Sabtu, 20 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Ketua Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pentingnya Perpusda

Oleh Siti Khotijah
24 Mei 2022
di Berita Buku
A A
Ketua Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pentingnya Perpusda

Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siti Nafsiah. (Foto: kaltengnews.co.id/Jakarta Book Review)

Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Siti Nafsiah menyoroti pentingnya Perpustakaan Daerah (Perpusda) dalam upaya meningkatkan minat baca masyarakat di daerah.

Budaya literasi harus terus diperhatikan dan dilestarikan terutama bagi generasi muda yang saat ini mengalami krisis membaca akibat kemajuan teknologi yang pesat. Mereka lebih memilih tenggelam dalam kesenangan gadget dibanding dengan membaca buku.

“Kebanyakan anak-anak yang kita lihat saat ini lebih cenderung banyak memainkan smart phone dibandingkan dengan membaca. Padahal membaca ini sangat penting apalagi bagi anak-anak usia dini,” tuturnya, Minggu, (22/5/2022).

Melihat kondisi ini ia menekankan pentingnya perpustakaan daerah untuk mendorong minat baca generasi muda. Ia mengimbau kepada pemerintah daerah untuk berinovasi guna mengembangkan perpustakaan daerah agar lebih diminati.

Salah satunya dengan memberikan sarana dan prasarana pendukung yang sesuai dengan perkembangan zaman. Harapannya minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan lebih meningkat.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

“Saat ini masih banyak perpustakaan di daerah yang masih tertinggal jauh baik itu dari segi sarana atau prasarana. Oleh karena itu penting untuk memperhatikan hal-hal yang diminati masyarakat,” sebutnya.

Selain itu, perlu diperhatikan pula perpustakaan desa. Saat ini tidak sedikit perpustakaan desa yang kondisinya sangat miris. Mengingat peran perpustakaan desa yang menjadi sarana utama bagi masyarakat untuk meningkatkan budaya literasi.

“Perpustakaan memiliki peranan yang sangat penting. Dengan memberikan perhatian lebih pada perpustakaan diharapkan budaya membaca terus berkembang dan tak tergerus oleh perkembangan zaman. Meskipun melalui smartphone kita bias membaca, namun dengan memegang bukunya sensasi membaca lebih terasa sehingga secara langsung dapat menumbuhkan minat membaca khusunya bagi generasi muda,” pungkasnya. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Ihya Ulumuddin: Memahami Psikologi Hubungan dengan Allah

Selanjutnya

Dukung Presidensi G20 Indonesia, Perpusnas Bakal Rilis Buku Tematik

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Dukung G20, Perpusnas Bakal Rilis Buku Tematik

Dukung Presidensi G20 Indonesia, Perpusnas Bakal Rilis Buku Tematik

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In