Rabu, 17 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Luar Biasa, Mandalika Dapat Bantuan Pojok Baca Digital

Oleh Erdy Nasrul
10 November 2022
di Berita Buku
A A
Ilustrasi Pojok Baca Digital

Perpustakaan Nasional

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memberikan bantuan pojok baca digital. Bantuan itu diberikan kepada Pemerintah Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tujuannya untuk mendukung peningkatan minat baca wargadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

“Bantuan tersebut kita siapkan di Kantor Desa Kuta,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lombok Tengah Lalu Muliawan di Praya, Rabu (9/11).

Pojok Baca Digital akan meningkatkan minat baca warga kawasan KEK Mandalika. Kabupaten Lombok Tengah juga telah mendapatkan bantuan yang sama pada tahun lalu dan telah dipasang di Ballroom Kantor Bupati Lombok Tengah.

“Kita telah memiliki dua pojok baca digital di Lombok Tengah yang merupakan bantuan dari Perpustakaan Nasional,” katanya.

Memperluas dan mempercepat akses literasi

Ia mengharapkan kehadiran infrastruktur pojok baca digital memperluas dan mempercepat akses warga terhadap informasi. Juga menumbuhkan minat baca sejak usia dini.

BACA JUGA:

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

Kemajuan teknologi digital saat ini harus bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup, sehingga melalui pojok baca digital ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ini juga untuk mendukung ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas SDM,” katanya.

Pojok baca digital tersebut dilengkapi dengan beragam jenis buku dan akses internet bersama komputer yang bisa digunakan masyarakat serta sebagai upaya untuk memberikan fasilitas pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Selain ada E-Perpustakaan, katanya, pemerintah daerah telah memiliki pojok baca digital yang diharapkan bisa dimanfaatkan warga secara optimal. Warga juga bisa mengunduhaplikasi E-Perpustakaan untuk meminjam buku secara elektronik.

“Kalau E-Perpustakaan ini masyarakat meminjam buku secara online(daring) dan warga juga memiliki batas waktu peminjaman. Paling lama dua minggu meminjam buku dan kalau lebih dua minggu, maka secara otomatis buku tersebut akan hilang dari aplikasi handphone (telepon seluler) dan dipinjam sama orang lain,” katanya.

Apa itu Pojok Baca Digital?

Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan pemerintahan daerah setempat ataupun Kementerian Lembaga membangun Pojok Baca Digital (POCADI).

POCADI merupakan tempat membaca yang menyediakan koleksi buku cetak dan buku digital (e-book). Koleksi e-book yang ada di POCADI berasal dari konten yang tersimpan pada lokal server dan juga konten iPusnas, yang dapat diunduh mengunakan aplikasi play store. POCADI juga dilengkapi dengan perangkat pop up dan aplikasi untuk media promosi, kegiatan serta koleksi e-book, audio dan video yang direkomendasi pada banner yang tersedia.

POCADI dikembangkan oleh Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan Pemerintah Daerah ataupun Kementerian Lembaga dengan gagasan untuk memudahkan akses informasi. Prinsip dasar perluasan POCADI yaitu memperluas layanan perpustakaan agar dapat dinikmati di pusat-pusat kegiatan masyarakat,mempunyai konten / Koleksi yang dirancang sesuai kebutuhan penggunanya, berbasis teknologi digital dan konten bahan bacaan yang beragam dan menarik.

Topik: perpustakaanpojok baca digital
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Suluh Rindu, Karya Terbaru Habiburrahman El Shirazy

Selanjutnya

Buku Dinda Tidak Rewel Lagi Jadi Bacaan Pegiat PAUD

Erdy Nasrul

Erdy Nasrul

Pegiat literasi

TULISAN TERKAIT

text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Perpustakaan daerah

Buku Dinda Tidak Rewel Lagi Jadi Bacaan Pegiat PAUD

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026
ancaman-nyata

Ancaman Nyata di Balik Fiksi: Saat AI dan Kiamat Ekologi Menjadi Karib

3 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In