Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Keluarga Samawa dan Tiga Kunci Mewujudkannya

Oleh Ariel Achmad Pramudya
15 Mei 2023
di Resensi
A A
Keluarga Samawa dan Tiga Kunci Mewujudkannya

Keluarga Samawa dan Tiga Kunci Mewujudkannya. (Foto: Jakarta Book Review)

Membangun keluarga sakinah, mawadah, dan warahmah (Samawa) menjadi dambaan setiap orang. Namun, trauma akan pernikahan akibat stigma buruk, membuat sebagian orang memutuskan untuk tidak menikah. Akan tetapi, ini bukan sepenuhnya salah mereka. Sebab, bisa saja apa yang mereka saksikan sehari-hari bukanlah cerminan keluarga yang dikehendaki oleh Islam. Syekh Qardhawi mengatakan,

Makna Keluarga Harmonis

الْأُسْرَةُ الصَّالِحَةُ هِيَ الّتِى تَقُوْمُ عَلَى الزَّوَاجِ الْمُسْتَقِرّ الَّذِي يُثْمِرُ التَّآلُفَ وَالْمَوَدَّةَ وَهُوَ هَدْفٌ مِنْ أهْدَاف الْحَيَاةِ الْإَسْلَامِيَّةِ الطَّيِّبَةِ وَهُوَ عُنْصُرٌ أسَاسِيٌّ لِاسْتِقْرَارِ حَيَاةِ الْأَفْرَادِ وَالْأُسْرِ وَالْجَمَاعَاتِ

“Keluarga harmonis adalah keluarga yang didirikan atas dasar kelanggengan yang akan menghasilkan rasa cinta dan kasih. Inilah satu di antara tujuan kehidupan islami yang baik, sekaligus menjadi dasar keharmonisan kehidupan individu, keluarga, dan masyarakat luas.”[1]

Artinya, psikologis (cinta dan kasih) kedua pasangan menjadi dasar penting dalam membangun keluarga. Menurut penelitian terbaru, selain hubungan orang tua dan anak, hubungan kedua orang tua juga memberikan pengaruh terhadap emosi, karakteristik, dan kognitif anak.[2] Sehingga, membangun keluarga yang samawa memiliki andil besar bagi buah hati kita. Syekh Qardhawi menjelaskan tentang tugas ayah dan ibu untuk anaknya,

لِهَذَا أَصَرِّ الْإِسْلَامُ وَأَصَّرَتْ الْأدْيَانُ كُلُّهَا أنْ يُوْلَدَ الْأطْ فَالُ فِي ظِلِّ أسْرَةٍ طَبِيْعِيَّةٍ شَرْعِيّةٍ: فِي حَضَاَنةِ أَبٍ رَاعٍ مَسْؤُوْلٍ وَأًمٍّ رَؤُوْمٍ حَانِيَةٍ مَسْؤُوْلَهُ أَيْضًا

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

“Atas dasar inilah, Islam dan semua agama lainnya mengharuskan anak-anak dilahirkan di bawah naungan keluarga yang harmonis dan sesuai ajaran agama. Ia berada dalam pengasuhan ayah berjiwa pemimpin yang bertanggung jawab dan seorang ibu penyayang sekaligus membantu tanggung jawab ayahnya.”[3]

3 Kunci Utama Keluarga Samawa

Dalam buku al-Hâyah az-Zaujiyah (Kehidupan Rumah Tangga) ini, Syekh Rasyid Ridha menghadirkan tiga kunci utama agar keluarga kita menjadi keluarga samawa. Pertama, memastikan kedua pasangan menerima (qana’ah) atas segala hal yang menjadi kepemilikan. Mulai dari kelebihan sampai kekurangannya. Keduanya saling melengkapi dan membantu sama lain dalam suka ataupun duka.

Kedua, menularkan kebahagiaan keluarga kecil mereka pada sekitarnya. Mulai dari keluarga besar masing-masing pasangan sampai tetangga. Sebab, kemakmuran sebuah negara bermula dari rukunnya keluarga kecil yang tinggal di sana. Sehingga, ketika keluarga kecil ini berhasil bahagia dan menyebarkannya ke sekitar, suasana lingkungan rumah akan harmonis dan memperkecil kemungkinan tersulutnya api permusuhan.

Ketiga, menurunkan cinta dan kasih sayang kepada buah hati. Merekalah penerus bangsa. Ketika mereka tidak mendapatkan contoh bagaimana keluarga yang harmonis dan tidak mendapatkan perhatian sekaligus pendidikan yang baik, perjuangan seluruh elemen masyarakat tidak bisa berdampak apa-apa. Sebab, generasi penerusnya tidak memiliki gambaran apa pun perihal membangun keluarga yang samawa.

Keunikan

Turos Pustaka sadar, semua kerumitan zaman sekarang tidak bisa terjawab dengan mudah oleh buku-buku yang telah tertulis puluhan tahun yang lalu. Ada beberapa yang memang memerlukan sudut pandang baru agar sesuai konteks zamannya. Oleh karena itu, buku kecil di hadapan Anda ini kami lengkapi dengan 30 tanya jawab kekinian seputar pernikahan.

Berisi pertanyaan-pertanyaan yang sering berkeliaran di media sosial kita. Misalnya, bagaimana hukum childfree? Apakah bapak rumah tangga diperbolehkan dalam Islam? Apakah orang tua boleh memaksa putrinya menikah? Dan, apakah orang tua bisa menjadi durhaka kepada anaknya? Semua pertanyaan ini terjawab dengan menukil lebih dari 40 kitab ulama salaf.

Buku baru Mei 2023 dari penerbit Turos Pustaka

[1] Yusuf al-Qardhawi, al-Usrah ka Mâ Yurîduhâ al-Islâm. tp., tt., hlm. 10.
[2] Lin X, He T, Heath M, Chi P, Hinshaw S., A Systematic Review of Multiple Family Factors Associated with Oppositional Defiant Disorder. Int J Environ Res Public Health. 2022 Aug 31;19(17):10866. doi: 10.3390/ijerph191710866. PMID: 36078582; PMCID: PMC9517877.
[3] Yusuf al-Qardhawi, al-Usrah ka Mâ Yurîduhâ al-Islâm. tp., tt., hlm. 43—44.

Topik: harmonisHeadlineIslamIstrikeluargakeluargasamawapasutripernikahansamawasuami
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Imam al-Ghazali Menjawab Polemik Islam dan Evolusi

Selanjutnya

Hari Buku Nasional 17 Mei, Inilah Sejarah dan Tujuannya

Ariel Achmad Pramudya

Ariel Achmad Pramudya

Editor penerbit Turos Pustaka

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
hari-buku-nasional-17-mei

Hari Buku Nasional 17 Mei, Inilah Sejarah dan Tujuannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In