Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Buku Kuliner yang Jadi Buku Terbaik Dunia

Proses penulisannya juga sangat personal: ini ziarah kenangan dan memori, yang kadang membuat senyum, tawa, jengkel, dan juga tangis.

Oleh Dicky Edwin Hindarto
5 Juni 2024
di Resensi
A A
Buku kuliner

Sumber foto: Annie Nugraha

Sekitar 1,5 tahun lalu, saya dihubungi oleh seorang sahabat baik, Ibu Dr. Amanda Katili, yang saya kenal baik beratus purnama yang lalu. Berbeda dengan saya yang suka mengaku ahli, walau enggak pintar-pintar amat, beliau ini beneran adalah pakar perubahan iklim, komunikasi, budaya, dan kuliner, yang tingkat kepakarannya 11-12 dengan Al Gore dan para ahli kuliner internasional.

Singkat kata, Bu Amanda bercerita tentang idenya membuat sebuah buku makanan atau gastronomi, yang isinya berupa bunga rampai pengalaman pribadi penulisnya. Saya, dan teman-teman lain, diminta untuk menulis tentang makanan kesukaan kami yang menjadi “comfort food”, atau makanan yang membuat mood lebih baik.

Comfort food sendiri bisa diartikan sebagai makanan kenangan, yang bagi tiap orang sangat personal.  Makanan inilah yang akan membangkitkan lagi kenangan-kenangan, baik manis, asam, maupun getir, dari masa lalu, yang pada akhirnya akan membuat perasaan lebih baik.

Ajakan dari Bu Amanda ini langsung saya iyakan, saya mungkin salah satu yang paling semangat untuk ikut terlibat!

Bu Amanda dan saya sendiri sudah berkali-kali bekerja sama dalam penulisan buku. Buku dari zaman kami masih sama-sama di DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim), buku puisi, bunga rampai foto di zaman pandemi, dan beberapa yang lain. Tapi tetap saja buku tentang comfort food adalah satu tantangan yang pantang saya lewatkan.

BACA JUGA:

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

Saya tahu Bu Amanda sebagai editor juga menghubungi beberapa teman yang hobi kuliner dan menulis. Tak kurang dari Pak Wakil Menteri KLHK Alue Dohong, Mbak Diah Y. Suradiredja, Swary Utami Dewi, Arifah Handayani, Om Erros Djarot, dan beberapa duta besar akan dilibatkan.

Proyek yang sangat menarik, karena saking semangatnya saya bahkan mengajukan 2 artikel ke Bu Amanda sebagai bahan buku. Kedua artikel ini akhirnya diterima, dan akhirnya hanya saya dan Pak Alue Dohong saja yang menjadi penulis 2 artikel, masing-masing teman yang lain hanya 1 artikel.

Format dari buku kuliner ini sangat menarik, karena setiap penulis harus menulis artikel tentang pengalaman pribadinya terhadap makanan yang ditulis, menuliskan resepnya, dan juga menyertakan foto pribadi makanan tersebut. Ini konsep yang sangat orisinal dan jenius, yang hanya bisa lahir dari pakar kuliner, penulis jempolan, dan ahli komunikasi kelas internasional seperti Bu Amanda.

Proses penulisannya sendiri juga sangat personal. Bagi tiap penulis, ini adalah ziarah kenangan dan memori, yang kadang juga membuat senyum, tawa, jengkel, dan juga tangis.

Saya sendiri saat menulis tentang bakso (Bakso di Jiwaku, Kuah Bakso di Darahku) dan rujak cingur (Tradisi Rujakan dan Evolusi Rujak Cingur), mengalami “memory shock” yang lumayan parah.

Saya teringat lagi waktu menabung uang saku hanya untuk beli bakso Pak Nan. Aroma dan rasa bakso ala Ibu yang hanya berupa potongan kecil daging dengan banyak kuah, juga zaman antri beli rujak cingur tanpa cingur di warung Bude Timah.

Salah satu teman, Mbak Diah, bahkan bercerita tadi, beliau menulis artikel sambil menangis karena sangat personal.

Dan artikel dari puluhan penulis itu dikurasi dan disunting menjadi buku luar biasa, berjudul Comfort Food Memoirs: Kisah Makanan yang Menenangkan Beserta Resepnya hasil kerja sama antara Omar Niode Foundation dan Penerbit Diomedia.

Buku ini tak lain adalah pengalaman pribadi puluhan orang dengan berbagai macam masakan dan makanan.

Lebih hebat lagi buku ini akhirnya dipilih sebagai Best Book in the World oleh Gourmand World Cookbook Awards! Alhamdulillah… puji syukur hanya kepada Sang Maha Pemilik Hendak.

Dan sore tadi, kami mengadakan semacam peringatan dan syukuran, berupa bedah buku, di kantor Om Erros Djarot. Sangat senang, bahagia, dan bangga menjadi bagian dari buku ini. Dan hari ini saya juga diminta beberapa teman untuk menandatangani buku mereka.

Nikmat yang mana lagi yang akan engkau dustakan, Dicky?

 

LRT Setiabudi–Harjamukti, 23 Mei 2024

Topik: buku masakancomfort foodkuliner
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Pecahkan Rekor, 1,8 Juta Lebih Pengunjung Banjiri PBAKL 2024

Selanjutnya

Perdana Menteri Anwar Ibrahim Resmikan PBAKL 2024

Dicky Edwin Hindarto

Dicky Edwin Hindarto

Sultan Jabal Golfie, Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau

TULISAN TERKAIT

nabi yusuf

Dari Penjara Menuju Lumbung Negara: Refleksi Kebijakan Publik atas “Strategi Fiskal Nabi Yusuf”

2 Oktober 2026
nahwul qulub tata bahasa ruhani

Kitab Nahwul Qulub: Asupan Gizi Tambahan Untuk Nalar Para Santri

30 September 2026
Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

Habis Haflah, Terbitlah Arah: Catatan Kritis atas Buku Kang Yanuar Tentang Masa Depan NU

7 September 2026
menikah

Menikah Bukan Cuma Soal ‘I Do’: Nasihat dan Pandangan Realistis dari Imam al-Ghazali

13 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Perdana Menteri Anwar Ibrahim Resmikan PBAKL 2024

Perdana Menteri Anwar Ibrahim Resmikan PBAKL 2024

Ulasan Pembaca 1

  1. Ping-balik: Perjalanan Haji 2014, Laku Spiritual? - Jakarta Book Review

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In