Kamis, 18 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

4 Kelebihan Jadi Seorang ‘Kutu Buku’

Oleh Siti Khotijah
6 Desember 2021
di Berita Buku
A A
5 Rekomendasi Buku Tipis yang Bisa Dibaca Dalam Waktu Singkat

Ilustrasi seorang yang gemar membaca buku atau biasa disebut dengan istilah kutu buku (Foto: mediacerita.com/Jakarta Book Review)

Jakarta – Kutu buku merupakan julukan yang biasa diberikan kepada mereka yang gemar membaca buku, komik, atau sejenisnya. Meskipun sering menjadi bahan olokan, ternyata menjadi seorang kutu buku memiliki nilai plus tersendiri.

Berikut beberapa nilai plus menjadi seorang kutu buku,  

Membuat diri menjadi sosok intelektual

Gemar membaca buku, membuat Anda memiliki wawasan yang luas. Dengan membaca buku, Anda dapat menyerap berbagai pengetahuan dan wawasan mengenai dunia dan seisinya, sekaligus mengasah pola pikir.

Membaca buku dapat menajamkan imajinasi dan kemampuan berpikir dengan memahami kata-kata serta memvisualisasikannya dalam pikiran. Sejatinya, seorang kutu buku bisa disebut sebagai orang yang lebih berwawasan, karena banyaknya waktu yang ia luangkan untuk membaca.

Membuat diri lebih passionate

Mendalami sebuah karya fiksi membuat Anda menjadi seorang yang passionate atau bergairah, entah itu fiksi sejarah, fiksi ilmiah, hingga fiksi mengenai kehidupan sehari-hari seperti romansa dan drama. Selain itu, dengan passion, Anda menjadi seorang yang lebih bisa memaknai hidup daripada mereka yang sekadar menjalani hidup secara monoton. Orang yang gemar membaca buku sejatinya adalah orang yang lebih bergairah dengan hidup yang lebih bermakna.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Passion terhadap media yang disukai dapat dikembangkan menjadi skill

Passion terhadap media fiksi yang Anda gemari juga dapat dikembangkan menjadi sebuah kemampuan. Misalnya, orang tersebut yang menggemari anime dan manga, bisa melatih kemampuan menggambar karakter favoritnya.

Banyak seniman terutama mereka yang berkarya dalam dunia fiksi juga merupakan seorang kutu buku. Melalui kecintaan mereka, mereka mengasah kemampuan untuk menggambar karakter mereka sendiri. Pada akhirnya, kemampuan tersebut menjadi sebuah karya fenomenal, seperti ratusan anime dan manga yang dinikmati oleh jutaan orang di dunia.

Membuka peluang koneksi dan pergaulan yang luas

Anggapan bahwa seorang kutu buku adalah seorang yang asosial dan tertutup dari pergaulan adalah salah. Justru sebaliknya, Anda dapat menjalin persahabatan dengan sesama kutu buku yang memiliki kesukaan sama, mulai dari sastra hingga layar kaca.

Banyak komunitas penggemar buku yang ada di masyarakat. Keberadaan komunitas-komunitas tersebut menjadi bukti nyata bahwa orang yang gemar membaca itu pandai bergaul dan berkelompok. (ST/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

5 Buku Pembuka Wawasan Bagi Mahasiswa

Selanjutnya

Majmu Syarif

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Majmu Syarif

Majmu Syarif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In