Kamis, 1 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Resensi buku Nahwul Qulûb: Tata Bahasa Ruhani karya Imam Qusyairi Penerbit Turos Pustaka

Oleh Anis Maftukhin
30 September 2026
di Resensi
A A
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Di pesantren, nahwu itu fardhu ain. Santri tak akan berani menyentuh kitab kuning kalau alat bedahnya tumpul. Jenjangnya jelas dan berdarah-darah: mulai dari meraba matan Jurumiyah, menaiki syi’ir Imrithy, hingga mabuk kepayang menghafal seribu bait Alfiyah Ibnu Malik.

Sayangnya, rutinitas ini sering bikin nahwu mandek jadi ilmu mekanis. Cuma ribut mencari jejak mubtada-khabar, atau mengurusi nasib si Zaid yang tak henti-hentinya memukul Amran. Nahwu akhirnya sekadar jadi “satpam” gramatikal. Alat jaga-jaga supaya lisan tak kepeleset (sabqul lisan).

Di titik jenuh itulah, Imam Qusyairi hadir membawa “wahyu” segar. Lewat kitab Nahwul Qulûb: Tata Bahasa Ruhani, sang sufi polimatik ini membetot nahwu dari urusan lisan menuju tata krama kalbu. Ini bukan buku rohani pelengkap tidur. Ini asupan gizi intelektual tingkat tinggi yang memaksa nalar santri berpikir out of the box, progresif, dan inovatif.

Kita mengenal Imam Qusyairi dari mahakarya Risalah Qusyairiyyah. Tapi beliau bukan tipe sufi yang cuma asyik uzlah di pucuk gunung. Beliau itu mufassir, pakar ushul fikih, mutakallim, sekaligus penyair ulung.

BACA JUGA:

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

Kisah dari Negeri Para Insinyur

Buku yang diterjemahkan dengan renyah oleh KH. Supirso dan disunting apik oleh Ariel Pramudya ini merangkum dua karyanya sekaligus: Nahwul Qulûb al-Kabîr dan as-Shaghîr. Tebalnya 232 halaman. Pas. Persis secangkir kopi kothok Lasem: ringkas, pekat, dan bikin mata batin melek semalaman.

Cara sang Imam menyentil kita sungguh jenaka. Di bab awal, ia membedah kata nahwu yang aslinya bermakna “tujuan menuju kebenaran”. Kalau nahwu lahiriah memoles lisan, nahwu batiniah memoles kalbu agar pantas menghadap Tuhan.

Konsep i’rab (perubahan akhir kata) pun naik kelas. Posisi hamba kala berdialog dengan Ilahi dibedah tajam: mana yang sebatas munadah (merintih di pintu pelayanan), mana yang sudah munajat (merindu dalam hamparan kedekatan). Tiba-tiba, nalar kita diajak melompat dari teks yang kaku ke samudra konteks yang mahaluas.

Pengantar Dr. Nasaruddin Idris Jauhar di buku ini makin menelanjangi ironi kita. Banyak orang mabuk kepayang mengkaji bahasa Arab, mengiranya sebagai “puncak makrifat”, tapi gagap dalam aplikasi. Padahal nahwu itu cuma wasilah alias perantara.

Qusyairi secara cerdas justru memakai logika kebahasaan yang sudah ngelotok di kepala santri untuk membedah spiritualitas. Hasilnya? Sebuah Tasawuf Made Easy. Tasawuf kelas berat yang dibungkus dengan sangat renyah.

Momen terbitnya buku ini (Agustus 2022) juga sangat jeli. Belakangan ini, banyak mahasiswa kampus umum yang ghirah mengkaji keislamannya sedang meledak, tapi mentok di tembok bahasa Arab. Terbitan Turos Pustaka ini hadir jadi jembatan penyeberangan.

Teks Arab aslinya tetap nampang menemani kutipan ayat dan hadis. Santri puritan yang kangen sensasi sorogan bisa terpuaskan, sementara masyarakat awam tetap bisa mengunyah gizinya tanpa perlu mengerutkan dahi.

Menamatkan buku ini bikin kita tertawa getir menertawakan diri sendiri. Jangan-jangan, ibadah kita selama ini hambar bukan karena lisan tak fasih merapal doa. Tapi karena i’rab hati kita yang kadung berantakan—terlalu marfu’ (tinggi) oleh kesombongan, dan kelewat gengsi untuk majrur (merendah) dalam ketawadhuan. Segera tebus buku ini, seduh kopi Anda, dan biarkan kalbu Anda di-i’rab langsung oleh sang maestro dari Naisabur.

Topik: nahwul qulubtata bahasa ruhani
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Anis Maftukhin

Anis Maftukhin

Pengasuh Ponpes Wali, jurnalis, penceramah, motivator, penerjemah, dan praktisi komunikasi politik. Telah menerjemahkan dan mengedit 160+ buku. Tokoh Inspiratif Jateng 2023 dan ASEAN Award 2024.

TULISAN TERKAIT

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
kenal lebih dekat

Kenali Lebih Dekat untuk Menjauhi Prasangka

26 Januari 2026
Kisah dari Negeri Para Insinyur

Kisah dari Negeri Para Insinyur

21 November 2025
Selanjutnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
IMG_0105-scaled

Bedah “Panduan Melawan Tirani”, Media Wahyudi Askar Bongkar Struktur yang Membuat Tirani Bertahan

24 Agustus 2026
Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In