Rabu, 21 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Resensi Buku "Jika NU Tidak Berubah... Akhir adalah Awal: Blueprint Transformasi Nahdlatul Ulama Menuju 2045"

Oleh Anis Maftukhin
7 September 2026
di Resensi
A A

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Setiap kali Muktamar Nahdlatul Ulama digelar, keriuhannya kerap kali mirip panggung haflatul imtihan di pesantren: meriah, sarat silaturahmi, gegeran pemilihan ketua umum, lalu diakhiri dengan doa dan santap berkatan. Setelah muktamar usai, urusan wujud organisasi di masa depan seolah dikembalikan lagi pada takdir dan angin lalu.

Berangkat dari kegelisahan itulah Yanuar Prihatin melahirkan risalah bertajuk JIKA NU TIDAK BERUBAH… AKHIR ADALAH AWAL (Agustus 2026). Risalah yang diterbitkan secara mandiri ini bukanlah caci maki pengamat luar, melainkan ide-ide yang tampaknya murni lahir dari letupan-letupan kecintaan seorang kader NU yang sehari-hari merasakan denyut nadi perjalanan NU dari masa ke masa, mulai dari tingkat desa sampai tingkat nasional.

Diagnosis Yanuar terbilang menukik tajam. Menurutnya, urusan kaderisasi yang mandek atau ekonomi umat yang kempot sesungguhnya hanyalah gejala (illat). Akar penyakit sebenarnya adalah ketiadaan gambaran bersama mengenai bentuk akhir (end-state) jam’iyah ini. Maka, ia menawarkan pameo radikal: tetapkan dulu wujud paripurna NU di tahun 2045, baru kemudian menarik garis strateginya mundur ke masa kini.

Penulis lantas menyodorkan Tujuh Disiplin Transformasi dengan target-target yang cukup bikin terperanjat: mendirikan 50 holding bisnis, menguasai 30% sektor retail, hingga sertifikasi kompetensi manajemen bagi pengurus cabang. Sekilas, buku ini tampak terlalu melambung gagasan-gagasan teknisnya untuk dipraktikkan di tubuh jam’iyah NU yang terkenal kenyal dan terbiasa dengan kultur alon-alon asal kelakon. Membayangkan struktur NU yang sangat luas dipaksa memakai baju ketat manajemen modern berstandar ISO tentu butuh mujahadah ekstra. Namun, di situlah letak keseriusannya, termasuk dorongan porsinya yang adil bagi perempuan dan santri sebagai muharrik (penggerak) utama di ruang keputusan—bukan lagi sekadar ditaruh di barisan belakang.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

Tentu saja, menjejalkan logika korporasi ke dalam tradisi patronase dan kultur sowan khas warga nahdliyin tidak semudah membalik lembaran kitab kuning. Ada pergeseran mentalitas dan “darah-keringat” kultural yang amat berat untuk membongkar zona nyaman.

Namun, justru di situlah letak faedahnya. Meminjam istilah majalah Tempo “enak dibaca dan perlu”, buku ini sangat layak jadi buku pegangan para pengurus NU dari anak ranting hingga PBNU. Sebelum para kiai, elite, dan aktivis keburu sibuk merancang taktik kamar hotel jelang Muktamar, ada baiknya khataman dulu cermin besar ini. Sebab hukum sejarah itu dingin: jika NU tak mau mendesain masa depannya sendiri, zamanlah yang akan meninggalkannya tanpa permisi.

Identitas Buku

Judul: JIKA NU TIDAK BERUBAH… AKHIR ADALAH AWAL (Blueprint Transformasi Nahdlatul Ulama Menuju 2045)
Penulis: Yanuar Prihatin
Bulan/Tahun Terbit: Agustus 2026

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Bedah “Panduan Melawan Tirani”, Media Wahyudi Askar Bongkar Struktur yang Membuat Tirani Bertahan

Selanjutnya

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Anis Maftukhin

Anis Maftukhin

Pengasuh Ponpes Wali, jurnalis, penceramah, motivator, penerjemah, dan praktisi komunikasi politik. Telah menerjemahkan dan mengedit 160+ buku. Tokoh Inspiratif Jateng 2023 dan ASEAN Award 2024.

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In