Kamis, 22 Oktober 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
Jakarta Book Review (JBR)

Perjalanan Haji 2014, Laku Spiritual?

Melihat selintas kebahagiaan di wajah sang ibu, saya yang selama ini tak pernah merasakan sesuatu yang menggetarkan, justru terharu melihat peristiwa itu.

Oleh Achmad Charris Zubair
15 Juni 2024
di Kolom
A A
Haji spiritual

Sumber foto: Dokuemntasi Pribadi

Saya ingin mengenang perjalanan haji saya sepuluh tahun yang lalu. Dalam rangka merekonstruksi kenangan sekaligus menyambut para peziarah yang sudah dan sedang mengawali menjalankan proses ritual, menyongsong wukuf di Arafah dan ritus lainnya.

Dari Tanah Air, saya merasa biasa-biasa saja memulai perjalanan yang akan saya tempuh 40 hari ke depan itu.

Di Madinah, Masjid Nabawi, beberapa kali saya sempatkan tidur nyenyak di karpet sajadah. Di Raudhah (area di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara rumah Rasulullah Saw dan mimbar yang beliau gunakan untuk berdakwah), saya sempat sekali berdoa.

Ketika perjalanan dari Madinah ke Makkah, saya berhenti di sebuah restoran di tengah gurun pasir; dan saya menyantap bakso yang terasa lebih lezat bakso gerobak dorong yang biasa mangkal dekat Pasar Kotagede.

Di Makkah, tempat menginap saya di kawasan Jarwal. Kebetulan di depan persis ada Rumah Makan Puncak Bogor yang menu andalannya justru nasi ramesan ala Sunda. Saya sering makan di situ, bahkan di depan hotel sering ada ibu-ibu dari Madura yang jualan aneka gorengan. Persis seperti hotel-hotel di Yogyakarta ketika ada wisatawan domestik menginap.

BACA JUGA:

MBG: Membaca Buku Gratis

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

Rasanya seperti di Indonesia, bukan di Arab Saudi. Yang membedakan secara menyolok, udara lebih pengap panas, dan saya tidak banyak melihat pohon hijau seperti di Indonesia.

Semua biasa saja, tak ada getaran spiritual yang saya rasakan.

Terus terang, sebelum tawaf perpisahan, saya merasakan hal yang biasa-biasa saja; baik ketika tawaf maupun sa’i antara Shafa dan Marwah, ketika wukuf di Arafah, juga di Mina serta Jamarat (lokasi jumrah).

Belum ada pengalaman spiritual yang mengesankan ketika itu.

Bahkan saking capeknya, sempat tertidur sejenak waktu mabit atau bermalam di Muzdalifah. Ketika terbangun, baru sadar sudah tidur di tumpukan sampah.

Tak ada yang istimewa, bahkan saya merasakan agak “jengkel” campur “ngeri”, bahkan semihoror, ketika pada saat menyelesaikan putaran terakhir tawaf kedua. Terdengar azan Zuhur yang justru membuat jemaah berdesak-desakan. Tubuh saya terhimpit tidak menginjak lantai dan terdorong ke titik akhir putaran tawaf.

Begitu tiba di luar lingkaran, yang tersisa hanyalah nafas yang agak sesak. Alhamdulillah, slamet.

Pada saat tawaf perpisahan menjelang kepulangan ke Tanah Air, saya mengambil lintasan lantai 3 yang relatif sepi. Yang memang diperuntukkan bagi disabilitas, yang sakit, maupun yang lanjut usia.

Pada saat menyelesaikan putaran kelima, saya menyaksikan seorang perempuan muda yang mendorong ibunya yang telah renta dengan kursi roda. Nampaknya mereka sudah melaksanakan tawafnya.

Perempuan itu berkata, “Mama, kan, lama menunggu waktu untuk melihat Ka’bah. Kita berhenti dulu ya, Ma? Mama lihat dulu yang lama sepuasnya. Itu Ka’bah, Ma, lihat yang lama, ya?”

Mamanya cuma mengangguk lemah sembari menatap Ka’bah.

Mendengar kalimatnya, dan melihat selintas kebahagiaan di wajah sang ibu, saya yang selama ini tak pernah merasakan sesuatu yang menggetarkan, justru terharu melihat peristiwa itu.

Saya selesaikan dua putaran terakhir tawaf perpisahan ini dengan penuh cucuran air mata.

Rasanya Allah begitu dekat dan membiarkan saya untuk menikmati cinta-Nya. Apakah justru pada momentum ini pengalaman spiritual saya? Wallahu a’laam bishawab.

Selamat menjalankan ibadah bagi jamaah haji tahun ini. Semoga lancar ibadahnya, pulang dengan selamat dan mendapatkan haji mabrur. Amin.

Topik: haji 2014Haji 2024laku spiritualpergi haji
SendShareTweetShare
Sebelumnya

Pekan Sastra Jakarta 2024 Sambut Peringatan HUT Ke-497

Selanjutnya

Modernisme, Kurban, dan Kesalehan Ekologis

Achmad Charris Zubair

Achmad Charris Zubair

Budayawan asal Kotagede, Yogyakarta, alumnus dan pengajar Fakultas Filsafat UGM. Penulis buku "Kuliah Etika" dan "Metodologi Penelitian Filsafat".

TULISAN TERKAIT

MBG: Membaca Buku Gratis

MBG: Membaca Buku Gratis

12 Oktober 2026
al-qanun

AL-QANUN FI AL-THIBB: Kitab Kuning Kedokteran yang Fenomenal

17 Juni 2026
wakaf literasi

WAKAF LITERASI: Solusi Impian Hadapi Pembajakan Buku

10 Juni 2026
kifayatul atqiya

Kifayatul Atqiya’: Menjinakkan Hawa Nafsu di Era Digital

5 Juni 2026
Selanjutnya
Selanjutnya
Kesalehan Ekologis

Modernisme, Kurban, dan Kesalehan Ekologis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

penerbit rene turos

16 Tahun Penerbit Rene Turos: Bagikan 1.600 Buku kepada Pembaca dan Komunitas

20 Oktober 2026
Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

Rayakan 16 Tahun, Rene Turos Group Bagikan 1.600 Buku untuk Pembaca

17 Oktober 2026
Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

Feri Amsari: Prabowo Harus Baca “Politik Kaum Tertindas”

10 Oktober 2026
politik kaum tertindas

Bedah Buku “Politik Kaum Tertindas”, Feri Amsari Kritik Praktik Blusukan yang Kehilangan Esensi

10 Oktober 2026
in this economy

In This Economy: Yang Lain Boleh Efisiensi, Kecuali Literasi

7 Oktober 2026
GENTLE REMINDER

Renebook Hadirkan Ruang Refleksi Diri Lewat Meaning Sharing Session di IIBF 2026

5 Oktober 2026

© 2026 Jakarta Book Review (JBR) | Kurator Buku Bermutu

  • Tentang
  • Redaksi
  • Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Masuk
  • Beranda
  • Resensi
  • Berita
  • Pegiat
  • Ringkasan
  • Kirim Resensi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In