Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Hygge: Seni Mengeksplorasi Kebahagiaan dari Hal-Hal Kecil

Resensi buku Seni Hidup Bahagia Orang Denmark, terjemahan Renebook

Oleh Monica Desiana
8 Maret 2022
di Resensi
A A
Resensi buku Seni Hidup Bahagia Orang Denmark, terjemahan Renebook

Resensi buku Seni Hidup Bahagia Orang Denmark, terjemahan Renebook

Orang Denmark percaya bahwa kebahagiaan itu selalu ada di sekitar kita. Hal-hal kecil terjadi setiap hari, dan di sana sebenarnya penuh dengan suasana bahagia. Suatu momen cinta dan kehangatan dapat ditemukan pada saat berkumpul dan pada saat menikmati waktu-waktu luang.

Hygge adalah tentang menggali kebahagiaan pada saat momen-momen biasa dinikmati dengan cara yang luar biasa. Teknik menggali kebahagiaan di antara aktifitas keseharian ini disebut hygge (baca: huuga).

Buku karya aktris Denmark, Marie Tourell Soderberg ini, tidak hanya menjelaskan ide dan langkah-langkah praktis menemukan hygge, tetapi lebih jauh lagi. Dalam buku setebal 230 halaman ini Marie sukses membawa kita ke rahasia hygge yang paling dalam, untuk hidup yang bahagia, nyaman dan lebih berkualitas.

Hygge memiliki makna yang kompleks, terkait suasana bahagia. Suasana yang penuh hygge disebut ‘hyggelig’ yang menggambarkan perasaan yang betah, dirangkul, dan diakui. Hygge, adalah sebuah kata dari bahasa Denmark yang mewakili perasaan nyaman yang diinginkan semua manusia. Kondisi hygge ini berkebalikan dengan stress, atau distraksi.

Buku terbitan Renebook ini mengenalkan sebuah konsep hidup dari Skandinavia yang jarang terekspos. Keahlian hygge ini menjadikan Denmark bangsa paling bahagia di muka bumi.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Hygge menggambarkan perasaan yang muncul dengan sendirinya. Misalnya ketika berjalan-jalan santai di taman bersama adik, membaca buku yang menarik di tempat favorit atau ketika berbagi makanan dengan teman baik. Namun sayangnya, tidak semua orang tahu cara menikmati momen-momen tersebut.

Buku international best seller yang diterjemahkan oleh penerbit Renebook ini membahas berbagai hal menarik seperti cara berbahasa hygge, dari mana asalnya, dan bagaimana cara membawa hygge ke dalam rumah.

Kemudian juga tentang bagaimana mengundang hygge ke meja makan, melakukan kegiatan-kegiatan hygge, sampai kamus ala hygge.

Tak hanya itu, sebagai pelengkapnya, pembahasan buku ini juga dihiasi dengan foto-foto cantik yang akan semakin membuat mata anda nyaman saat membacanya.

Menurut sang penulis, hygge memang bukan jawaban untuk semua pertanyaan penting dalam kehidupan, tetapi hygge jelas merupakan undangan untuk memikirkan kehidupan dan kebahagiaan dalam perspektif yang lebih besar.

Keahlian mengungkap hygge ini menempatkan Denmark sebagai salah satu negara paling bahagia di dunia. Menurut index of happiness yang dirilis oleh PBB setiap tahun, Denmark adalah negara terbahagia di dunia yang dari tahun 2013 menempati rangking 1 sampai 3.

Untuk mendapatkan buku ini dengan harga terbaik, Klik di sini

Judul Buku: Hygge : Seni Hidup Bahagia Orang Denmark
Penulis: Marie Tourell Soderberg
Penerjemah : Meda Satrio
Didistribusikan : PT. Rene Turos Indonesia
Tebal : 230 Halaman
Cetakan : 1, Maret 2021
ISBN : 9786236083017

SendShareTweetShare
Sebelumnya

Minhajul Abidin: Menaklukkan Musuh yang Dicintai

Selanjutnya

Berdamai dengan Kecemasan

Monica Desiana

Monica Desiana

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Berdamai dengan Kecemasan

Berdamai dengan Kecemasan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In