric Baker menuntut redefinisi sukses dengan menyesuaikan kondisi personal. Atlet Ted Williams adalah salah satu yang terbaik di baseball. Ia secara ekstrim terus berlatih, seolah tanpa batas.

Saking sibuknya dengan baseball, ia melupakan kehidupannya. Memang benar dia berhasil menjadi salah satu pemukul terbaik sepanjang sejarah baseball Amerika, tetapi kehidupan sosialnya bisa dibilang mengkhawatirkan. Ted menjadi pribadi yang sangat ambisius dan perfeksionis sehingga temperamennya muncul bila ekspektasi tak tercapai.

Di sini kita bisa melihat, kerja keras itu penting untuk sukses. Tetapi apakah itu sepadan jika relasi kita dengan orang lain menjadi buruk? Maka dari itu perlu ada batas dengan cara menyusun rencana yang bisa membagi waktu antara pekerjaan, hobi, dan berkumpul bersama orang-orang tercinta.

Barker menyajikan studi ilmiahnya dengan sudut pandang yang unik. Ia dengan jeli membedakan antara pencapaian dan kebahagiaan. Pencapaian berari memenangkan, dan kebahagiaan berarti menikmati. Di sini akan lebih jelas, sukses menurut anda itu memenangkan atau menikmati. Bila demikian, mungkin si murid terpintar di kelas tadi memiliki definisi sendiri tentang suksesnya.

Judul: Mendaki Tangga yang Salah

(Barking Up the Wrong Tree)

Penulis: Eric Barker

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Genre: Self-Improvement

Tebal: 376 Pages

Edisi: Cet 2, April 2019

ISBN: 978-602-03-8817-5

Topik: Headline
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Ingin Menyenangkan Semua Orang? Itu Tak Mungkin

Selanjutnya

9 Rekomendasi Novel dengan Cerita Terbaik Sepanjang Masa Versi JBR

Mujib Rahman

Mujib Rahman

Wartawan Senior

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
9 Rekomendasi Novel dengan Cerita Terbaik Sepanjang Masa Versi JBRrovement Temani Waktu Luang

9 Rekomendasi Novel dengan Cerita Terbaik Sepanjang Masa Versi JBR

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In