Rabu, 24 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

3 Kelebihan Buku Fisik Dibanding E-book

Oleh Siti Khotijah
6 November 2021
di Berita Buku
A A
Ilustrasi buku fisik dibandingkan e-book (Foto:  pixabay.com/Jakarta Book Review)

Ilustrasi buku fisik dibandingkan e-book (Foto: pixabay.com/Jakarta Book Review)

Jakarta – Di era digitalisasi ini, sebagian besar pasar buku cetak telah diambil oleh e-book.  E-book (elektronik book) atau buku digital dianggap lebih praktis dan ‘ramah’ di kantong.

Meski begitu, masih banyak orang yang lebih memilih membaca buku fisik dibandingkan dengan buku digital. Berikut ini beberapa alasan ilmiah mengapa buku fisik lebih unggul dibandingkan dengan e-book.

Membantu pembaca memahami lebih baik

Sebuah studi pada tahun 2014 membuktikan, bahwa pembaca cerita misteri dalam bentuk buku cetak mengingat detail cerita jauh lebih baik daripada mereka yang membacanya lewat e-book.

BACA JUGA:

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

Anne Mangen, peneliti utama dari Stavanger University menyimpulkan, bahwa e-book kurang mendukung untuk proses rekonstruksi mental pembaca cerita, tidak seperti buku cetak.

Melatih otak

Dulu, otak manusia terbiasa untuk membaca secara linear, mengingat informasi penting dalam buku atau surat kabar berdasarkan detail sensoris yang diperoleh dari letak informasi dalam tata letak halaman. Hal ini melatih diri untuk membaca kalimat-kalimat panjang dengan konsentrasi tinggi.

Namun dengan membaca e-book, kemampuan membaca linear kita akan semakin tumpul. Hal ini membuat kita sulit memahami dan memusatkan konsentrasi saat membaca.

Memperbaiki kualitas tidur

Ketika ingin beristirahat, tubuh memerlukan aktivitas peralihan untuk menjembatani antara jam-jam ketika tubuh paling aktif dengan jam ketika tubuh mempersiapkan diri untuk beristirahat. Membaca buku fisik membantu otak untuk mengirimkan sinyal bagi sistem tubuh agar melambat dan mempersiapkan diri untuk beristirahat.

Namun jika yang dibaca e-book, otak tidak akan memproses aktivitas membaca sebagai aktivitas peralihan. Justru sebaliknya, otak akan mengirimkan sinyal ke sistem tubuh untuk terus ‘ON’ seperti jam-jam ketika tubuh paling aktif. (Zak/JBR)

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Tips Ampuh Bisa Luangkan Waktu untuk Membaca Buku

Selanjutnya

Mengubah Diri Dengan Mengubah Kebiasaan Kecil, Teknik Self Improvement ala James Clear

Siti Khotijah

Siti Khotijah

Redaktur Jakarta Book Review

TULISAN TERKAIT

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Buku Atomic Habits: Cara Mudah dan Terbukti untuk Membentuk Kebiasaan Baik dan Menghilangkan Kebiasaan Buruk, karya James Clear, Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Reviewed by Jakarta Book Review @ 2021

Mengubah Diri Dengan Mengubah Kebiasaan Kecil, Teknik Self Improvement ala James Clear

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

Belum Sebulan Terbit, “Toko Manisan Ajaib Amberglow” Rayakan Cetak Ulang Lewat Bedah Buku di Bukupreneur Bogor

22 Juni 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
text hip

Tren “Text Hip” Dongkrak Literasi di Korea Selatan

11 Juni 2026
buku cetak australia

Survei Creative Australia: 14,4 Juta Warga Setia Membaca, Buku Cetak Belum Tergantikan

8 Juni 2026
future history

Fiksi Ilmiah Bangkit Lagi: Penghargaan “Future History” Musim Kedua Tawarkan Hadiah Lebih Besar dan Kategori Skenario

5 Juni 2026
sayyidat al-qamar

Sayyidat al-Qamar: Novel Fenomenal dari Padang Pasir

4 Juni 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In